Alfatihah.com – Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang terkadang memilih diam ketika menghadapi suatu keadaan. Ada yang diam karena sedang berpikir, menahan emosi, menghindari perdebatan, atau merasa tidak perlu mengatakan sesuatu yang tidak membawa manfaat.
Dalam Islam, menjaga lisan merupakan bagian penting dari akhlak seorang muslim. Setiap perkataan perlu dipertimbangkan karena ucapan dapat membawa kebaikan, tetapi juga dapat menyakiti orang lain.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa seorang muslim perlu memperhatikan apa yang keluar dari lisannya. Diam dapat menjadi pilihan ketika seseorang tidak memiliki perkataan yang baik untuk disampaikan.
Memilih diam bukan berarti selalu menghindari komunikasi. Ada keadaan ketika berbicara justru diperlukan untuk menyampaikan kebenaran atau memberikan nasihat. Namun, ada pula keadaan ketika diam menjadi sikap yang lebih baik.
1. Diam dapat mencegah perkataan yang menyakiti.
Ketika emosi sedang tinggi, seseorang dapat mengucapkan sesuatu tanpa memikirkan dampaknya. Memilih diam sejenak memberikan kesempatan untuk menenangkan diri sehingga perkataan yang keluar tidak menjadi sumber penyesalan.
2. Menjaga lisan berarti menghindari pembicaraan yang tidak bermanfaat.
Tidak semua hal perlu dibicarakan. Membatasi percakapan yang tidak memiliki manfaat dapat membantu seseorang menggunakan waktunya untuk hal yang lebih baik.
3. Diam membantu seseorang mengendalikan emosi.
Ketika sedang marah, diam dapat menjadi cara untuk menahan diri agar tidak membalas dengan perkataan kasar. Setelah emosi lebih tenang, seseorang dapat menyampaikan persoalan dengan cara yang lebih baik.
4. Menjaga lisan berarti tidak mudah menyebarkan informasi.
Informasi yang belum jelas kebenarannya tidak seharusnya langsung disampaikan kepada orang lain. Sikap berhati-hati dapat mencegah munculnya fitnah, kesalahpahaman, atau kerugian bagi pihak tertentu.
5. Diam dapat menjadi bentuk penghormatan kepada orang lain.
Terkadang seseorang hanya membutuhkan ruang untuk menyampaikan perasaannya tanpa langsung dipotong atau dihakimi. Mendengarkan dengan baik merupakan bagian dari menjaga hubungan dan menghargai orang lain.
6. Menjaga lisan membantu menjaga hubungan.
Banyak perselisihan berawal dari ucapan yang disampaikan tanpa pertimbangan. Membiasakan diri berbicara dengan sopan dan menghindari perkataan yang merendahkan dapat membantu menjaga hubungan dengan keluarga, teman, maupun orang lain.
7. Diam dapat menjadi jalan untuk lebih banyak melakukan introspeksi.
Ketika tidak sibuk membicarakan orang lain, seseorang memiliki lebih banyak kesempatan untuk melihat kekurangan dirinya sendiri. Diam dapat menjadi waktu untuk mengevaluasi perkataan, tindakan, dan sikap yang selama ini dilakukan.
Menjaga lisan tidak berarti seorang muslim harus selalu diam. Ada waktunya seseorang perlu berbicara untuk menyampaikan kebenaran, memberikan nasihat, membela orang yang dizalimi, atau menyelesaikan persoalan.
Yang perlu dijaga adalah cara dan tujuan berbicara. Perkataan yang benar tetap perlu disampaikan dengan cara yang baik dan tidak merendahkan orang lain.
Allah SWT berfirman:
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik.”
(QS. Al-Isra: 53)
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa Islam memperhatikan kualitas perkataan. Bukan hanya apa yang disampaikan, tetapi juga bagaimana seseorang menyampaikannya.
Menjaga lisan membutuhkan latihan. Mulailah dengan membiasakan diri berpikir sebelum berbicara, tidak mudah menyebarkan kabar yang belum jelas, menghindari ghibah, serta memilih kata-kata yang tidak menyakiti.
Ketika tidak yakin apakah sebuah perkataan membawa manfaat atau justru menimbulkan masalah, mengambil waktu untuk diam dapat menjadi pilihan yang bijak.
Namun, diam juga perlu digunakan pada tempatnya. Jangan sampai diam menjadi alasan untuk menghindari kewajiban menyampaikan kebenaran atau menyelesaikan masalah dengan cara yang baik.
Selain terus belajar tentang akhlak dan menjaga lisan, jangan berhenti menambah ilmu agama agar kehidupan semakin terarah. Temukan lebih banyak artikel Islami tentang akhlak, rezeki, doa, shalat, sedekah, zakat, Al-Qur’an, kisah teladan, parenting Islami, hingga inspirasi kehidupan muslim hanya di Alfatihah.com.
Semoga Allah SWT membimbing kita untuk menjaga setiap perkataan, menjadikan lisan sebagai jalan kebaikan, dan menghindarkan kita dari ucapan yang dapat menyakiti diri sendiri maupun orang lain. Aamiin.
Penulis: Santi Puspita Ningrum