Mengenal Sifat Wajib Allah yang Harus Diketahui Seluruh Umat Islam!

Sifat wajib Allah SWT adalah sifat yang pasti dimiliki oleh Allah SWT. Sebagai seorang muslim yang beriman, hendaknya kita dapat memahami sifat wajib yang dimiliki oleh Allah SWT agar menambah keimanan dalam diri.

Sifat wajib Allah SWT sebenarnya ada banyak sekali. Namun, berdasarkan dalil naqli dan aqli yang wajib untuk diketahui jumlahnya ada dua puluh sifat. Memahami sifat wajib Allah SWT menjadi salah satu cara untuk belajar ketauhidan.

Tauhid merupakan salah satu pilar yang wajib diketahui bagi seorang muslim karena itu bagian dari pilar agama. 

Sifat Wajib Allah

Berikut ini sifat-sifat wajib Allah SWT yang harus diketahui dan dipercaya:

1. Wujud

Sifat wajib Allah Wujud artinya “ada” dan maknanya Allah SWT itu ada berdiri sendiri. Allah SWT adalah Tuhan satu-satunya yang menciptakan langit dan bumi serta seluruh hal yang ada di alam semesta.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

اَللّٰهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ مَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا شَفِيْعٍۗ اَفَلَا تَتَذَكَّرُوْنَ

Artinya: “Allah adalah Zat yang menciptakan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia berkuasa atas ‘Arasy. Bagimu tidak ada seorang pun pelindung dan pemberi syafaat selain Dia. Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?” (QS. As-Sajdah: 4)

2. Qidam

Sifat wajib Allah Qidam artinya “terdahulu” dan maknanya adalah Allah SWT telah terdahulu ada sebelum alam semesta ini diciptakan. Sifat Qidam ini dimaknai sebagai Allah SWT mengetahui segalanya atas apa yang diciptakan.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

هُوَ الْاَوَّلُ وَالْاٰخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Artinya: Dialah Yang Mahaawal, Mahaakhir, Mahazahir, dan Mahabatin. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al-Hadid: 3)

3. Baqa

Baqa artinya “kekal” maknanya disini adalah Allah SWT itu kekal, tidak akan pernah binasa sebagaimana alam semesta yang Dia ciptakan karena kebinasaan itu Dia sendiri yang menciptakannya,.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ

Artinya: “(Akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.” (QS. Ar-Rahman: 27)

4. Mukhalafatu Lil Hawaditsi

Sifat wajib Allah Mukhalafatu Lil Hawaditsi itu artinya “Allah SWT berbeda dengan semua makhluk yang diciptakan” dalam hal ini maknanya adalah Allah SWT adalah sempurna dan tidak ada satupun yang dapat menyerupai-Nya.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ

Artinya: “Serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.” (QS. Al-Ikhlas: 4)

5. Qiyamuhu Binafsihi

Sifat wajib Allah Qiyamuhu Binafsihi artinya “Allah SWT itu berdiri sendiri” maknanya disini adalah Allah SWT tidak membutuhkan bantuan siapapun dan tidak akan pernah bergantung kepada siapapun. Allah SWT tidak beranak pinak dan tidak pula diperanakan.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَّلَمْ يَكُنْ لَّهٗ شَرِيْكٌ فِى الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ وَلِيٌّ مِّنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًاࣖ

Artinya: Katakanlah, “Segala puji bagi Allah yang tidak mengangkat seorang anak, tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya, dan tidak memerlukan penolong dari kehinaan! Agungkanlah Dia setinggi-tingginya!” (QS. Al-Isra’: 111)

6. Wahdaniyah

Sifat wajib Allah Wahdaniyah artinya “Allah SWT itu Esa dan tidak memiliki sekutu” maknanya disini Allah SWT itu hanya ada satu yakni Tuhan pencipta alam semesta dan seluruh isinya. 

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an: 

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ

Artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa.” (Al-Ikhlas: 1)

7. Qudrat

Qudrat artinya “Allah SWT adalah pemegang kekuasaan tertinggi” yang maknanya adalah tidak ada yang dapat menandingi kekuasaan dari Allah SWT. Kekuasaan yang dimiliki Allah SWT bentuknya adalah mutlak tidak ada batasan dan tidak pula ada yang membatasi.

8. Iradat

Iradat artinya “berkehendak” maknanya disini adalah Allah SWT berkehendak atas segala sesuatu. Allah SWT tidak mungkin melakukan sesuatu atas perintah dari hamba-Nya. 

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

خٰلِدِيْنَ فِيْهَا مَا دَامَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ اِلَّا مَا شَاۤءَ رَبُّكَۗ اِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيْدُ

Artinya: “Mereka kekal di dalamnya selama masih ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Melaksanakan apa yang Dia kehendaki.” (QS. Hud: 107)

9. Ilmun

Ilmun artinya “mengetahui atas segala sesuatu” maknanya adalah tiada hal yang tidak Allah SWT ketahui karena Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Segala sesuatu di alam semesta tidak bisa disembunyikan bahkan hati manusia saja Allah SWT ketahui.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهٖ نَفْسُهٗۖ وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيْدِ

Artinya: “Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16)

10. Hayat

Hayat artinya “hidup atau kehidupan” maknanya adalah Allah SWT itu kekal dan abadi. Allah SWT sempurna tidak membutuhkan makan, minum, atau istirahat. 

وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهٖۗ وَكَفٰى بِهٖ بِذُنُوْبِ عِبَادِهٖ خَبِيْرًاۚ

Artinya: “Bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahahidup yang tidak mati dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Furqan: 58)

11. Sam’un

Sam’un artinya “mendengar” maknanya adalah Allah SWT Maha Mendengar segala sesuatu yang ada di alam semesta. Tidak ada batasan frekuensi dalam pendengaran Allah SWT berbeda dengan manusia yang memiliki batasan frekuensi.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

فَاطِرُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ جَعَلَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا وَّمِنَ الْاَنْعَامِ اَزْوَاجًاۚ يَذْرَؤُكُمْ فِيْهِۗ لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya: “(Allah) Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagimu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri dan (menjadikan pula) dari jenis hewan ternak pasangan-pasangan(-nya). Dia menjadikanmu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)

12. Basar

Basar artinya “melihat” maknanya adalah Allah SWT Maha Melihat segala sesuatu bahkan yang tidak bisa dilihat langsung oleh manusia. Allah SWT mengetahui segala hal yang sifatnya gaib bahkan apa yang disembunyikan manusia, Allah SWT dapat mengetahuinya.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

اِنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بَصِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَࣖ

Artinya: “Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujurat: 18)

13. Kalam

Kalam artinya “berfirman” maknanya disini Allah SWT dapat berbicara atau berkata sempurna tanpa adanya batasan dan dibatasi oleh siapapun juga. 

14. Qadiran

Qadiran artinya “kuasa” maknanya adalah Allah SWT itu Maha Kuasa atas alam semesta dan segala isinya. Sifat wajib Allah SWT menandakan bagi manusia bahwa kita hidup di dunia tidak bisa apa-apa tanpa adanya kuasa yang telah Allah SWT berikan.

15. Muridan

Muridan artinya “kehendak” maknanya adalah Allah SWT yang menghendaki segala sesuatu itu dapat terjadi. Sifat wajib Allah Muridan ini menyatu dengan Iradat yang berarti mutlak dan tidak terbatas.

16. Aliman

Aliman artinya “mengetahui” maknanya adalah Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu di alam semesta baik yang sudah terjadi maupun akan terjadi.

17. Hayyan

Hayyan artinya “hidup” maknanya disini adalah bahwa Allah SWT itu selalu hidup tidak pernah mati, tidur, dan istirahat. Allah SWT itu kekal dan abadi tak terbatas oleh ruang maupun waktu.

18. Sami’an

Sami’an artinya “mendengar” maknanya adalah Allah SWT Maha Mendengar segala sesuatu baik itu bisikan, suara yang lirih, maupun keras. Tidak ada yang bisa disembunyikan dari Allah SWT.

19. Bashiran

Bashiran artinya “melihat atau mengawasi” maknanya adalah Allah SWT selalu mengawasi dan tidak ada satupun yang dapat terlepas dari pengawasan Allah SWT.

20. Mutakaliman

Mutakaliman artinya “berfirman” yang maknanya adalah firman Allah SWT diturunkan kepada para Nabi dan Rasul-Nya yang digunakan sebagai pedoman umat muslim di seluruh dunia.

Itulah tadi mengenai sifat wajib Allah SWT beserta dengan dalil-dalilnya. Sebagai umat muslim yang beriman, hendaknya kita dapat menghafalkan dan mengamalkannya agar tidak berjalan di arah yang salah serta selalu sesuai dengan syariat Islam.

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia