Alfatihah.com – Hari raya idul fitri merupakan hari kemenangan dan kebahagiaan bagi seluruh umat Islam yang ada di dunia. Setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan lamanya, umat Islam menyambut hari raya kemenangan dengan penuh suka cita.
Hari raya idul fitri jatuh pada 1 syawal yang dimana seluruh umat Islam ikut merayakannya. Namun, perayaan hari kemenangan ini jangan sampai membuat lupa jika ada amalan yang dapat dilakukan untuk menyempurnakan ibadah dan menambah pahala.
Yuk simak apa saja amalan yang dapat dilakukan!
Berikut ini adalah amalan yang dapat dikerjakan saat hari raya idul fitri:
Amalan pertama yang bisa dilakukan yaitu mandi sunnah hari raya idul fitri. Niatnya yaitu:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat mandi Idul fitri, sunnah karena Allah ta’ala.”
Di hari kemenangan, kita dianjurkan untuk menggunakan pakaian terbaik yang dimiliki dan memakai wewangian. Pakaian terbaik tidak selalu pakaian yang baru, tetapi pakaian yang rapih, bersih dan sopan.
Kita dianjurkan untuk melaksanakan salat sunnah hari raya idul fitri. Salat sunnah ini keutamaannya sangat besar. Salat sunnah ini hukumnya adalah sunnah muakadah.
Rasulullah SAW bersabda,
يَخْرُجُ الْعَوَاتِقُ وَذَوَاتُ الْخُدُورِ أَوْ الْعَوَائِقُ ذَوَاتُ الْخُدُورِ وَالْحُيَّضُ وَلْيَشْهَدْنَ الْخَيْرَ وَدَعْوَةَ الْمُؤْمِنِينَ وَيَعْتَزِلُ الْحُيَّضُ الْمُصَلَّى قَالَتْ حَفْصَةُ فَقُلْتُ الْحُيَّضُ فَقَالَتْ أَلَيْسَ تَشْهَدُ عَرَفَةَ وَكَذَا وَكَذَا
Artinya: “Kami diperintahkan keluar rumah untuk mengerjakan sholat Idul Fitri. Anak-anak gadis (juga diperintahkan) keluar rumah untuk (bersama-sama) mengerjakan sholat Idul Fitri. Termasuk perempuan-perempuan yang yang sedang haid. Hanya saja wanita yang sedang berhalangan ini berada di belakang orang-orang (yang mengerjakan sholat). Mereka juga ikut bertakbir dan berdoa bersama-sama berharap memperoleh keberkahan dan kesucian hari itu.” (Hadist Riwayat Bukhari, Ibn Majah, dan Baihaqi)
Sebelum berangkat salat sunnah hari raya idul fitri, dianjurkan untuk makan terlebih dahulu. Biasanya makan kurma yang berjumlah ganjil.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:
كان النبي صلى الله عليه وسلم لا يغدو يوم الفطر حتى يأكل تمرات، ويأكلهن وترا
Artinya: “Nabi ﷺ tidak keluar pada hari Idulfitri sampai beliau makan beberapa butir kurma, dan beliau memakannya dalam jumlah ganjil.” (Hadist Riwayat Bukhari No. 953)
Berangkat ke tempat salat sunnah hari raya idul fitri dengan berjalan kaki. Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu:
من السنة أن يخرج إلى العيد ماشياً
Artinya: “Termasuk sunnah adalah keluar (menuju tempat shalat) pada hari raya dengan berjalan kaki.” (Hadist Riwayat Tirmidzi 2/211)
Ketika salat sunnah hari raya idul fitri, kita dianjurkan untuk khusyu’ saat salat dan merenung ketika mendengarkan khutbah. Hal ini sebagai salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT karena masih diberikan kesehatan dan umur yang panjang.
اُنْظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍۗ وَلَلْاٰخِرَةُ اَكْبَرُ دَرَجٰتٍ وَّاَكْبَرُ تَفْضِيْلًا
Artinya: “Perhatikanlah bagaimana Kami melebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Sungguh kehidupan akhirat lebih tinggi derajatnya dan lebih besar keutamaannya.” (QS. Isra’: 21)
Hari raya idul fitri merupakan sebuah momentum yang pas untuk silaturahmi kepada sesama umat muslim seperti keluarga, kerabat, teman-teman, dan tetangga terdekat. Silaturahmi merupakan salah satu bentuk kebaikan karena mau menyambung tali persaudaraan.
“Barangsiapa ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (Hadist Riwayat Bukhari & Muslim)
Saat hari raya idul fitri disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 185:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ
Artinya: “Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah SWt.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Itulah tadi mengenai amalan hari raya idul fitri. Sebagai orang muslim yang beriman, hendaknya kita dapat menghidupkan amalan-amalan sunnah tersebut untuk menyempurnakan ibadah kita agar semakin dekat kepada Allah SWT.
Penulis: Suci Wulandari