5 Adab pada Anak Yatim, Salah Satunya Memuliakan Mereka!

Alfatihah.com – Pada anak yatim ternyata juga adabnya, dan hal ini tercantum juga dalam Al Quran maupun hadits. Dimana salah satu adab pada anak yatim yaitu dengan memuliakan mereka.

Anak yatim sendiri memiliki pengertian yaitu seorang anak yang ditinggal wafat oleh ayahnya. Dimana anak yang seperti ini sangat dimuliakan oleh Allah SWT, termasuk juga dalam agama Islam.

Oleh karenanya ada adab yang diberlakukan untuk anak yatim. Apa saja adab pada anak yatim? Berikut diantaranya yaitu:

Adab pada Anak Yatim

1. Bersikap Baik

Adab pertama pada anak yatim yaitu dengan bersikap baik kepadanya. Hal ini tertuang dalam Al Quran, firman Allah SWT yang artinya:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS. An Nisa: 36).

Bersikap baik yang dimaksud disini adalah dengan melakukan penjagaan, yang bisa membuat anak yatim tersebut nyaman dan aman jika bersama kita. Dengan begitu, anak yatim akan merasakan kesejahteraan dalam hidup.

Bersikap baik adalah hal paling dasar yang bisa dilakukan oleh sesama mukmin. Dimana jika kita tidak mempunyai harta atau sesuatu yang bisa membantunya, kita bisa bersikap baik terhadapnya.

2. Memuliakan

Memuliakan adalah adab pada anak yatiim yang paling utama. Dimana hal ini juga selaras dengan firman Allah SWT yang artinya yaitu:

“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya kamu tidak memuliakan anak yatim.” (Al-Fajr: 17)

Dalam ayat di atas menandakan bahwa memuliakan anak yatim adalah suatu kewajiban bagi seorang Muslim. Jadi, tidak boleh melakukan perbuatan-perbuatan keji pada anak yatim.

Dikarenakan hal tersebut tidak disukai oleh Allah SWT. Perilaku yang bertentangan dengan sikap memuliakan, akan mendapatkan ganjarannya sendiri jika melakukannya.

3. Mengurus dengan Adil dan Pantas

Jika mempunyai kewajiban untuk mengasuh anak yatim, asuhlah dengan adil dan pantas. Seperti orang tua asuh atau orang-orang yang mengelola panti asuhan.

Penting untuk diperhatikan, anak-anak yatim juga mempunyai hak dan kesetaraan yang sama dengan yang lainnya. Janganlah membedakan satu sama lain ketika mengasuhnya.

Dengan memperlakukan anak yatim secara adil dan pantas, maka ia akan hidup lebih baik dan sejahtera. Tidak merasa sendiri dan terlantar, di tengah kesedihan yang mereka alami.

4. Tidak Membeda-bedakan

Menegaskan poin yang sebelumnya, adab pada anak yatim yaitu tidak membeda-bedakannya. Jadikanlah mereka seperti saudara sendiri ketika berhadapan dengannya.

Sikap peduli seperti ini yang paling disukai Allah SWT, apalagi jika untuk anak yatim. Perilaku seperti ini juga bisa menjadikan aman anak yatim, dan merasa orang-orang disekitarnya juga menyayanginya.

Tidak membeda-bedakan dan juga menjadikan anak yatim seperti saudara akan menjadikan mereka tidak hidup sendiri. Hal ini akan sangat mempengaruhi kondisi fisik dan juga psikis anak yatim dalam masa pertumbuhannya.

5. Memberikan Santunan atau Bantuan

Adab pada anak yatim yang terakhir adalah dengan memberikan santunan atau bantuan. Hal ini sangat dianjurkan dalam agama Islam sebagai bentuk mengasihi dan menyayangi anak yatim.

Karena kebanyakan anak yatim hidupnya tidak berkecukupan. Dan sedikit yang berkecukupan karena mempunyai harta warisan.

Oleh karenanya, anak yatim ini memerlukan uluran tangan pada semua orang. Hal ini agar bisa membantu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Demikianlah beberapa adab pada anak yatim yang harus diterapkan. Hal ini sangat diwajibkan dalam agama Islam dan perintah Allah SWT.

Penulis: Ghina Shelda Aprelka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia