Fenomena Flexing di Sosial Media, Bagaimana Menurut Pandangan Islam?

Alfatihah.com – Sosial media merupakan bentuk sarana mengekspresikan diri. Namun, tak jarang saat ini sosial media dijadikan sebuah ajang untuk memamerkan harta kekayaan atau sesuatu yang berhasil dicapai agar terlihat hebat di mata orang lain dan mendapatkan pujian. Hal inilah yang disebut dengan fenomena flexing.

Fenomena flexing ini sangat membahayakan bagi umat Islam karena dapat menarik pada hal-hal negatif lainnya seperti riya, ujub, bahkan hasad. Banyak sekali faktor yang menyebabkan seseorang melakukan flexing dan hanya ingin mendapatkan status sosial di masyarakat.

Lalu bagaimana Islam menanggapi fenomena ini? Yuk ketahui lebih lanjut!

Fenomena Flexing Menurut Pandangan Islam

Dalam Islam, fenomena flexing masuk dalam kategori riya’ yang dimana seseorang memamerkan sesuatu yang dimiliki. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, ‘Apa itu wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, “Riya.” (Hadist Riwayat Ahmad No. 23630)

Tak jarang, demi untuk terlihat hebat dan keren di sosial media, seseorang terpaksa membeli banyak barang mewah yang bahkan barang tersebut bukanlah barang yang dibutuhkan. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا

Artinya: “Sesungguhnya para pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al-Isra’: 27)

Dalam pandangan Islam, flexing adalah perbuatan negatif yang pada dasarnya adalah dilarang karena hanya untuk ajang pamer bahkan bisa sampai merendahkan seseorang. Seseorang yang hanya sibuk dengan memamerkan hartanya cenderung tidak peduli dengan saudaranya yang membutuhkan.

Seseorang yang sombong bisa menjadikan dirinya terhalang untuk masuk surga karena Allah SWT tidak memandangnya. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍۚ

Artinya: “Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)

Pada dasarnya Islam tidak pernah melarang hamba-Nya untuk menikmati rezeki yang telah Allah SWT berikan, yang menjadi kesalahan adalah jika harta tersebut justru hanya dibuat sebagai ajang flexing semata.

Itulah tadi mengenai fenomena flexing di sosial media menurut pandangan Islam. Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah melihat harta dan kekayaan seseorang melainkan amal ibadah yang dilakukannya. Jangan sampai flexing ini justru menjadi hal yang menambah dosa kita bahkan dapat menjerumuskan kita ke dalam api neraka. 

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia