Alfatihah.com – “Berbohong demi kebaikan” kaliamat yang tak asing untuk kita dengar. Faktanya jujur merupakan salah satu sikap yang diajarkan dalam Islam. Sebagai seorang muslim, kita diperintahkan untuk berkata akan kebenaran dan menghindari dusta dalam kondisi apapun.
Terkadang kita sering melawan aturan tersebut dengan melakukan kebohongan yang katanya untuk kebaikan. Sering muncul pertanyaan dalam diri ketika hendak melakukan hal ini, sebenarnya apakah berbohong demi kebaikan diperbolehkan dalam islam?
Islam sangat menekankan kepada umatnya untuk melakukan kejujuran. Rasulullah SAW menjadikan kejujuran sebagai fondasi utama akhlak seorang muslim. Beliau mendapat gelar Al-Amin yang memiliki arti “yang dapat dipercaya”.
Rasulullah SAW menegaskan dalam salah satu hadits, kejujuran dapat membawa seseorang kepada kebaikan yang nantinya dapat mengantarkannya ke surga. Berbanding terbalik dengan kebohongan yang dapat menuntun kita ke dalam perbuatan dosa yang nantinya akan membawa ke neraka.
Dari ajarannya tersebut ditegaskan agar umat Islam selalu berkata benar atau jujur meskipun pahit terdengar. Kejujuran dapat mencerminkan keimanan seseorang, sementara kebohongan merupakan tanda rusaknya akhlak seseorang. Sebagai seorang muslim, haruslah kita untuk menjaga lisan dan menjadikan kejujuran sebagai karakter.
Kejujuran memang menjadi prinsip utama dalam Islam. Namun Islam memberikan keringanan dalam kondisi tertentu dalam hal ini. Berbohong diperbolehkan dalam keadaan tertentu, seperti tiga keadaan berikut:
Mendamaikan orang yang sedang berselisih merupakan perbuatan yang mulia. Dalam hal ini, seseorang diperbolehkan untuk berbohong dengan cara menyampaikan sesuatu dengan cara diperlembut. Seperti menyampaikan kalimat yang dapat membuka pintu perdamaian untuk kedua belah pihak.
Seperti firman Allah SWT dalam QS. Al-Hujurat ayat 10:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati”.
Dalam ayat tersebut mendukung adanya perdamaian. Perlu diingat jika dalam hal ini juga terdapat batasan tertentu yang tujuannya murni untuk perdamaian, kemudian tidak ada pihak yang dirugikan, serta tidak menimbulkan konflik baru.
Dalam berperang perlu dibutuhkannya strategi, tipu daya, dan penyamarran informasi agar musuh tidak mengetahui rencana. Maksud dari berbohong untuk strategi perang yaitu memiliki tujuan untuk menyembunyikan jumlah pasukan. Selain itu juga diperbolehkan untuk memberi informasi palsu kepada musuh agar mereka salah dalam mengambil langkah.
Semua kebohongan tersebut bertujuan untuk melindungi nyawa, menjaga keamanan, bukan untuk melanggar amanah yang telah diberikan. Dalam hal ini kebohongan dibenarkan demi keselamatan.
Dalam berumah tangga perlu terciptanya kasih sayang. Oleh karena itu dibolehkannya ketidakjujuran dalam hal ini, tujuannya untuk menenangkan hati pasangan. Contohnya seperti memuji masakan istri walaupun rasanya kurang enak. Kebohongan yang dilakukan sifatnya tidak merugikan.
Kebohongan yang tidak diperbolehkan yaitu untuk menyembunyikan perselingkuhan, berbohong masalah keuangan, utang, dan menyembunyikan tanggung jawab. Islam membolehkan berbohong dalam rumah tangga untuk menjaga cinta. Hal itu diperbolehkan untuk menjaga keharmonisan, bukan untuk menutupi kezaliman atau dosa yang dilakukan.
Itulah pembahasan terkait berbohong yang diperbolehkan dalam Islam. Berbohong adalah suatu larangan, namun diperbolehkan dengan syarat yang sangat terbatas.
Penulis: Lintang Suryaningrum