Alfatihah.com – Karakter khawarij, merupakan karakter seseorang yang hendak memisahkan diri atau keluar dari ketentuan syariat sebenarnya. Mereka mengerjakan puasa, salat, zakat, dan rukun-rukun Islam lainnya tetapi tidak mengamalkan sesuai dengan syariat. Padahal Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya: “Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Ankabut: 45)
Karakter khawarij adalah karakter seorang muslim yang buruk, ibaratnya mereka membaca Al-Qur’an dan firman-firman Allah SWT namun mereka tidak mengamalkan sesuai dengan isinya. Mereka hanya sibuk menasehati orang lain dengan ayat Al-Qur’an maupun dalil-dalil tetapi dirinya sendiri tidak menerapkan hal demikian.
Karakter khawarij merupakan karakter yang mencerminkan kedangkalan ilmunya seorang muslim meskipun banyat ayat dan dalil yang mereka serukan sebagai senjata. Mereka menggunakan senjata ayat sebagai sebuah pembenaran tindak mereka dalam mencela tanpa memberikan sebuah solusi.
Rasulullah SAW bersabda:
“Akan muncul suatu kaum dari umatku yang membaca Al-Qur’an, yang mana bacaan kalian tidak sebanding dengan bacaan mereka sedikitpun, tidak pula salat kalian sebanding dengan salat mereka sedikitpun, dan tidak pula puasa kalian sebanding dengan puasa mereka sedikitpun.” (Hadits Riwayat Muslim)
Lebih jauh lagi, karakter khawarij merupakan kelompok yang muncul di dalam sejarah Islam dengan ciri khas ghuluw. Sebagai umat Islam yang lahir saat ini, kita hendaknya dapat waspada agar tidak sampai percaya kepada kaum-kaum yang seperti ini.
Kita tidak boleh sampai menyimpang pada syariat Islam yang sesungguhnya. Kaum yang memiliki karakter khawarij sering melabeli pemimpin kaum muslimin itu tidak adil. Mereka senantiasa berprasangka buruk dan selalu melihat pemimpin itu selalu menerapkan kebijakan yang buruk tanpa pertimbangan.
Meskipun pemimpin muslimin berbuat zalim namun tidak memaksa kita berbuat maksiat maka kita wajib mengikutinya dan tetap mengakui keislamannya maka kita bukan bagian dari orang berkarakter khawarij.
Kita boleh untuk memberikan kritik maupun saran tetapi tetap harus mengedepankan adab bersuara dan berpendapat dalam Islam. Kita juga tidak diperbolehkan begitu saja melabeli seseorang muslim juga memiliki karakter khawarij.
Kaum khawarij dikabarkan akan selalu ada hingga akhir zaman nanti. Berikut ini ciri-ciri yang dapat terlihat:
Seseorang yang memiliki karakter ini suka sekali mencela dan menganggap sesat para imam. Sifat ini jelas tercermin dalam pendirian Dzul Khuwaishirah terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan perkataanya :
فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اعْدِلْ
Artinya: “Wahai Rasulullah berlaku adillah.”
Dzul Khuwaishirah telah menganggap dirinya lebih wara’ daripada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menghukumi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang yang curang dan tidak adil dalam pembagian.
Ini adalah sifat Khawarij lainnya yang tampak dalam hukum syaikh mereka Dzul Khuwaishirah si pandir dengan tuduhannya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak ikhlas dengan berkata:
وَاللَّهِ إِنَّ هّذِهِ لَقِسْمَةٌ مَا عَدَلَ فِيْهَا وَمَا أُرِيْدَ فِيْهَا وَجْهُ اللَّه
Artinya: “Demi Allah, sesungguhnya ini adalah suatu pembagian yang tidak adil dan tidak dikehendaki di dalamnya wajah Allah.”
Ibnu Abbas juga telah mengisyaratkan pelampauan batas mereka ini ketika pergi untuk mendebat pendapat mereka. Beliau berkata:
“Aku belum pernah menemui suatu kaum yang bersungguh-sungguh, dahi mereka luka karena seringnya sujud, tangan mereka seperti lutut unta, dan mereka mempunyai gamis yang murah, tersingsing, dan berminyak. Wajah mereka menunjukan kurang tidur karena banyak berjaga di malam hari.”
Dalam masalah ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan kepada kita dalam sabdanya.
يَقْرَءُوْنَ الْقُرآنْ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيْهُمْ
Artinya: “…Mereka membaca Al-Qur’an, tidak melebihi kerongkongannya”.
Itulah tadi pembahasan mengenai karakter khawarij dalam Islam dan juga ciri-cirinya. Seseorang yang memiliki karakter ini akan sangat membahayakan. Mereka ilmunya masih dangkal namun merasa menjadi orang yang paling benar.
Perlu kita pahami, jika tampilan ketakwaan seseorang tidak bisa diukur dari ibadahnya dan juga perkataannya karena hanya niat dari hatilah dan Allah SWT yang menentukan. Label seseorang yang saleh tidak akan pernah menjamin untuk bersih dari dosa dan tidak melakukan kesalahan sedikitpun.
Penulis: Suci Wulandari