Sedekah Hindarkan Istidraj, Cobaan Berbalut Kenikmatan

Setiap rezeki yang datang baik itu berupa harta kekayaan, kebahagiaan, serta seluruh kemudahan yang kita peroleh semasa di dunia semuanya diturunkan atas kehendak dari Allah SWT. Segala kenikmatan tersebut dapat menjadi sebuah cobaan jika kita tidak pandai dalam mensyukurinya, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al An’am ayat 44 berikut:

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Artinya: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’am: 44)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa terkadang Allah SWT memberikan banyak kenikmatan kepada hamba-Nya hanya sebagai cobaan, apakah setelah diberikan banyak kenikmatan kemudian dia akan bersyukur dan berfikir bahwa kenikmatan tersebut adalah karunia dari Allah SWT, atau justru malah menjadi lalai dengan mengingkari dan menyombongkan diri bahwa nikmat tersebut didapatkan atas usahanya sendiri, maka Allah SWT mengancam dengan azab yang pedih untuk orang yang lalai dan sombong tersebut. Cobaan yang berbalut kenikmatan itu disebut dengan Istidraj.

Istidraj adalah keadaan ketika kamu sadar banyak melakukan maksiat dan jarang beribadah, namun hidupmu terus dilimpahi kenikmatan. Saat kamu tidak menyadari dan semakin acuh maka kamu akan terjebak dalam kenikmatan hidup, dan semakin jauh dari Allah SWT padahal kamu semakin lalai dalam menunaikan ibadah serta kewajiban lainnya.

Cara menghindarkan diri dari istidraj antara lain adalah dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, mengingat-Nya dikala senang maupun susah dengan mengerjakan amal sholeh dan menjaga hubungan baik terhadap semua mahkluk, keduanya menjadi cara terbaik untuk menghindarkan diri dari istidraj, menjaga hubungan baik artinya saling membantu, mengasihi serta meringankan beban bagi mereka yang membutuhkan, salah satunya adalah dengan bersedekah karena sedekah hindarkan istidraj, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nahl ayat 97 berikut:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

“Barangsiapa yang mengerjakan amal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS An-Nahl ayat 97).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa InsyaAllah dengan bersedekah dapat menjadikan harta yang kita miliki menjadi berkah, setiap yang kita keluarkan untuk membantu mereka yang membutuhkan, InsyaAllah akan digantikan berkali lipat, sedekah hindarkan istidraj dan menyadari bahwa tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah SWT, juga sebagai bentuk rasa syukur atas segala nikmat yang telah diberikan.

Selain sedekah hindarkan istidraj, sedekah juga dapat memperbaiki dua jalur hubungan sekaligus, yakni hubungan antara kita dan Allah SWT secara langsung sebagai bentu amal saleh serta hubungan kita dengan sesama manusia khususnya dengan saudara seiman atau muslim lainnya.

Yayasan Alfatihah menyediakan platform sedekah online yang telah terverifikasi, didalamnya terdapat berbagai pilihan bentuk untuk sedekah hindarkan istidraj yang nantinya akan disalurkan kepada ratusan anak yatim dan santri penghafal Qur’an. Terjamin keamanan dan pasti Amanah, donasi masuk akan diupdate secara berkala dan kegiatan pendistribusian akan didokumentasikan secara realtime

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu harus baca
Chat WhatsApp
WhatsApp