Hukum Pelit Demi Berhemat Apakah Hal yang Wajar? Inilah Pandangan Islam!

Alfatihah.com – Dalam Islam, mengelola keuangan dengan bijak adalah hal yang sangat dianjurkan, sehingga sifat boros harus dijauhi. Namun, sering kali seseorang menyalah artikan antara sifat pelit dan hemat padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Terkadang, kita dituntut untuk menghemat keuangan yang ada. Namun bagaimana jika kita termasuk orang pelit?

Pelit demi berhemat menjadi salah satu isu yang cukup menarik untuk dibahas. Di suatu sisi Islam melarang kita untuk bersikap boros, tetapi juga bersifat pelit juga dicela. Kita dituntut untuk tetap dermawan kepada orang, tetapi juga tetap dalam batasan tertentu.

Lalu, sebenarnya bagaimana hukum pelit demi berhemat ini dalam Islam? Simak lebih lanjut!

Hukum Pelit Demi Berhemat dalam Islam

Islam sangat menganjurkan kita agar tidak mencintai harta dunia karena semua itu sifatnya adalah sementara dan titipan. Sehingga, Allah SWT menyukai orang yang gemar bersedekah. Namun, bagaimana jika kita ingin berhemat?

Hemat merupakan sebuah akhlak bukan berarti menjadi alasan untuk menahan hak orang lain. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَالَّذِيْنَ اِذَآ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَامًا

Artinya: “Dan, orang-orang yang apabila berinfak tidak berlebihan dan tidak (pula) kikir. (Infak mereka) adalah pertengahan antara keduanya.” (QS. Al-Furqan: 67)

Sifat pelit bukan hanya sekedar untuk berhemat melainkan menahan kewajiban. Padahal Allah SWT telah menjelaskan dengan tegas pada Surat Ali Imran ayat 180 yang berbunyi: 

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ يَبْخَلُوْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖ هُوَ خَيْرًا لَّهُمْۗ بَلْ هُوَ شَرٌّ لَّهُمْۗ سَيُطَوَّقُوْنَ مَا بَخِلُوْا بِهٖ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ وَلِلّٰهِ مِيْرَاثُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌࣖ

Artinya: “Jangan sekali-kali orang-orang yang kikir dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya mengira bahwa (kekikiran) itu baik bagi mereka. Sebaliknya, (kekikiran) itu buruk bagi mereka. Pada hari Kiamat, mereka akan dikalungi dengan sesuatu yang dengannya mereka berbuat kikir. Milik Allahlah warisan (yang ada di) langit dan di bumi. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” 

Banyak ulama tafsir yang menjelaskan jika pelit adalah menolak untuk melakukan zakat, nafkah, dan tanggung jawab sosial padahal ia mampu. Oleh sebab itu, Islam melarang sikap pelit demi berhemat karena sama saja menahan hak orang lain.

Untuk hidup hemat, bukan berarti seseorang harus pelit. Hemat adalah kemampuan seseorang dalam mengatur keuangan dengan baik, sedangkan pelit justru merupakan tindakan tercela karena tidak memberikan hak orang. Maka dari itu, hukum pelit demi berhemat bukanlah hal yang tepat dan dilarang.

Rasulullah SAW bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Artinya: Sedekah tidak pernah mengurangi harta seseorang.”

Rasulullah SAW juga bersabda dalam hadits lainnya: “Tidak akan miskin seseorang yang berhemat.” (Hadits Riwayat Ahmad)

Pelit itu sama saja dengan menolak hak Allah SWT dan juga manusia. Sedangkan hemat itu tetap memenuhi kebutuhan baik diri sendiri maupun keluarga serta menyisihkan sebagian hartanya untuk bersedekah kepada orang yang membutuhkan.

Pelit atau kikir merupakan salah satu perbuatan yang dilakukan oleh setan. Oleh sebab itu, tidak ada anjuran bagi manusia untuk berbuat pelit demi berhemat, karena yang benar adalah manusia harus bisa mengelola keuangannya dengan baik dan tetap memberikan harta titipan dari Allah SWT untuk diberikan sebagian pada orang lain.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

اَلشَّيْطٰنُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاۤءِۚ وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً مِّنْهُ وَفَضْلًاۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌۖ

Artinya: “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat keji (kikir), sedangkan Allah menjanjikan kamu ampunan dan karunia-Nya. Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 268)

Itulah tadi pembahasan mengenai hukum pelit demi berhemat. Perlu dipahami, jika Islam melarang kita untuk bersikap pelit, namun berhemat adalah sebuah anjuran untuk mengelola keuangan dengan baik. Kita harus bijak dalam mengetahui batasan keuangan supaya bukan termasuk golongan orang yang pelit.

Oleh sebab itu, berhemat namun tidak pelit merupakan salah satu konsep dalam menyeimbangkan keuangan dengan konsep akhlak yang baik. Jangan sampai kita menahan hak orang lain dan justru membuat diri kita tidak dipenuhi ridha dan keberkahan dari Allah SWT.

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia