Inilah Macam dan Contoh Tasyabbuh, Sering Dilakukan Tanpa Disadari!

Alfatihah.com – Tasyabbuh merupakan perilaku yang tidak boleh diterapkan oleh seorang Muslim, karena menyerupai orang-orang kafir. Dimana hal ini bisa mendatangkan pelakunya ke perilaku dosa besar.

Contoh tasyabbuh yang terjadi pada masyarakat bisa ditemukan, bahkan sudah tidak asing lagi. Selain contohnya pun, ada macam tasyabbuh yang perlu diketahui oleh umat Muslim agar lebih bisa berhati-hati.

Berikut ini pembahasan mengenai keduanya. Baik dari macamnya maupun contoh tasyabbuh yang ada di kehidupan sehari-hari.

Macam Tasyabbuh

1. Tasyabbuh yang Dilarang

Macam pertama dari tasyabbuh yaitu bagian yang dilarang. Tentu saja, perilaku ini dilarang keras oleh agama, karena mendatangkan kemusyirikan atau kekafiran.

Tasyabbuh yang dilarang atau diharamkan yaitu jika melakukan penyerupaan hal-hal yang menjurus kepada ciri khas agama dari orang-orang kafir. Lebih parahnya tak hanya meniru, tapi juga mempelajarinya, yang mana tidak ada di ajaran agama Islam.

Perbuatan tasyabbuh yang seperti ini hukumnya adalah haram. Dimana keharaman disini yaitu termasuk pada dosa besar, bahkan bisa masuk ke dalam kekufuran dan musyrik.

Tidak ada alasan yang bisa digunakan untuk melakukan tasyabbuh jenis ini. Karena tentu perbuatan tersebut melenceng dan keluar dari syariat Islam.

2. Tasyabbuh yang Diperbolehkan

Selain yang dilarang, ternyata ada juga macam tasyabbuh lainnya yang bisa diperbolehkan. Hal ini seperti perbuatan-perbuatan yang aslinya bukan berasal dari kebiasaan orang-orang kafir.

Namun disini, orang-orang kafir telah ikut melakukannya, maka hukum melakukan tasyabbuh tersebut diperbolehkan. Menyerupai hal tersebut tidak salah, namun bisa mengurangi manfaatnya.

Contoh Tasyabbuh

Setelah membahas mengenai macamnya, selanjutnya yaitu menyebutkan contoh-contoh tasyabbuh. Dimana hal ini sering terjadi di kehidupan sehari-hari, atau bahkan sebelumnya tidak menyangka karena tidak disadari.

1. Ikut Ibadah dan Ritual Non-Islam

Contoh tasyabbuh pertama yaitu mengikuti ibadah dan ritual dari agama lain. Hal ini tentunya masuk ke dalam kategori tasyabbuh yang dilarang atau diharamkan.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Biasanya umat Muslim berada pada lingkungan yang mayoritas non-Muslim. Oleh karenanya terciptalah perbuatan tasyabbuh tersebut, entah karena melihat kebiasaan atau sekadar mengikuti dengan dalih menghormati.

Padahal hal ini sudah jelas ditentang dalam Islam karena masuk ke dalam golongan perilaku tasyabbuh. Mengenai hal ini, Allah SWT telah berfirman:

وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

“Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan, dan (jangan pula) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:42).

2. Ikut Merayakan Hari Raya Non-Islam

Selain mengikuti ibadah dari orang-orang non-Muslim, ada juga kebiasaan ikut merayakan hari raya dari agama lain. Dimana hal ini sangat marak terjadi di zaman sekarang, bahkan banyak yang melalaikan dan menormalisasikannya.

Perayaan dari non-Islam yang marak dinormalisasikan seperti Natal, Imlek, Diwali, bahkan Valentine dan Halloween juga termasuk. Tak hanya itu, mengucapkan selamat atas hari raya tersebut juga termasuk ke dalam perilaku tasyabbuh.

Hal ini jelas sudah dilarang dalam agama Islam. Dimana Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits, yang artinya:

“Setiap umat memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita (Idul Fitri dan Idul Adha).” (HR. Bukhari, no. 952; Muslim, no. 892).

3. Meniru Gaya Hidup yang Bertentangan dengan Islam

Meniru gaya hidup atau kebiasaan dari orang-orang Non-Muslim juga hampir semua umat Muslim menormalisasikannya. Padahal contoh tasyabbuh ini sangatlah bertentangan dengan syariat Islam.

Contoh yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari yaitu seperti budaya hidup bebas, menyerupai lawan jenis, bahkan hal kecil seperti memelihara kuku panjang pun bisa disebut dengan tasyabbuh.

Hal-hal kecil yang menurut kita tidak apa jika melakukannya, namun ternyata itu termasuk ke kategori tasyabbuh dan sangat dilarang. Dalam sebuah haidits shahih, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, hingga jika mereka masuk ke lubang biawak pun kalian akan mengikuti mereka. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang dimaksud adalah Yahudi dan Nasrani?” Beliau menjawab, “Siapa lagi kalau bukan mereka”.” (HR. Bukhari, no. 3456; Muslim, no. 2669).

Itulah beberapa macan dan contoh tasyabbuh yang kerap terjadi hingga dinormalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini bisa dijadikan perhatian penting bagi umat Muslim, untuk lebih peduli dan berhati-hati terhadap perilaku tasyabbuh.

Penulis: Ghina Shelda Aprelka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia