Zalim kepada Teman Bisa Jadi Penghalang Masuk Surga, Ini Penjelasannya dalam Islam

Alfatihah.com – Perbuatan zalim terkadang kita lakukan tanpa sadar, terutama zalim kepada teman. Dalam kegiatan sehari-hari pastilah kita tidak lepas dari yang namanya interaksi sosial terutama pada teman. Tanpa sadari interaksi yang kita lakukan tersebut muncul sikap zalim, seperti menyakiti perasaan, mengkhianati atas kepercayaan yang diberikan.

Dalam Islam, perbuatan zalim termasuk dosa besar yang bisa jadi penghalang kita untuk masuk surga. Mungkin kelihatannya sepele atau bahkan terkadang kita gengsi untuk menyelesaikannya, namun hal tersebut dapat  menjadi dosa besar jika tidak segera diselesaikan. Zalim kepada teman juga bisa menjadi penghalang buat masuk surga.

Bentuk Zalim kepada Teman

Zalim kepada teman masuk kategori zalim kepada sesama manusia, dosa tersebut bisa menjadi dosa yang tidak diampuni kecuali disertai dengan penyesalan. Bentuk contoh dari perbuatan zalim kepada teman yang sering terjadi dalam dunia pertemanan tanpa disadari yaitu:

1. Menyakiti Perasaan

Menyakiti perasaan teman itu bisa berasal dari sikap kita yang menghina, atau mungkin tanpa sengaja membully dan mempermalukannya di depan umum. Memang perbuatan tersebut tidak melukai secara fisik, namun luka yang ditimbulkan merupakan luka batin yang sulit untuk disembuhkan. 

Allah SWT telah berfirman pada QS. Al-Hujurat ayat 11

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.”

Allah melarang hambanya untuk melakukan perbuatan yang merendahkan orang lain, karena hal tersebut merupakan perbuatan dosa. Pada dasarnya setiap manusia memiliki kehormatan di sisi Allah. 

2. Mengkhianati Kepercayaan

Menjaga kepercayaan atau bersikap amanah merupakan perkara yang bernilai besar. Seseorang yang sudah dipercaya oleh temannya dan kemudian mengkhianatinya, hal tersebut masuk dalam perbuatan zalim atau dosa besar. 

 آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Artinya: “Tanda-tanda orang munafik ada tiga: 1. Setiap kali dia berbicara, dia berbohong. 2. Setiap kali dia berjanji, dia selalu mengingkari (janji-nya). 3. Jika kamu mempercayainya, dia terbukti tidak jujur. (Jika kamu menitipkan sesuatu kepadanya, dia tidak akan mengembalikannya.)” (HR. Bukhari)

Orang yang berkhianat bukan sekedar membuat kesalahan biasa, tetapi seperti kemunafikan. 

3. Memfitnah dan Mengadu Domba

Memfitnah dan mengadu domba merupakan dosa besar yang sangat berbahaya. Perbuatan seperti ini tidak hanya menyakiti satu orang saja, melainkan merusak banyak hubungan sekaligus. 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنْ جَاۤءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَاٍ فَتَبَيَّنُوْٓا اَنْ تُصِيْبُوْا قَوْمًا ۢ بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوْا عَلٰى مَا فَعَلْتُمْ نٰدِمِيْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa berita penting, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena ketidaktahuan(-mu) yang berakibat kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS. Al-Hujurat:6)

Islam menegaskan untuk kita tidak mudah percaya pada berita tanpa tau kebenarannya, dan larangan bagi kita untuk menyebarkan berita yang berujung fitnah.

Masih ada banyak hal yang mungkin masuk dalam perbuatan zalim. Perbuatan seperti di atas sangat dilarang dalam Islam. Allah SWT dengan tegas melarang perbuatan zalim 

وَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَيُوَفِّيْهِمْ اُجُوْرَهُمْۗ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

Artinya: “Sementara itu, orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan Dia berikan pahala mereka dengan sempurna. Allah tidak menyukai orang-orang zalim.” (QS. Al-Imran: 7)

Orang yang sudah terlanjur berbuat zalim seperti zalim kepada teman, maka haruslah mereka bertaubat atas kesalahan yang mereka perbuat. Adapun caranya yaitu dengan cara menyesali perbuatan yang telah dilakukannya, berhenti dari perbuatan zalim, meminta maaf kepada teman yang telah dizalimi. 

Itulah pembahasan mengenai zalim kepada teman yang bisa jadi penghalang masuk surga. Meskipun perbuatan ini terlihat ringan, dampak yang diperbuat sangat besar di sisi Allah. Kezaliman yang dilakukan dapat menghapus pahala sehingga menjadi penghalang untuk masuk surga. 

Penulis: Lintang Suryaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia