Peristiwa Isra Mi’raj: Benarkah Keberadaan Allah Diatas Arsy? Inilah Peristiwa Luar Biasa Dialami Rasulullah!

Alfatihah.com – Peristiwa Isra Mi’raj merupakan salah satu peristiwa luar biasa dalam sejarah Islam yang dialami oleh Rasulullah SAW. Peristiwa ini menggambarkan jika Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Makkah menuju Baitul Maqdis, kemudian naik (mi’raj) sampai menembus langit hingga ke sidratul muntaha untuk menemui Allah SWT.

Peristiwa Isra Mi’raj ini juga sebuah simbol kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi masa-masa berat sebelum melakukan perjalanan di malam hari sampai naik kemudian naik menembus langit. Peristiwa ini bukan hanya sebuah perjalanan fisik Rasulullah SAW, melainkan juga perjalanan spiritual periode akhir kenabian pada masa itu.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Artinya: “Maha Suci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra’: 1)

Isra Mi’raj Memaknai Allah Berada di Arsy?

Perjalanan Isra Mi’raj yang dinama peristiwa Mi’raj memiliki makna naik menuju arsy untuk menerima perintah ibadah salat secara langsung dari Allah SWT menandakan jika Allah SWT berada di tempat yang paling tinggi.

Jika Allah SWT ada dimana-mana maka Rasulullah SAW tidak perlu harus naik ke arsy sampai batas ketujuh untuk menerima perintah. Hal ini merupakan sebuah bukti secara langsung bahwa memang benar jika Allah SWT berada diatas arsy.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

اَلرَّحْمٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوٰى

Artinya: “(Dialah Allah) Yang Maha Pengasih (dan) berkuasa atas ʻArasy.” (QS. Thaha: 5)

Meyakini bahwa Allah SWT berada diatas langit merupakan sebuah aqidah bagi seluruh umat Islam terdahulu dan hal tersebut juga telah disepakati oleh empat mazhab. Bahkan, Imam Syafi’i pun meyakini jika Allah SWT berada diatas arsy-Nya meskipun ilmu Allah SWT tidak terbatas pada satu tempat saja. 

Imam Syafi’i pun berkata:

“Sesungguhnya Allah SWT berada di arsy-Nya yang berada di atas langit-Nya, namun walaupun begitu Allah SWT sangat dekat dengan makhluk-Nya sesuai dengan yang Dia kehendaki.” 

Seluruh dalil dan peristiwa Isra Mi’raj yang dimana Rasulullah SAW diangkat sampai naik langit ketujuh membuktikan secara jelas apabila Allah SWT memang benar adanya berada diatas arsy dan terpisah dari makhluk-Nya.

Dalam peristiwa ini, Rasulullah SAW juga mendapatkan perintah dari Allah SWT supaya umat-Nya melaksanakan salat 50 waktu. Namun, atas saran Nabi Musa AS dan Rasulullah SAW menganggap umat-Nya juga tidak sanggup melaksanakannya, maka Beliau memohon kepada Allah SWT agar ibadah salat dipangkas hanya 5 waktu.

Atas ketabahan hati dan kesungguhan Rasulullah SAW, Allah SWT akhirnya mengabulkan permintaan Beliau jika salat dalam sehari hanya 5 waktu saja.

Melalui sejarah Isra Mi’raj yang dilakukan oleh Rasulullah SAW menunjukkan jika itu bukan hanya sebuah proses perjalanan yang panjang melainkan juga membuktikan keberadaan Allah SWT yang berada diatas arsy sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah karena telah menciptakan seluruh alam semesta.

Peristiwa ini juga menunjukkan keteguhan dan keikhlasan Rasulullah SAW dalam menghadapi setiap proses perjalanan hidup, dan sifat inilah yang sudah sepatutnya kita teladani.

Itulah tadi pembahasan mengenai memaknai keberadaan Allah SWT diatas arsy melalui peristiwa Isra Mi’raj yang dialami oleh Rasulullah SAW. Peristiwa ini bukan hanya sekedar cerita fiktif belaka, sebab saat itu Rasulullah SAW mendapatkan perintah langsung dari Allah SWT diatas arsy.

Tak hanya itu, berkat permohonan Rasulullah SAW kepada Allah SWT mengenai perintah ibadah salat, maka Allah SWT mengabulkan salat hanya 5 waktu dalam sehari. Maka dari itu, atas kemudahan ibadah ini jangan pernah jadikan salat sebagai beban. Melainkan sebuah perjalanan komunikasi menuju langit untuk bertemu Allah SWT.

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia