Alfatihah.com – Salat sunnah witir merupakan salat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam karena memiliki banyak sekali keistimewaan. Salat ini dilaksanakan di malam hari dan saat bulan ramadhan, dilakukan setelah salat sunnah tarawih.
Meskipun seringkali dilaksanakan selama bulan ramadhan, namun salat sunnah witir tidak terbatas pelaksanaannya yakni kapan saja di malam hari dan dapat dimulai setelah salat isya. Rasulullah SAW bersabda:
أَوْتِرُوْا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ، فَإِنَّ اَللّٰهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ
Artinya: “Berwitirlah kalian semua, wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil.” (Hadist Riwayat Khuzaimah)
Salat sunnah witir memiliki banyak sekali keistimewaan. Salat ini juga dinilai sebagai salat sunnah terbaik jika dilakukan memiliki ganjaran yang besar. Rasulullah ﷺ yang menyebutkan keutamaan shalat witir, di antaranya:
إِنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلاَةٍ هِىَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ، وَهِىَ لَكُمْ مَا بَيْنَ صَلاَةِ الْعِشَاءِ إِلَى طُلُوعِ الْفَجْر
Artinya: “Sesungguhnya, Allah ﷻ telah menyediakan kepada kalian semua sebuah shalat, yang ia lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu shalat witir, dan menjadikannya berada di antara shalat Isya’ hingga terbitnya fajar (shadiq).” (Hadist Riwayat Abu Daud)
Berikut ini adalah keutamaan ketika mengerjakan salat sunnah witir lainnya:
Rasulullah SAW menjadikan salat sunnah witir sebagai sebuah kebiasaan yang dilakukan di malam hari. Beliau biasa mengerjakan sholat sunnah ini sebagaimana hadits dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:
الْوِتْرُ لَيْسَ بِحَتْمٍ كَهَيْئَةِ الْمَكْتُوبَةِ وَلَكِنَّهُ سُنَّةٌ سَنَّهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Artinya: “Witir bukan keharusan seperti sholat wajib kalian, akan tetapi ia adalah sunnah yang biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kerjakan.” (Hadist Riwayat An Nasa’i dan Tirmidzi; shahih lighairihi)
Allah SWT mencintai yang witir (ganjil). Karenanya, Allah SWT mencintai salat dengan rakaat ganjil ini. Demikian pula, Allah mencintai orang yang mengamalkan salat sunnah ini. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
وَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah itu witir, mencintai yang witir.” (Hadist Riwayat Muslim)
Salat sunnah witir juga sebagai penyempurna ibadah salat sunnah malam lainnya. Setelah melaksanakan salat sunnah, sangat dianjurkan ditutup dengan salat sunnah witir berjumlah ganjil dan batas waktunya sampai adzan subuh.
Bangun di malam hari untuk mengerjakan salat sunnah dan ibadah lainnya adalah hal yang sangat disukai oleh Allah SWT. Di momen inilah waktu yang mustajab untuk berdoa dapat dimanfaatkan dengan mengerjakan salat sunnah witir.
Bukan hanya dianjurkan, Rasulullah SAW bahkan sampai mewasiatkan umatnya untuk mengerjakan salat sunnah witir ini. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata:
أَوْصَانِى خَلِيلِى -صلى الله عليه وسلم- بِثَلاَثٍ بِصِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَىِ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَرْقُدَ
Artinya: “Kekasihku (Muhammad) shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dhuha dua rakaat dan shalat witir sebelum tidur.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
Itulah tadi mengenai keutamaan salat sunnah witir. Dengan berbagai keistimewaannya, salat sunnah ini termasuk ibadah yang Allah SWT cintai. Oleh sebab itu, sebagai umat yang beriman, hendaknya kita mampu untuk rutin menjalankan salah satu amalan ibadah ini supaya semakin dekat dengan Allah SWT.
Penulis: Suci Wulandari