Alfatihah.com – Tajassus merupakan sikap yang tercela dan dilarang untuk dilakukan. Seorang muslim harus sebisa mungkin dapat menghindari sikap tajassus.
Ada beberapa tips terhindar tajassus jika ingin hidup di dunia dan akhirat selamat. Selain itu juga akan menjelaskan apa evolusi tajassus di dalam dunia yang serba digital seperti sekarang ini.
Penasaran apa saja tips terhindar tajassus dan evolusinya di zaman sekarang? Sebelum ke tipsnya, mari bahas evolusinya di dunia digital terlebih dahulu!
Di dunia serba digital ini perbuatan tajassus pun berevolusi. Zaman dahulu melakukan tajassus (mencari kesalahan orang lain) dilakukan secara fisik dan langsung.
Namun di dunia yang serba digital ini menjadi lebih mudah melakukan tajassus di media sosial, seperti adanya berita gosip dan penyebaran informasi hoax. Hal ini sangat bertentangan sekali dengan syariat Islam.
Jika media sosial tidak digunakan dengan bijak, maka akan digunakan muncul perilaku negatif seperti tajassus. Orang yang terbiasa mencari-cari kesalahan orang lain, media sosial adalah makanan yang paling mereka incar.
Dalih kebebasan berekspresi biasanya diguanakan orang-orang yang suka melakukan perbuatan tajassus, padahal itu bisa termasuk fitnah. Seperti mengirimkan komentar negatif, penghakiman sepihak, dan lain sebagainya.
Muhasabah diri menjadi tips terhindar tajassus yang pertama dan paling utama. Dengan muhasabah diri, akan lebih fokus pada diri sendiri dan tidak mencari-cari kesalahan orang lain.
Dengan cara ini akan terus menyadarkan pelaku tajassus karena dirinya pun mempunyai banyak kekurangan dan dosa. Dan memang, setiap manusia punya kesalahan karena tidak sempurna, tapi tugas pertama seorang Muslim di dunia ini adalah dengan terus selalu memperbaiki diri setiap hari. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata:
يُبْصِرُ أَحَدُكُمْ القَذَاةَ فِي أَعْيُنِ أَخِيْهِ، وَيَنْسَى الجَذَلَ- أَوِ الجَذَعَ – فِي عَيْنِ نَفْسِهِ
“Salah seorang dari kalian dapat melihat kotoran kecil di mata saudaranya tetapi dia lupa akan kayu besar yang ada di matanya.” (HR. Imam Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 592. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih).
Selain larangan tajassus untuk menjaga sikap dan lisan, di era digital ini juga harus bisa menjaga jari. Dimana ketika ketiganya bisa dijaga, maka akan menjauhkan diri melakukan tajassus pada orang lain.
Hal ini termasuk tips terhindar tajassus dan sebagai bentuk menahan diri pada kebaikan, tidak berbicara buruk dan bisa jaga sikap santun. Hal ini tidak menimbulkan penyebaran fitnah yang tidak berdasar.
Poin ketiga dari tips terhindar tajassus adalah bisa belajar husnudzon. Husnudzon merupakan hal yang sangat dianjurkan oleh agama Islam.
Dari husnudzon tidak akan menaruh curiga berlebihan pada orang lain. Dan ini tidak akan menyebarkan fitnah dan menjadikan diri lebih terjaga dari lingkar dosa.
عَائِشَةَ – رضى الله عنها – أَنَّ قَوْمًا قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ قَوْمًا يَأْتُونَنَا بِاللَّحْمِ لاَ نَدْرِى أَذَكَرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ أَمْ لاَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم –سَمُّوا اللَّهَ عَلَيْهِ وَكُلُوهُ
Dari Aisyah ra., ada suatu kaum yang berkata, “Wahai Rasulullah, ada suatu kaum membawa daging kepada kami dan kami tidak tahu apakah daging tersebut saat disembelih dibacakan bismillah ataukah tidak.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Ucapkanlah bismillah lalu makanlah.” (HR. Bukhari no. 2057).
Rasulullah SAW adalah pribadi yang paling sempurna di dunia. Oleh karenanya, akhlaknya bisa diteladani oleh seluruh umat, terutama umat Muslim.
Nabi SAW selalu memelihara kehormatan sesama manusia. Ketika mendapati keburukan seseorang, Rasulullah SAW menutupi kemudian menasehati dengan bijaksana tanpa merendahkannya.
Dalam kehidupan sosial, bisa menjauhi hal-hal yang menjadi sumber fitnah dengan tidak ikut gerombolan yang suka bertajassus. Sedangkan di media sosial bisa tidak mengikuti akun-akun gosip, berita hoax, dan konten-konten yang mengandung tajassus.
Jangan biarkan diri terjerumus ke lingkar dosa dan sampai ikut bertajassus. Alangkah baiknya untuk segera menghindari dari sumber-sumber fitnah.
Itulah beberapa tips terhindar tajassus dan evolusinya di dalam dunia digital. Carilah ketenangan dalam kehidupan dunia dan akhirat agar senantiasa mendapat ridha dan berkah-Nya.
Penulis: Ghina Shelda Aprelka