Self Reward Berlebihan: Boros dengan Gaya Elit, Waspada Hasutan Setan!

Alfatihah.com – Istilah self reward pasti sudah tidak asing lagi untuk kita dengar, terutama pada kalangan anak muda. Setelah bekerja keras dan melewati berbagai rintangan, banyak orang merasa wajar untuk memberi hadiah pada diri sendiri. 

Tanpa disadari sering kali kita bersembunyi dibalik kata “self reward” padahal fakta yang terjadi adalah pemborosan. Sifat boros atau berlebihan tentu saja tidak disukai oleh islam.

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Self Reward?

Sama seperti artinya jika diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, self reward berarti penghargaan diri. Memberi hadiah atau penghargaan pada diri sendiri setelah melakukan atau melewati sesuatu yang begitu berat dengan tujuan menjaga kesehatan fisik dan mental. 

Seringkali mendapati seseorang melakukan self reward padahal tidak ada hal berat yang telah dilakukan. Dalam islam memang tidak ada larangan untuk menghargai atau membahagiakan diri sendiri. Islam menganjurkan untuk kita menjaga fisik dan mental agar tetap sehat. 

Masalah yang sering muncul dibalik istilah self reward:

1. Boros atau belanja secara berlebihan

2. Mengejar gengsi

3. Menghamburkan uang

4. Lupa cara bersyukur

5. Lupa dengan batas kemampuan

Jika setiap lelah yang telah kita lewati selalu kita rayakan dengan hadiah atau barang, menghargai diri  bisa jadi penyebab hilangnya rasa syukur. 

Boros dengan Gaya Elit: Hasutan Setan

Ada banyak cara setan untuk menggoda manusia, salah satunya yaitu dengan mengendalikan diri manusia tersebut. Sama halnya seperti melakukan self reward yang di dalam hati meyakinkan diri jika hanya sekali itu saja, faktanya kita akan mengulangi terus menerus seperti tanpa adanya kendali pada dalam diri. 

Allah berfirman pada QS. Al-Isra ayat 27:

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

Artinya: “Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”.

Pada ayat tersebut Allah telah memperingatkan kita sebagai hambanya untuk tidak melakukan sikap boros dan menghamburkan harta, yang mana sikap tercela dalam islam. Karena dalam firman Allah SWT sikap boros merupakan sikap yang dimiliki oleh saudara setan. 

Dalam ayat tersebut mengajarkan kepada kita untuk menggunakan harta kita untuk hal yang baik dan amanah, bukan untuk dihamburkan tanpa tujuan dan manfaat. Oleh karena itu perlu kita belajar untuk mengelola rezeki yang Allah berikan dengan sebaik mungkin dan gunakan untuk hal yang baik dan bermanfaat.

Self Reward yang Bernilai

Penghargaan diri yang kita lakukan selama ini diperbolehkan asal masih dengan batas wajar. Kita boleh menghadiahi diri sendiri dengan makanan enak, barang, tempat favorit, tapi perlu diingat untuk sepadan dengan usaha yang telah kita lakukan dan jangan sampai terbelenggu dalam nafsu. 

Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk merayakan diri sendiri loh dan tentunya lebih bermakna, seperti:

1. Bersedekah

Kita bisa melakukan nya dengan cara bersedekah. Manfaatnya dapat menumbuhkan rasa syukur dan juga berbagi dengan sesama. Selain itu kita juga bisa melihat jika ternyata diri kita itu hebat dan pantas untuk dibanggakan.

2. Beristirahat yang Cukup

Kita juga dapat memberi hadiah dengan cara istirahat yang cukup. Diri yang sudah bekerja sangat keras pantas dan layak untuk diistirahatkan, dengan itu kita juga bisa menjaga kesehatan dan melakukan aktivitas dengan semangat lagi. 

3. Menikmati Diri Sendiri

Menikmati sesuatu tidak harus ditempat mewah bersama teman, terkadang kita lupa untuk menikmati waktu bersama diri sendiri. Kita bisa melakukannya dengan menonton film atau mungkin membaca buku.

4. Mendekatkan Diri dengan Allah

Setelah melewati hal yang berat kita perlu untuk berterimakasih kepada Allah. Caranya bisa kita lakukan dengan beribadah kepadanya dan berdoa agar selalu dibersamai dan dimudahkan setiap langkah yang kita jalani. 

Itulah pembahasan terkait self reward yang sering kita salah artikan dan mengundang sifat boros pada diri. Masih banyak cara untuk menghargai diri sendiri yang dapat kita lakukan tanpa dengan hal yang mahal. Terkadang yang kita butuhkan hanyalah rasa syukur untuk bahagia. Islam tidak melarang kita untuk menikmati rezeki selagi kita tidak lupa diri.

Penulis: Lintang Suryaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia