Mengenal Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah, Inilah Pengertian hingga 4 Perbedaannya!

Alfatihah.com – Sebagai manusia khususnya orang Muslim biasanya diwajibkan untuk selalu taat beribadah. Dimana di kehidupan ini ada dua jenisnya, yaitu ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah.

Dimana keduanya memiliki pengertian dan perbedaannya masing-masing. Hal ini bisa dilakukan oleh seorang Muslim dalam menjalankan ibadah di kehidupannya, agar mendapatkan pahala yang melimpah.

Dengan mengerjakan berbagai ibadah, seorang manusia akan mendapatkan kehidupan yang lebih tenang dan terhindar dari dosa. Berikut pengenalan ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah yang biasanya dilakukan oleh umat Muslim.

Pengertian Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah

1. Ibadah Mahdhah

Ibadah mahdhah ini memiliki pengertian yaitu yang di dalamnya terikat langsung dengan hubungannya pada Allah SWT. Ibadah ini tidak bisa diwakilkan orang lain untuk melakukannya, namun harus dilakukan sendiri.

Jadi, ibadah ini adalah murni dan tidak bisa dicampuri oleh pengaruh lainnya. Pelaksanaannya dijelaskan dalam Al Quran dan Hadits.

Tujuan ibadah mahdhah adalah semata-mata untuk pendekatan diri pada Allah SWT. Contoh dari ibadah ini yaitu seperti shalat, puasa, zakat, membaca Al Quran, mandi wajib, wudhu, dan lain sebagainya.

2. Ibadah Ghairu Mahdhah

Sedangkan ibadah ghairu mahdhah ini merupakan perbuatan baik yang bernilai ibadah yang bernilai positif untuk diri sendiri maupun orang lain. Hal ini bisa dikatakan sebagai suatu ibadah, karena dilakukannya dengan niat ikhlas karena Allah SWT.

Ibadah ini bisa diwakilkan dalam melakukannya oleh orang lain. Contoh ibadah ini yaitu dengan menuntut ilmu, bekerja untuk mencari nafkah, menolong kepada sesama, dan lain sebagainya.

Perbedaan Ibadah Mahdhah dan Ghairu Mahdhah

1. Penetapan

Perbedaan ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah yang pertama yaitu dilihat dari penetapannya. Dimana keduanya memiliki perbedaan yang sangat jauh dalam hal penetapan asal-usulnya.

Sejak pertama enetapan ibadah mahdhah berdasarkan dengan dalil syariat. Sedangkan ibadah ghairu mahdhah awal ditetapkannya yaitu bukan bernilai ibadah, namun bisa berganti statusnya menjadi ibadah dikarenakan niat ikhlas dari pelakunya.

2. Pengerjaannya

Pengerjaan ibadah mahdhah sudah jelas, yaitu untuk meraih pahala di akhirat. Sedangkan ibadah ghairu mahdhah ini pengerjaannya untuk memenuhi kebutuhan duniawi dan bukan untuk meraih pahala di akhirat, namun juga bisa mendatangkannya dengan syarat tertentu.

3. Diketahuinya Amal Perbuatan

Amal perbuatan ketika setelah melakukan kedua ibadah ini juga memiliki perbedaan yang signifikan. Dimana ibadah mahdhah hanya diketahui amal perbuatannya melalui jalan wahyu dan tidak ada jalan lainnya.

Sedangkan ghairu mahdhah bisa diketahui oleh akal manusia dan budaya. Ibadah ini juga tidak ada wahyu langsung dari para rasul.

4. Tujuan Dilakukan

Perbedaan ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah yang terakhir yaitu berdasarkan tujuan dilakukan atau maksud dari penerapannya. Tentu saja, manusia tidak bisa menjangkau dengan akal tujuan dari ibadah mahdhah.

Mengapa mewajibkan sholat? Wallahua’lam, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui. Akal manusia sangat terbatas dan tidak mudah untuk menjangkaunya apalagi memahaminya.

Kemudian, tujuan dilakukannya ibadah ghairu mahdhah ini berbanding kebalik dengan mahdhah. Dimana bisa dilihat dan diketahui akal manusia dengan mudah.

Demikianlah beberapa pengenalan mengenai ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah, dari mulai pengertian hingga perbedaannya. Kedua istilah ini harus dipahami oleh umat Muslim, karena setiap hari mereka melakukannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia