Alfatihah.com – Setiap dari kita pasti pernah merasakan beban hidup yang berat bahkan sering menangis tiba-tiba. Namun, manusia sering melupakan salah satu nikmat yang Allah SWT berikan ketika manusia memiliki banyak beban pada hidupnya, yaitu nikmat diberikan rasa mengantuk.
Mengantuk merupakan salah satu nikmat yang wajib disyukuri karena dalam keadaan tersebut tubuh menjadi merasa aman, tenang, dan jauh lebih damai. Kondisi ini akan membuang hormon stres pada manusia dan tubuh masuk kedalam mode istirahat.
Mengapa mengantuk justru menjadi sebuah bentuk kasih sayang Allah SWT? Yuk simak!
Mengantuk sering kali dianggap sebagai seseorang yang malas, tak siap melakukan pekerjaan atau tidak niat. Ternyata, Islam mempunyai sudut pandang tersendiri mengenai hal ini.
Ketika seseorang sedang mengalami fase kebingungan, stres, banyak masalah, tubuh sering kali mempunyai sinyal untuk beristirahat. Timbulnya rasa mengantuk merupakan salah satu sinyal untuk memberikan jeda pada tubuh kita supaya istirahat tenang.
Bentuk kasih sayang Allah SWT sangatlah banyak, dan hadirnya rasa kantuk merupakan salah satu bentuk kasih sayang-Nya yang nyata. Saat tidur, kita diberikan rasa tenang sehingga setelah bangun rasa cemas dan takut sebelumnya bisa hilang.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
وَمِنْ آيَاتِهِ نَوْمُكُمْ بِالْلَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ
Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di malam hari dan siang hari, serta pencarianmu akan karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum: 23)
اِذۡ يُغَشِّيۡكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنۡهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيۡكُمۡ مِّنَ السَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُمۡ بِهٖ وَيُذۡهِبَ عَنۡكُمۡ رِجۡزَ الشَّيۡطٰنِ وَلِيَرۡبِطَ عَلٰى قُلُوۡبِكُمۡ وَيُثَبِّتَ بِهِ الۡاَقۡدَامَؕ
Artinya: “Ingatlah, ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketentraman dari-Nya, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian).” (QS. Al-Anfal: 23)
Pada saat di medan perang, Allah SWT pun memberikan rasa kantuk padahal saat itu sedang perang Badar yang dimana kaum muslimin jumlahnya hanya sedikit, mentalnya semakin tertekan menghadapi musuh dengan jumlah yang sangat banyak.
Namun justru Allah SWT memberikan rasa kantuk karena yang mereka butuhkan adalah hati yang tenang bukan emosi. Al-Qur’an tidak menyebut rasa kantuk adalah hal yang lemah melainkan sebagai sebuah amanah rasa aman.
Ketika mengantuk itu datang saat hati tenang, itu mungkin saja bukan tanda kelemahan melainkan rasa kasih sayang yang Allah SWT berikan kepada hamba-Nya agar menjadi tenang.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
ثُمَّ أَنزَلَ عَلَيْكُم مِّنۢ بَعْدِ ٱلْغَمِّ أَمَنَةً نُّعَاسًا يَغْشَىٰ طَآئِفَةً مِّنكُمْ ۖ وَطَآئِفَةٌ قَدْ أَهَمَّتْهُمْ أَنفُسُهُمْ يَظُنُّونَ بِٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ ظَنَّ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ۖ يَقُولُونَ هَل لَّنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ مِن شَىْءٍ ۗ قُلْ إِنَّ ٱلْأَمْرَ كُلَّهُۥ لِلَّهِ ۗ يُخْفُونَ فِىٓ أَنفُسِهِم مَّا لَا يُبْدُونَ لَكَ ۖ يَقُولُونَ لَوْ كَانَ لَنَا مِنَ ٱلْأَمْرِ شَىْءٌ مَّا قُتِلْنَا هَٰهُنَا ۗ قُل لَّوْ كُنتُمْ فِى بُيُوتِكُمْ لَبَرَزَ ٱلَّذِينَ كُتِبَ عَلَيْهِمُ ٱلْقَتْلُ إِلَىٰ مَضَاجِعِهِمْ ۖ وَلِيَبْتَلِىَ ٱللَّهُ مَا فِى صُدُورِكُمْ وَلِيُمَحِّصَ مَا فِى قُلُوبِكُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
Artinya: “Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”. Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”. Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.” (QS. Ali Imran: 154)
Ayat diatas juga menjelaskan jika rasa kantuk itu merupakan salah satu bentuk perlindungan dari Allah SWT. Nikmat mengantuk adalah salah satu bentuk nikmat dari Allah SWT yang sering kali kita abaikan padahal rasa kantuk merupakan rahmat dan karunia Allah SWT.
Itulah tadi pembahasan mengenai hikmah mengantuk yang merupakan salah satu bentuk kasih sayang dari Allah SWT. Oleh karena itu mulai saat ini, hendaknya kita tidak mengabaikan salah satu nikmat Allah SWT yang satu ini.
Namun, kita tetap harus menjaga dan mengontrol rasa kantuk ini agar tidak terjadi berlebihan dan dapat merugikan diri kita sendiri. Nikmat yang Allah SWT berikan ini patut kita syukuri karena dapat memulihkan kondisi kita serta membuat kita bangkit dan semangat dalam menjalani hidup.
Penulis: Suci Wulandari