Alfatihah.com – Di media sosial ramai membahas mengenai tipu daya wanita yang dianggap lebih dahsyat daripada setan. Namun benarkah sebenarnya narasi tersebut? Allah SWT menciptakan jin dan manusia hanyalah untuk beribadah kepada-Nya.
Narasi tipu daya wanita lebih dahsyat daripada setan merupakan hal yang tidak bisa dikatakan sepenuhnya benar dan tidak juga sepenuhnya salah. Semua hal itu tergantung bagaimana niat dan cara kita dalam mengambil sikap.
Simak penjelasan berikut ini supaya lebih memahaminya!
Setan memang menggoda dan menipu daya manusia. Tetapi godaan dan tipu daya tersebut sangatlah lemah. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
اِنَّ كَيْدَ الشَّيْطٰنِ كَانَ ضَعِيْفًاۚ ࣖ
Artinya: “Sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (QS. An-Nisa’: 76)
Sedangkan Allah SWT menyebutkan tipu daya wanita itu di dalam ayat lain yaitu:
فَلَمَّا رَاٰ قَمِيْصَهٗ قُدَّ مِنْ دُبُرٍ قَالَ اِنَّهٗ مِنْ كَيْدِكُنَّۗ اِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيْمٌ
Artinya: Maka, ketika melihat bajunya (Yusuf) koyak di bagian belakang, dia (suami perempuan itu) berkata, “Sesungguhnya ini adalah tipu dayamu (hai kaum wanita). Tipu dayamu benar-benar hebat. (QS. Yusuf: 28)
Jika kedua ayat tersebut disandingkan, memang tipu daya wanita jauh lebih dahsyat. Namun kedua ayat tersebut tidak bisa dinarasikan sebagai hal sama. Surat An-Nisa’ ayat 76 merupakan bentuk keimanan manusia dan Surat Yusuf ayat 28 merupakan keadaan manusia yang perasaannya emosional.
Tipu daya wanita memang dahsyat, tetapi tipu daya setan juga tidak dapat diremehkan begitu saja. Namun di zaman seperti saat ini, hendaknya setiap laki-laki juga harus bisa menjaga dirinya bukan hanya untuk wanita.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki, yaitu (fitnah) wanita.” (Hadist Riwayat Bukhari dan Muslim)
Godaan wanita juga dapat menghilangkan akal sehat laki-laki, walaupun laki-laki itu adalah orang yang kokoh dan istikamah beragama.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا رَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِينٍ أَذْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِحْدَاكُنَّ
Artinya: “Tidaklah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menghilangkan akal laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai wanita.” (Hadist Riwayat Bukhari)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga telah mengingatkan dalam sabdanya,
إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ
Artinya: “Sesungguhnya wanita itu datang dalam rupa setan dan pergi dalam rupa setan, maka apabila seorang dari kalian melihat wanita, hendaklah ia mendatangi istrinya, karena dengan begitu akan menentramkan gejolak syahwat di jiwanya.” (Hadist Riwayat Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu)
Itulah tadi pembahasan mengenai tipu daya wanita dalam Islam. Pada dasarnya, godaan wanita yang besar bukan berarti dianggap bahwa godaan setan itu tidak ada apa-apanya.
Hendaknya sebagai seorang laki-laki juga dapat menjaga dirinya agar tidak tergoda dengan fitnah dari wanita. Dari penjelasan diatas menyimpulkan jika wanita merupakan godaan dan tipu daya terdahsyat bagi laki-laki.
Penulis: Suci Wulandari