Hukum Donor Darah Saat Puasa Ramadhan, Apakah Tidak Membatalkan Puasa?

Alfatihah.com – Donor darah merupakan salah satu perbuatan mulia karena membantu seseorang untuk memiliki kesempatan hidup lebih lanjut. Namun, tak jarang seseorang menjadi ragu dan takut ketika hendak melakukan donor darah saat puasa ramadhan karena dikhawatirkan akan lemas atau membuat pingsan.

Akhirnya, donor darah saat puasa menjadi sangat jarang dilakukan oleh seseorang padahal saat bulan ramadhan, sering kali stok darah di rumah sakit semakin menipis. Lalu sebenarnya bagaimana hukumnya donor darah saat puasa ramadhan ini? Mari simak bersama!

Hukum Donor Darah Saat Puasa Ramadhan

Secara hukum Islam, donor darah saat puasa ramadhan termasuk salah satu perbuatan yang dikategorikan tidak membatalkan puasa dan juga tidak mengurangi pahala puasa ramadhannya.

Donor darah saat puasa ramadhan merupakan salah satu amalan istimewa dan sudah sepatutnya setiap manusia bisa tolong-menolong dalam kebaikan untuk membantu saudaranya yang membutuhkan.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Ma’idah: 2)

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Kedua ayat diatas menegaskan jika perbuatan tolong menolong kepada saudara seimannya merupakan sebuah hal yang sangat dianjurkan karena Islam adalah agama yang selalu mengedepankan kedamaian dan keharmonisan dalam sebuah hubungan.

Syekh Wahbah al-Zuhaili menegaskan bahwa mengeluarkan darah karena mimisan atau luka, baik disengaja maupun tidak, tidak membatalkan puasa, asalkan tidak ada benda asing yang masuk ke dalam tubuh.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menegaskan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa. MUI menyatakan bahwa donor darah termasuk kategori “mengeluarkan sesuatu dari tubuh,” yang tidak membatalkan puasa sebagaimana injeksi, pengambilan darah untuk tes laboratorium, suntik, atau vaksinasi.

Tak hanya itu, dari segi medis pun donor darah saat puasa ramadhan juga dianjurkan dan tidak akan mengurangi manfaat bagi si pendonor. Namun, hal tersebut tetap ada kriteria yang wajib dipenuhi seperti tekanan darah normal, tidak begadang, dan tidak memiliki riwayat penyakit tertentu.

Penelitian yang dilakukan oleh Zerdoumi et al. (2022) di Aljazair menyatakan bahwa puasa Ramadhan tidak mempengaruhi secara signifikan kondisi kesehatan pendonor darah. Ketika sudah niat melakukan donor darah saat puasa ramadhan maka jangan lupa untuk memperhatikan waktu yang tepat.

Kondisi tubuh setiap orang umumnya berbeda-beda dan reaksi setelahnya juga tidaklah sama. Jika dirasa tubuh tidak sedang dalam keadaan fit, maka sebaiknya donor darah bisa ditunda terlebih dahulu sampai badan benar-benar sehat.

Islam tidak pernah memaksakan hamba-Nya untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa hamba-Nya lakukan. Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan dan keringan termasuk pada urusan hukum melakukan donor darah ini.

Jika nantinya donor darah saat puasa ramadhan justru akan menimbulkan sakit dan banyak kemudharatan yang didapatkan, maka anjuran untuk tidak melakukannya demi menjaga kesehatan diri sendiri adalah hal yang utama.

Itulah tadi pembahasan mengenai hukum donor darah saat puasa ramadhan. Pada hakikatnya, donor darah ketika sedang berpuasa tidak akan membatalkan dan mengurangi pahala puasanya. Donor darah merupakan salah satu perbuatan baik yang dilakukan demi kemaslahatan umat.

Namun ketika hendak mendonorkan darah, harap diperhatikan juga waktu yang tepat saat di bulan puasa supaya tidak mempengaruhi kesehatan diri sendiri.

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia