Alfatihah.com – Dalam kehidupan, setiap manusia pernah dihadapkan sebuah kesempatan dan pilihan untuk menentukan arah hidup selanjutnya. Seseorang yang selalu memenangkan banyak hal dalam hidupnya pun pernah tertatih-tatih menopang masalahnya.
Islam menganjurkan untuk usaha maksimal jika menginginkan suatu hal agar dapat tercapai. Seseorang yang meraih kesuksesan bukan semata-mata tentang hasil, melainkan juga usaha, proses,dan juga doa.
Kita seringkali mengeluh dan berputus asa karena sudah berdoa dan berusaha namun tak kunjung mendapatkan hasil sesuai seperti yang diinginkan. Padahal Allah SWT selalu memberikan segala hal di waktu yang tepat dan hasil yang maksimal.
Usaha maksimal saja belum cukup dalam Islam. Karena dalam Islam, selain usaha ada juga yang namanya tawakal yaitu menyerahkan segala sesuatu kepada Allah SWT. Setelah manusia berusaha, maka dianjurkan untuk berserah diri kepada Allah SWT apapun hasilnya.
Jika seorang hamba sudah berserah diri, maka hal tersebut dilandasi dengan iman dan percaya. Ketika sudah meyakini bahwa Allah mengabulkan doanya, maka kita yang sudah usaha maksimal tinggal menunggu saja hasilnya dibarengi dengan tawakal.
Sesungguhnya segala aktivitas yang kita lakukan dalam kehidupan ini juga tergantung pada seberapa keras perjuangan dan semangat kita. Oleh karena itu manusia harus memiliki semangat perjuangan dan usaha maksimal untuk meraih setiap hal dalam hidupnya.
Berikut ini ayat dan hadist untuk siapapun yang sedang berjuang dalam hidupnya agar senantiasa percaya pada takdir-Nya:
وَلِكُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوْاۗ وَمَا رَبُّكَ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ
Artinya: “Masing-masing orang ada tingkatannya, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”
Tidak ada satu tetes air matamu yang tidak diketahui oleh Allah SWT. Ketika sudah usaha maksimal, maka serahkanlah segala sesuatu kepada Allah SWT untuk hasilnya.Kehidupan manusia adalah sebuah perjalanan yang panjang dan penuh perjuangan. (QS. Al-An’am: 132)
وَاَنْ لَّيْسَ لِلْاِنْسَانِ اِلَّا مَا سَعٰىۙ
Artinya: “bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
Ayat tersebut juga menjelaskan sebenarnya manusia tidak hidup penuh pada kendali takdir, melainkan Allah SWT juga memberikan kesempatan untuk manusia bisa berusaha dalam merubah takdirnya melalui doa dan usaha.
Setiap usaha maksimal yang dilakukan oleh manusia akan mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan kesungguhan dan niatnya. Oleh sebab itu, pentingnya selalu berprasangka baik kepada Allah SWT agar usahanya juga diberikan hasil yang adil dan sesuai. (QS. An-Najm: 39)
وَاَسِرُّوْا قَوْلَكُمْ اَوِ اجْهَرُوْا بِهٖۗ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Artinya: “Rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati.” (QS. Al-Mulk: 13)
Allah SWT sangat mengetahui apa yang disembunyikan hamba-Nya dibalik senyumannya. Meskipun banyak menyembunyikan luka dan selalu tampak terlihat baikl-baik saja, tapi Allah SWT tak pernah lalai atau sedikitpun mengabaikan hamba-Nya.
“Ketahuilah, sesungguhnya datangnya kemenangan itu bersama dengan kesabaran. Bersama kesempitan pasti akan ada jalan keluar. Bersama kesusahan pasti ada kemudahan.” (Hadist Riwayat Abd Humaid)
Percayalah, jika sudah usaha maksimal, cara lain yang bisa dilakukan adalah sabar menerima apapun hasilnya dari Allah SWT. Kesabaran akan mendatangkan kemenangan dan jika kita sudah ikhlas menerimanya, maka Allah SWT akan selalu menuntun jalannya.
اِنَّ رَبِّيْ قَرِيْبٌ مُّجِيْبٌ
Artinya: “Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat lagi Maha Memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS. Hud: 61)
Allah SWT sangatlah dekat dengan hamba-Nya. Tanpa kita sadari, Allah SWT lah yang selalu ada untuk membantu dan menolong kita. Jadi yakinilah bahwa setiap usaha maksimal yang dilakukan pasti akan membawa banyak kebaikan dan manfaat baik.
Itulah tadi fakta-fakta Islam untuk siapapun yang sedang berjuang dalam usahanya. Islam sangat mengajurkan setiap manusia untuk selalu berusaha untuk memperoleh apa yang diinginkan sehingga takdir itu juga bisa berubah tergantung niat dan kesungguhannya. Percayalah pada setiap prosesnya.
Penulis: Suci Wulandari