Tren Independent dan Alpha Female, Benarkah Karena Laki-laki Kehilangan Tanggung Jawabnya dalam Islam?

Alfatihah.com – Tren independent dan alpha female saat ini sudah tidak menjadi hal yang asing. Pasalnya, banyak sekali wanita yang terkadang terpaksa harus menjadi independent dan alpha bukan karena mereka ingin terlihat mencolok dan paling menguasai dunia, tetapi karena ia kecewa melihat laki-lakinya gagal berfungsi sebagai qawwam.

Banyak laki-laki yang saat ini tidak menjalankan peran dan tanggung jawabnya dengan baik sehingga wanita pada akhirnya turun tangan untuk mengatasi hal itu sendiri. Laki-laki hanya sibuk menyuruh wanita melayani dengan baik, tetapi lupa untuk memperlakukannya juga dengan baik.

Bagaimana Islam memandang tren independent dan alpha female ini? Mari simak bersama!

Tren Independent dan Alpha Female dalam Islam

Laki-laki yang tidak memiliki sifat qawwam cenderung membuat wanita menunjukkan sisi maskulinitas dalam dirinya yaitu sebagai seorang yang independent dan alpha female. Dalam Bahasa Arab, “qawwam” artinya “yang berdiri tegak terus-menerus.”

Mengapa laki-laki harus memiliki sifat qawwam? Karena mereka adalah pemimpin yang akan menopang keluarganya, yang memberikan nafkah keluarganya, dan yang harus siap siaga dalam melindungi keluarganya.

Jadi, jika ada seorang ayah yang hanya duduk dengan santainya meminta untuk dilayani oleh istrinya, seraya istrinya bekerja keras pontang-panting, itu artinya laki-laki gagal menanggung peran dan tanggung jawabnya. 

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْۗ فَالصّٰلِحٰتُ قٰنِتٰتٌ حٰفِظٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّٰهُۗ وَالّٰتِيْ تَخَافُوْنَ نُشُوْزَهُنَّ فَعِظُوْهُنَّ وَاهْجُرُوْهُنَّ فِى الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوْهُنَّۚ فَاِنْ اَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوْا عَلَيْهِنَّ سَبِيْلًاۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيْرًا

Artinya: “Laki-laki (suami) adalah penanggung jawab atas para perempuan (istri) karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan) dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari hartanya. Perempuan-perempuan saleh adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada karena Allah telah menjaga (mereka). Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, berilah mereka nasihat, tinggalkanlah mereka di tempat tidur (pisah ranjang), dan (kalau perlu,) pukullah mereka (dengan cara yang tidak menyakitkan). Akan tetapi, jika mereka mentaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (An-Nisa’: 34)

Dalam Islam, laki-laki yang memiliki sifat qawwam bukan didapatkan secara cuma-cuma. Tidak semua laki-laki mampu untuk mendapatkannya. Laki-laki bisa menjadi seorang pemimpin jika memiliki dua hal yaitu:

1. Fadl (Kelebihan) yang dimana mempunyai kapasitas akal, mental, maupun fisik untuk memimpin.

2. Infaq (Nafkah) yang dimana mau untuk mengeluarkan hartanya demi keluarganya.

Kalau ada laki-laki yang malas bekerja dan berpikir pasif, maka fitrah pada dirinya yang seharusnya sebagai seorang pemimpin akan hilang begitu saja. Saat sifat qawwam laki-laki hilang, maka munculnya sifat dayyuts yaitu suami yang kehilangan rasa cemburu dan kepedulian dengan dosa dari keluarganya.

Segala hal yang melanggar syariat Islam dilakukan oleh keluarganya ia tidak akan memperdulikannya. Seorang istri sebenarnya tidak diciptakan untuk memiliki sifat qawwam karena hal itu Allah SWT berikan kepada seorang laki-laki yang akan menjadi suami dan pemimpin bagi keluarganya.

Wanita itu fitrahnya dipimpin dan dilindungi. Sehingga jika wanita menunjukkan sisi independent dan alpha female nya, itu berarti laki-lakinya tidak mampu untuk mengayomi dan mengarahkannya. 

Saat suami gagal mengambil peran dan tanggung jawabnya, akhirnya istrinya mengambil beban dan peran tersebut yang lama kelamaan, fitrah kelembutan pada seorang istri akan menghilang.

Tak hanya itu, istri yang independent dan alpha female akan menjadi stres karena beban yang harus dipikulnya sehingga sifatnya akan lebih dominan galak dan tidak hormat lagi pada suaminya.

Itulah tadi pembahasan mengenai tren independent dan alpha female dalam pandangan Islam. Hakikatnya, laki-laki itu harus bisa memimpin istrinya dan keluarganya. Jika ia tidak bisa mengambil tanggung jawab tersebut, maka jangan pernah salahkan seorang istri jika suatu saat nanti tidak menjadi patuh.

Wanita adalah makhluk yang penuh dengan kelembutan sehingga ia membutuhkan seorang makmum yang bisa memimpinnya untuk menyempurnakan agama dan dirinya. Istri dan anak membutuhkan tempat aman dan nyaman dari segala hal dengan mendapatkan suami yang bertanggung jawab.

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia