Alfatihah.com – Turunnya surat An-Nur ayat 11-20 menjadi jawaban dari Allah atas peristiwa Haditsul Ifki. Peristiwa kelam yang mengguncang hati yaitu ketika fitnah keji menimpa Aisyah binti Abu Bakar. Kisah yang mengajarkan kita tentang kesabaran, kehormatan, dan bahaya menyebarkan fitnah.
Kisah ini terjadi ketika Nabi Muhammad SAW pulang dari perang dan Aisyah tertinggal dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang. Ketika sudah berhasil menemukan kalung tersebut Aisyah kembali ke tempat rombongan, namun siapa sangka jika dirinya ternyata tertinggal rombongan tersebut.
Aisyah yang saat itu menunggu di tempat dirinya tertinggal, ditemukan oleh seseorang bernama Shafwan bin Mu’aththal yang kemudian mengantarkan dirinya untuk kembali ke Madinah. Momen tersebut dimanfaatkan oleh para orang munafik untuk memfitnah dirinya.
Fitnah tersebut berasal dari Abdullah bin Ubay bin Salul, tuduhan keji tersebut kemudian menyebar luas ke tengah masyarakat. Fitnah tersebut berhasil membuat Aisyah terpukul hingga membuat Rasulullah sedih dan gelisah karena khawatir pada istrinya. Suasa di kota Madinah juga menjadi tidak kondusif, dan pada saat itulah umat Islam diuji keimanannya.
Kesedihan yang dialami Aisyah R.A membuat nya jatuh sakit karena tekanan batin akibat fitnah tersebut. Kesedihan yang dideritanya karena dirinya merasa difitnah atas kesalahan yang tidak dirinya perbuat, serta kehormatannya yang mulai diragukan. Dalam kondisi sulit tersebut Aisyah tetap bersabar dan menyerahkan semuanya pada Allah.
Dalam masa-masa tersebut, Turunnya surat An-Nur ayat 11-20 diturunkan oleh Allah sebagai pembelaan pada Aisyah.
اِنَّ الَّذِيْنَ جَاۤءُوْ بِالْاِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنْكُمْۗ لَا تَحْسَبُوْهُ شَرًّا لَّكُمْۗ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْۗ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْاِثْمِۚ وَالَّذِيْ تَوَلّٰى كِبْرَهٗ مِنْهُمْ لَهٗ عَذَابٌ عَظِيْمٌ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah kelompok di antara kamu (juga). Janganlah kamu mengira bahwa peristiwa itu buruk bagimu, sebaliknya itu baik bagimu. Setiap orang dari mereka akan mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Adapun orang yang mengambil peran besar di antara mereka, dia mendapat azab yang sangat berat. (QS. An-Nur: 11)
Allah menurunkan ayat tersebut untuk membersihkan nama Aisyah serta menyatakan bahwa fitnah merupakan kebohongan besar. Melalui ayat tersebut Allah mengecam para penyebar fitnah dan memberikan peringatan keras agar tidak mengulanginya.
Melalui turunnya surat An-Nur ayat 11-20 Allah telah menegaskan bahwa Aisyah suci dan tidak bersalah, tuduhan yang disebarkan merupakan dusta. Orang yang menyebarkan fitnah tersebut akan mendapatkan azab, dan sebagai orang yang beriman haruslah kita untuk berprasangka baik.
لَوْلَآ اِذْ سَمِعْتُمُوْهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بِاَنْفُسِهِمْ خَيْرًاۙ وَّقَالُوْا هٰذَآ اِفْكٌ مُّبِيْنٌ
Artinya: Mengapa orang-orang mukmin dan mukminat tidak berbaik sangka terhadap kelompok mereka sendiri, ketika kamu mendengar berita bohong itu, dan berkata, “Ini adalah (berita) bohong yang nyata?” (QS. An-Nur: 12)
Ketika ramai masyarakat Madinah yang termakan fitnah tersebut, Rasulullah tidak tergesa-gesa menyimpulkannya, beliau selalu bermusyawarah dengan para sahabatnya. Tidak hanya itu beliau juga tetap menghormati Aisyah, sembari menunggu keputusan Allah. Dalam hal ini sikap yang diambil oleh Rasulullah dapat dijadikan teladan.
Setelah turunnya surat An-Nur ayat 11-20 sebagai bentuk pembelaan dari Allah, Rasulullah menetapkan hukuman bagi orang yang terbukti ikut serta menyebarkan fitnah. Islam sangat tegas dalam menjaga kehormatan seseorang.
اِنَّ الَّذِيْنَ يُحِبُّوْنَ اَنْ تَشِيْعَ الْفَاحِشَةُ فِى الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌۙ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang senang atas tersebarnya (berita bohong) yang sangat keji itu di kalangan orang-orang yang beriman, mereka mendapat azab yang sangat pedih di dunia dan di akhirat. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui (QS. An-Nur: 19)
Itulah pembahasan dari turunnya surat An-Nur ayat 11-20 dan fitnah keji terhadap Aisyah R.A. Melalui peristiwa tersebut dapat kita ambil pelajaran bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan, karena fitnah dapat menghancurkan kehormatan seseorang dan merusak persatuan umat. Penting untuk terus bersikap tabayyun.
Penulis: Lintang Suryaningrum