Valentine Bukan Budaya Kita, Benarkah Haram Ikut Merayakannya? Inilah Pandangan Islam!

Alfatihah.com – Valentine, bertepatan dengan tanggal 14 februari yang dimana hampir seluruh belahan dunia ikut serta dalam menyambut dan merayakannya karena dianggap sebagai peringatan hari kasih sayang. Oleh sebab itu, banyak orang berlomba menunjukkan kasih sayangnya baik untuk keluarga, pasangan, maupun sahabat terdekat.

Dari tahun ke tahun, masih banyak sekali perdebatan bagi seorang muslim yang ikut merayakan hari valentine ini. Ada yang mengatakan haram, namun ada yang mengatakan diperbolehkan selagi tidak menyalahi syariat Islam. 

Lalu bagaimana hukum sesungguhnya ketika seorang muslim ikut merayakan valentine? Mari simak lebih lanjut!

Merayakan Valentine, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Agama Islam merupakan agama yang selalu menekankan kasih sayang antar sesama yang disebut dengan Ukhuwah Islamiyah. Kasih sayang dalam Islam tidak harus ditunjukkan di hari-hari tertentu saja seperti pada perayaan valentine.

Islam senantiasa mengajarkan jika kasih sayang kepada sesama itu harus ada dan diterapkan setiap hari bukan hanya di momen tertentu. Namun, dalam pengaplikasiannya juga tidak boleh bertentangan dengan syariat Islam.

Perayaan hari valentine identik dengan pesta hura-hura, mabuk-mabukan, zina dengan lawan jenis, dan melakukan hal-hal maksiat lainnya yang berpotensi besar akan merusak keimanan seseorang.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32)

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah secara tegas mengeluarkan fatwa yang mengharamkan perayaan Hari Valentine bagi umat Islam. Fatwa ini tercatat dalam Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2017, yang menegaskan kembali larangan tersebut.

Valentine bukan budaya kita. Jika menelusuri sejarahnya lebih lanjut, Jika melihat asal-usulnya, jelas bahwa perayaan ini merupakan perpaduan ritual pagan dan Kristen. Bahkan, tradisi ini sama sekali bukan berasal dari ajaran agama Islam. 

Akibatnya, hal ini dapat memicu larangan tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) yang Nabi SAW peringatkan dengan keras:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ

Artinya: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam besabda: Kalian pasti akan mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta hingga seandainya mereka menempuh (masuk) ke dalam lobang biawak kalian pasti akan mengikutinya. Kami bertanya; Wahai Rasulullah, apakah yang baginda maksud Yahudi dan Nashrani? Beliau menjawab: Siapa lagi, kalau bukan mereka? (Hadits Riwayat Bukhari: 3197, 6775).

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka.” (Hadits Riwayat Abu Dawud)

Islam sama sekali tidak mengharamkan kasih sayang bahkan hal tersebut sangatlah dianjurkan. Namun yang harus dipahami adalah, kasih sayang tersebut tidak harus ditunjukkan hanya lewat perayaan valentine saja dan hal-hal yang dibumbui oleh perbuatan maksiat bahkan bertentangan dengan ajaran Islam.

Rasulullah SAW sebagai sosok yang penuh rahmat pun diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyebarkan kasih sayang tersebut kepada umat-Nya. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Artinya: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya: 107)

Itulah tadi pembahasan mengenai hukum merayakan valentine dalam pandangan Islam. Pada hakikatnya, Islam tidak membatasi kasih sayang hanya ditunjukkan pada hari valentine saja. Setiap hari adalah ruang untuk menyebarkan cinta dan kasih sayang kepada sesama.

Keputusan seorang muslim untuk tidak ikut serta merayakan valentine bukan berarti ia anti kasih sayang, melainkan sebuah komitmen untuk tetap berpegang teguh kepada akidah. Sebagai seorang muslim, hendaknya kita bisa bersikap bijak dan lebih hati-hati dalam perayaan hari valentine ini. 

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia