Inilah Larangan dan Bahaya Tajassus dalam Kehidupan, Hati-hati Timbul Dosa Besar Terhadap Mukmin!

Alfatihah.com – Tajassus merupakan termasuk kegiatan tercela dan bisa merugikan diri sendiri. Dimana suka mencari-cari kesalahan orang lain bisa menimbulkan dosa besar terhadap mukmin.

Oleh karenanya ada larangan dan bahaya tajassus jika dilakukan apalagi menjadi kebiasaan. Tak hanya masalah etika (sopan santun), tapi juga bisa merubah kesehatan dari moral individu tersebut dan kerusakan stabilitas sosial.

Selain merusak hubungan dengan sesama manusia, tajassus juga bisa merusak hubungan dengan Allah SWT. Jadi, apa saja larangan dan bahaya tajassus dalam kehidupan? Berikut penjelasannya!

Larangan Tajassus

Perbuatan tajassus dilarang karena mencampuri urusan orang lain tanpa ada dasar. Mereka yang melakukan tajassus hanyalah haus dengan kesalahan orang lain tanpa memikirkan kesalahan diri sendiri (merasa diri benar).

Oleh karena itu, perbuatan tajassus ini sangat dilarang dalam Islam karena menimbulkan dosa besar. Karena bisa merusak stabilitas hubungan antar manusia dan Sang Pencipta.

Larangan tajassus ini lengkap ada dari Al Quran dan Hadits. Yang mana berarti perintah langsung dari Allah SWT dan Rasulullah SAW.

1. Al Quran

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka (kecurigaan), karena sebagian dari berprasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang.” (QS. Al Hujurat: 12).

Dalam ayat tersebut mengandung pembahasan mengenai larangan perbuatan tajassus. Sangat jelas, Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk menjauhi prasangka dan mencari keburukan orang lain.

Perbuatan tajassus ini biasanya kelanjutan dari berprasangka buruk. Oleh karenanya dalam ayat di atas melarang kedua perbuatan tersebut, karena bisa menyebabkan kerusakan.

2. Hadits

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوا، وَلاَ تَجَسَّسُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Dari Abu Hurairah ra., dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, “Jauhilah prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu berita yang paling dusta. Dan janganlah kamu melakukan tahassus, tajassus, saling hasad, saling membelakangi, dan saling benci. Jadilah kalian bersaudara, wahai para hamba Allah!”. (HR. Al-Bukhâri, no. 6064)

Dari hadits yang disabdakan langsung dari Rasulullah SAW pun selaras dengan ayat Al Quran dari firman Allah SWT di atas. Dimana para hamba Allah dalam hadits tersebut diperintahkan untuk menjauhi prasangka dan perbuatan tajassus.

Bahaya Tajassus

1. Menimbulkan Kerusakan

Kerusakan yang dimaksud disini adalah menimbulkan kebencian dan juga perpecahan yang merupakan bahaya tajassus. Karena setiap ada orang yang melakukan perbuatan tajassus (mencari-cari kesalahan orang lain), orang itu sendirilah yang mengawali akar kebencian dalam hatinya.

Kebencian itu berbentuk prasangka yang biasa dibuat-buat atau tidak benar. Kemudian kebencian dalam bentuk prasangka itu akan menjalar menjadi fitnah, ghibah, berkahir konflik yang berkepanjangan.

2. Hilangnya Keberkahan Hidup

Orang-orang yang senang melakukan tajassus, akan menjadikan hidupnya hilang dari keberkahan. Padahal, makna hidup sebenernya adalah mencari keberkahan dan ridho dari Allah SWT, sangatlah rugi bagi orang-orang yang hanya bisa menegerjakan tajassus di dunia ini.

Ada beberapa hadits yang selaras dengan pembahasan bahaya tajassus. Berikut hadits-haditsnya, yang artinya sebagai berikut:

Rasulullah SAW bersabda, “Jika engkau mencari-cari keburukan orang, engkau telah merusak mereka atau engkau hampir merusak mereka.” (HR. Abu Dawud, no. 4888)

Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang mengintipmu tanpa izin lalu engkau melemparnya dengan kerikil sehingga dia kehilangan matanya, engkau tidak berdosa.” (HR. Al-Bukhari, no. 6902; Muslim, no. 2158)

3. Datangnya Kemurkaan Allah SWT

Bahaya tajassus tak hanya menimbulkan kebencian antar sesama manusia, tapi juga bisa mendatangkan kemurkaan Allah SWT. Karena Islam sangat melarang perbuatan tersebut, dan sangat menekankan betapa pentingnya menjaga harga diri dan kehormatan sesama Muslim.

Jika orang yang suka bertajassus, maka dia akan mendapat kemurkaan Allah SWT. Berupa dilucuti kehormatan dan aibnya oleh Allah SWT, atau bahkan bisa dengan cara yang tidak bisa diduga-duga sebelumnya.

Demikianlah beberapa larangan dan bahaya tajassus dalam kehidupan. Islam sangat melarang perbuatan ini, karena sifatnya merusak sesama bahkan pada Sang Pencipta.

Penulis: Ghina Shelda Aprelka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia