Sulit Mengambil Keputusan dalam Hidup? Ternyata Begini Al-Qur’an dan Psikologi Menjawabnya!

Alfatihah.com – Dalam hidup, terkadang manusia dihadapkan dengan berbagai pilihan yang terkadang membuatnya menjadi ragu dalam mengambil keputusan. Sehingga, tak jarang seseorang menjadi takut akan pilihannya sendiri. Bukan karena tidak paham, tetapi karena takut justru memilih jalan yang salah dan menanggung risiko yang besar.

Sulit mengambil keputusan merupakan hal yang wajar dalam hidup. Oleh karena itu, terkadang seseorang bimbang mengambil sebuah keputusan besar jadi banyak yang memilih untuk diam dan tidak berkembang.

Bagaimana Al-Qur’an dan psikologi memaknai seseorang yang sulit mengambil keputusan dalam hidup? Mari kita bahas lebih lanjut!

Sulit Mengambil Keputusan Menurut Al-Qur’an dan Psikologi 

Dalam psikologi, seseorang yang sulit mengambil keputusan dalam hidup bukan berarti orang yang kurang cerdas, melainkan disebut dengan decision paralysis yang dimana kondisi rasa takut itu lebih dominan dibandingkan kemampuan untuk berpikir.

Seseorang itu sebenarnya sudah tahu akan memilih apa, namun terkadang ragu atas pilihannya sendiri karena banyak pilihan dan kemungkinan yang lainnya. Tak jarang, seseorang itu tumbuh dengan pilihan yang jarang dipercaya, akhirnya akan membentuk kepercayaan pada diri sendiri yang rendah.

Hal itu menyebabkan seseorang menjadi sulit mengambil keputusan dan setiap hal yang dipilih terasa seperti sebuah ancaman. Oleh karena itu, seseorang yang sering kali overthinking itu sebenarnya bukan tanda sedang berpikir lebih dalam, melainkan takut menyesal dalam mengambil langkah.

Jika dalam Islam, seseorang yang sering overthinking itu adalah karena dirinya sendiri. Padahal sudah jelas jika Allah SWT tidak akan memberikan ujian yang berat kepada hamba-Nya jika itu bukanlah kemampuan yang dimiliki.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ

Artinya: “Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.” (QS. Al-Baqarah: 286)

Ayat diatas menjelaskan jika manusia itu diuji berdasarkan dengan kesanggupannya. Tidak ada ujian yang berat dan ringan, segala sesuatunya sudah Allah SWT takar dengan sebaik-baiknya.

Surat Al-Baqarah ayat 286 ini merupakan pengingat bagi kita umat Islam bahwa kita harus mampu melawan rasa takut dan kekhawatiran yang ada dalam diri kita. Jangan sampai ketakutan yang kita miliki mengalahkan besarnya kuasa Allah SWT.

Seseorang sulit mengambil keputusan bukan berarti karena tidak tahu cara mengambil jalan, tetapi yang menjadikannya sulit adalah karena ketakutan dan risiko terburuk yang nantinya akan diterima. 

Sebenarnya, manusia itu membutuhkan rasa aman dan kepastian dalam mengambil keputusan sehingga tidak sampai salah memilih. Tidak harus banyak pilihan, tetapi sebuah keberanian. 

Manusia terkadang memang sering kali sulit mengambil keputusan, suka salah jalan, dan tak jarang juga terjebak dengan ketakutannya sendiri yang dimana hal tersebut juga belum tentu akan terjadi.

Islam mengajarkan kita untuk percaya dengan takdir atau ketetapan dari Allah SWT. Bahwasannya, ketakutan dan salah mengambil langkah dalam beberapa hal merupakan sebuah fitrah manusia sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan. Namun jangan sampai jadikan hal tersebut menjadi sebuah beban yang justru merugikan diri sendiri.

Itulah tadi pembahasan mengenai makna sulit mengambil keputusan dalam Al-Qur’an dan psikologi. Pada hakikatnya, sulit mengambil keputusan dalam hidup adalah hal yang pasti akan dialami oleh setiap manusia.

Fenomena ini bahkan juga pasti kerap kali terjadi pada diri kita sendiri. Memaknai berdasarkan Al-Qur’an dan psikologi ternyata mengajarkan kita untuk bisa terus maju dalam menghadapi segala hal, usahakan apapun yang akan kita kejar dengan melibatkan Allah SWT agar tidak salah ambil langkah.

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia