Jangan Sampai Al-Qur’an Hanya Menjadi Pajangan, Ada 8 Kerugian yang Mengintai

Al-Qur’an Diturunkan untuk Dibaca, Bukan Hanya Disimpan

Alfatihah.com – Di banyak rumah, Al-Qur’an tersimpan rapi di rak, lemari, atau meja khusus. Mushafnya dijaga kebersihannya, dibungkus dengan sampul yang indah, bahkan diletakkan di tempat yang paling terhormat. Namun, ada satu pertanyaan yang patut kita renungkan: kapan terakhir kali Al-Qur’an itu dibuka dan dibaca?

Jangan sampai Al-Qur’an hanya menjadi pajangan. Sebab, Allah SWT menurunkannya bukan sekadar untuk disimpan, tetapi sebagai petunjuk hidup yang membimbing manusia menuju jalan yang lurus.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus…”
(QS. Al-Isra’: 9)

Semakin dekat seseorang dengan Al-Qur’an, semakin dekat pula ia dengan petunjuk Allah. Sebaliknya, ketika Al-Qur’an mulai ditinggalkan, banyak kebaikan yang perlahan ikut menjauh dari kehidupannya.

Ada 8 Kerugian yang Mengintai

Meninggalkan Al-Qur’an bukan berarti seseorang langsung menjadi buruk. Namun, tanpa disadari ada banyak kerugian yang perlahan menghampiri.

1. Kehilangan pahala dari setiap huruf yang dibaca.
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitab Allah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat…” (HR. Tirmidzi)

Semakin lama mushaf tidak dibuka, semakin banyak pahala yang terlewat.

2. Hati menjadi lebih mudah gelisah.
Al-Qur’an adalah penawar bagi hati yang resah. Ketika jarang membacanya, hati lebih mudah dipenuhi kegelisahan, kecemasan, dan kegundahan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup.

3. Jauh dari petunjuk Allah.
Al-Qur’an merupakan pedoman hidup bagi setiap muslim. Tanpa membacanya, seseorang akan lebih mudah mengikuti hawa nafsu dibandingkan petunjuk yang Allah berikan.

4. Sulit merasakan keberkahan hidup.
Keberkahan bukan hanya tentang banyaknya harta, tetapi juga ketenangan hati, kesehatan, keluarga yang harmonis, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan. Semua itu dapat tumbuh ketika seseorang dekat dengan Al-Qur’an.

5. Kehilangan kesempatan memperoleh syafaat di hari kiamat.
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

Betapa ruginya jika kita memiliki mushaf, tetapi tidak termasuk orang yang mendapat syafaatnya.

6. Keluarga kehilangan teladan mencintai Al-Qur’an.
Anak-anak belajar dari kebiasaan orang tuanya. Ketika Al-Qur’an jarang dibaca di rumah, kecintaan terhadap Al-Qur’an pun akan semakin sulit tumbuh dalam keluarga.

7. Kesempatan memahami firman Allah semakin berkurang.
Membaca Al-Qur’an adalah langkah awal untuk memahami maknanya. Tanpa membacanya, seseorang akan sulit mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.

8. Penyesalan ketika kesempatan telah berlalu.
Tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal datang menjemput. Jangan sampai Al-Qur’an yang selama ini kita miliki hanya menjadi penghias rumah, sementara kita lalai menjadikannya teman dalam beribadah.

Al-Qur’an adalah Cahaya bagi Kehidupan

Kesibukan sering kali menjadi alasan seseorang semakin jauh dari Al-Qur’an. Padahal, membaca beberapa ayat setiap hari hanya membutuhkan waktu beberapa menit. Justru dari kebiasaan kecil itulah Allah menghadirkan ketenangan dan keberkahan yang tidak selalu bisa diukur dengan materi.

Para ulama juga mengingatkan bahwa hati yang terus dihidupkan dengan Al-Qur’an akan lebih lembut, lebih mudah menerima nasihat, dan lebih kuat menghadapi berbagai ujian kehidupan. Sebaliknya, hati yang lama tidak tersentuh firman Allah akan lebih mudah dikuasai oleh kelalaian.

Karena itu, tidak perlu menunggu waktu luang untuk mulai membaca Al-Qur’an. Sisihkan beberapa menit setelah salat, sebelum memulai aktivitas, atau menjelang tidur. Sedikit demi sedikit, kebiasaan tersebut akan menghadirkan kedekatan dengan Allah SWT.

Jangan Biarkan Al-Qur’an Hanya Menjadi Pajangan

Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca saat Ramadan, ketika ada acara keagamaan, atau saat menghadapi musibah. Ia adalah petunjuk hidup yang seharusnya menemani setiap hari, menjadi penenang hati, sekaligus penunjuk jalan menuju keselamatan dunia dan akhirat.

Mulailah hari ini dengan membuka kembali mushaf yang mungkin sudah lama tersimpan di rak. Bacalah walaupun hanya beberapa ayat, renungkan maknanya, lalu amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Sedikit demi sedikit, kebiasaan itu akan membawa perubahan besar bagi hati dan kehidupan seorang muslim.

Selain membiasakan membaca Al-Qur’an, jangan berhenti untuk terus menambah ilmu agama agar keimanan semakin kokoh dan ibadah semakin berkualitas. Dengan memahami ajaran Islam dari sumber yang benar, kita akan lebih mudah mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Temukan lebih banyak artikel Islami yang membahas Al-Qur’an, ibadah, doa, puasa, zakat, sedekah, kisah teladan, hingga berbagai inspirasi kehidupan muslim di alfatihah.com. Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi amal saleh, menambah keimanan, dan mengantarkan kita menjadi hamba yang senantiasa dekat dengan Allah SWT. Aamiin.

Penulis: Santi Puspita Ningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia