Sedia Aku Sebelum Hujan dalam Versi Islam: Memaknai Kehidupan dengan Melibatkan Allah

Alfatihah.com – Beberapa waktu yang lalu sempat viral mengenai lagu yang berjudul “Sedia Aku Sebelum Hujan” karya Idgitaf. Ternyata dalam Islam, makna lagunya sangat mendalam jika dikaitkan dengan kehidupan seorang muslim.

Sedia aku sebelum hujan bisa bermakna sedia Allah sebelum melakukan sesuatu. Pemilihan diksi dari Idgitaf selalu berhasil menyentuh perasaan para pendengarnya. Dalam Islam, lagu ini bisa mengandung arti jika Allah SWT ada sebaik-baiknya tempat untuk kembali ketika kita sudah jauh pergi dan sebagai tujuan pertama ketika kita akan melakukan sesuatu.

Sedia Aku Sebelum Hujan Versi Islam

Lirik lagu sedia aku sebelum hujan jika dimaknai lebih lanjut memiliki arti yang sangat mendalam. Seperti halnya pada bait “Jadi waktu itu dingin, Ku beri kau hangat.” “Jadi waktu itu panas. Ku beri kau angin.” 

Sebenarnya apakah masih ada orang yang memiliki effort sebegitu besarnya selain Allah SWT? Lagu ini mengajarkan bahwa sandaran terbaik hanyalah kepada Allah SWT semata. 

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَاِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَوْلٰىكُمْۗ نِعْمَ الْمَوْلٰى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Artinya: “Jika mereka berpaling, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah pelindungmu. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.” (Al-Anfal: 40)

لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ

Artinya: “Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah: 40)

Kedua ayat diatas menegaskan jika Allah SWT akan selalu ada untuk setiap hamba-Nya. Tidak peduli ketika hamba-Nya sedang dalam keadaan susah maupun senang, Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan sendirian.

Lagu sedia aku sebelum hujan mengingatkan kita pada surat At-Taubah ayat 40 yang dimana kita tidak diperbolehkan untuk bersedih dan gundah gulana karena jika ada Allah SWT maka ketenangan yang kita cari sesungguhnya sudah benar-benar ada.

Lagu tersebut bisa sebagai sebuah pengingat untuk kita bahwa ketika kita kehilangan arah dan harapan, maka kita bisa bersandar kepada Allah SWT yang selalu ada. Allah SWT akan senantiasa memberikan dukungan dan pertolongan terutama saat hamba-Nya sedang dalam titik terendah dan keadaan terpuruk.

Rasulullah SAW menjelaskan mengenai doa untuk berlindung dari rasa sedih yang dapat diikuti oleh seluruh kaum muslim saat dilanda kesedihan. Berikut ini adalah doanya:

اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن..

Artinya: “Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari gundah gulana dan rasa sedih…” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)

Meskipun berkali-kali kita sering mengecewakan-Nya, tetapi Allah SWT tetap selalu disisi kita untuk merangkul kita di saat badai kian menerpa. Setiap manusia tentu pernah mengalami badai dalam hidupnya, entah itu masalah keluarga, pekerjaan, pertemanan, percintaan, dan masalah lainnya.

Saat dalam keadaan yang terpuruk tersebut sering kali kita merasa sendirian, padahal kita lah yang lupa untuk melibatkan Allah SWT dalam segala hal. Allah SWT akan selalu menemani kita sehingga sudah sepatutnya kita selalu sedia Allah SWT dalam segala hal yang akan kita lakukan.

Sejatinya kesedihan merupakan salah satu bentuk yang Allah SWT hadirkan karena Dia mencintai hamba-Nya. Oleh sebab itu, Allah SWT mengharapkan jika hamba-Nya memohon pertolongan kepada-Nya terlebih dahulu bukan dijadikan pilihan cadangan.

Sedia aku sebelum hujan merupakan lagu yang sangat indah dan penuh makna. Jika dihubungkan dengan Islam pun tidak mengurangi makna yang terkandung di dalamnya. Meskipun dalam lagu tersebut konteksnya adalah pasangan, namun dalam Islam mengandung konsep hubungan seorang hamba dengan pencipta-Nya.

Itulah tadi pembahasan mengenai sedia aku sebelum hujan versi Islam. Sebagai seorang muslim yang beriman, hendaknya kita dapat mengamalkan untuk senantiasa hanya berharap kepada Allah SWT.

Alih-alih berharap mendapatkan bantuan dari ciptaan-Nya, mari kita ciptakan terlebih dahulu ruang ikhlas bagi diri sendiri sehingga kita hanya akan mengharapkan ridha dari-Nya tanpa menunggu pertolongan dari makhluk-Nya yang tidak bisa selalu ada.

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia