5 Nabi yang Pernah Merasakan Kecewa, Teladan Kesabaran Umat Islam 

Alfatihah.com – Setiap orang pastilah pernah merasakan kecewa, hal tersebut hal yang wajar dialami setiap manusia. Para nabi yang merupakan manusia pilihan Allah juga pernah merasakan kecewa. Nabi bukan berarti tidak mempunyai rasa lelah, sedih, dan kecewa, mereka juga manusia biasa seperti kita, yang membedakan adalah cara menyikapinya.

Ketika merasakan kecewa, mereka tetap sabar dan juga tawakal. Mereka juga tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT. 

5 Nabi yang Pernah Merasakan Kecewa

Berikut lima nabi yang pernah merasakan kecewa, serta dapat menjadi teladan bagi umat muslim atas kesabaran yang mereka terapkan.

1. Nabi Nuh AS

Nabi Nuh as telah melakukan dakwah kepada kaumnya kurang lebih selama 950 tahun. Selama ratusan tahun tersebut, Nabi Nuh mengajak kaumnya untuk menyembah Allah dan menjauhi berhala. Nabi Nuh juga mengajak agar kaumnya menjauhi maksiat dan kembali ke jalan yang benar. 

Namun ajakan yang beliau lakukan malah berbanding terbalik, sebagian besar kaumnya malah mengejek nabi Nuh dan menganggapnya gila. Ajaran yang diajarkan ditolak dan menganggap jika apa yang nabi Nuh ajarkan adalah kebohongan, para kaumnya tetap menyembah berhala. 

Tidak hanya kaumnya saja, istri dan anak nabi Nuh juga tidak mau beriman kepada Allah SWT. Hal tersebut terasa sangat menyakitkan baginya, karena orang terdekatnya pun menolak ajaran nya dan menolak ajakan kebenaran. 

Sebagai manusia, nabi Nuh juga merasakan kecewa akan hal itu. Nabi Nuh telah berdakwah hampir 1000 tahun dengan mengorbankan tenaga dan waktu, namun yang ia terima hanyalah cemooh dan hinaan. Ditengah rasa kecewa tersebut, beliau tetap berdoa kepada Allah SWT. Seperti yang dijelaskan pada QS. Nuh: 26

وَقَالَ نُوْحٌ رَّبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْاَرْضِ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ دَيَّارًا

Artinya: Nuh berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.

2. Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW juga pernah mengalami rasa kecewa, salah satu peristiwa yang paling menyedihkan dalam hidupnya yaitu ketika dirinya berdakwah ke Thaif. Tekanan di Mekah yang semakin berat membuat Rasulullah SAW memutuskan untuk pergi ke kota Thaif untuk melanjutkan dakwah dengan harapan penduduknya mau menerima Islam. 

Namun sesampainya disana respon masyarakat Thaif sangat buruk, mereka menolak dakwah beliau. Masyarakat sana menghina dan mengejek hingga menghasut anak-anak dan budak, tak hanya itu mereka juga melempari Rasulullah SAW dengan batu. Akibat lemparan batu tersebut membuat kakinya penuh dengan darah hingga terjatuh lemah. 

Meskipun sudah disakiti, Rasulullah SAW tidak menyimpan dendam bahkan tidak ada niatan untuk membalas perbuatan mereka. Rasulullah SAW malah melakukan hal yang sebaliknya yaitu memaafkan dan mendoakan masyarakat Thaif, beliau tetap sabar dan tetap optimis untuk berdakwah. 

3. Nabi Yunus AS

Nabi Yunus as diutus oleh Allah SWT untuk melakukan dakwah kepada suatu kaum di daerah Ninawa. Beliau bertugas untuk mengajak kaum tersebut agar menyembah Allah dan meninggalkan kemusyrikan. Namun dalam waktu yang cukup lama, kaumnya tetap membangkang dan tidak mau beriman kepada Allah SWT. 

Nabi Yunus merasakan kecewa karena dakwah yang beliau lakukan dengan sungguh-sungguh tidak membuahkan hasil. Beliau menasehati kaumnya berulang kali dan bersabar untuk waktu yang cukup lama, namun beliau tetap tidak melihat adanya perubahan dari kaumnya. Rasa lelah dan kecewa membuatnya meninggalkan kaum tersebut tanpa izin Allah. 

وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَۚ

Artinya: (Ingatlah pula) Dzun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, “Tidak ada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.” (QS. Al-Anbiya: 87)

Setelah meninggalkan kaum tersebut Allah menegur Nabi Yunus karena telah meninggalkan tugas dakwahnya terlalu cepat. Beliau tercebur di laut dan ditelan oleh seekor paus besar saat perjalanan usai meninggalkan kaumnya. Setelah itu Nabi Yunus pun bertaubat dan mengakui kesalahannya dengan kerendahan hatinya. 

4. Nabi Ya’qub AS

Selanjutnya yaitu Nabi Ya’qub as yang sangat mencintai putranya, Nabi Yusuf as. Pada saat itu Nabi Ya’qub mendapatkan kabar bahwa putaranya Yusuf telah hilang, hal itu membuatnya menangis hingga membuat penglihatannya melemah atau rabun akibat  terlalu sering menangis. 

وَتَوَلّٰى عَنْهُمْ وَقَالَ يٰٓاَسَفٰى عَلٰى يُوْسُفَ وَابْيَضَّتْ عَيْنٰهُ مِنَ الْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيْمٌ

Artinya: Dia (Ya‘qub) berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, “Alangkah kasihan Yusuf,” dan kedua matanya menjadi putih karena sedih. Dia adalah orang yang sungguh-sungguh menahan (amarah dan kepedihan). (QS. Yusuf: 84)

Meskipun menghadapi kesedihan yang mendalam, Nabi Ya’qub tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Sesulit apapun kondisinya beliau tetap berharap kepada Allah.

5. Nabi Musa AS

Ketika Nabi Musa as kembali dari bukit sinai usai menerima wahyu, ia mendapati kaumnya yang justru tengah menyembah patung anak sapi. Kala itu nabi Musa ngat merasakan kecewa yang beliau rasakan adalah perasaan marah dan juga sedih. Namun meskipun begitu nabi Musa tetap membimbing umatnya untuk menuju jalan kebenaran. 

Itulah kisah 5 Nabi yang pernah merasakan kecewa, dari kisah tersebut dapat menjadi pengingat bagi kita bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Setiap ujian yang Allah berikan pasti mengandung hikmah jika dihadapi dengan kesabaran, keikhlasan, dan tawakal.

Penulis: Lintang Suryaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia