6 Hikmah Merawat Orang Tua yang Sakit, Pahala Besar Jika Merawatnya dengan Ikhlas!

Alfatihah.com – Orang tua bisa merawat berapapun banyak anak sedangkan anak tidak selalu dapat merawat satu orang tua dengan ikhlas dan ternyata ungkapan ini adalah benar adanya. Banyak sekali fenomena anak yang menelantarkan orang tuanya disaat sudah menua dan rapuh dengan berbagai bentuk alasan.

Hikmah merawat orang tua ada banyak sekali sebab merawat orang tua memang bukan perkara yang mudah terutama orang tua yang telah sakit menahun sangatlah membutuhkan kesabaran yang ekstra. 

Namun siapa sangka, dengan memberikan pelayanan terbaik bagi orang tua di masa tuanya akan mendatangkan banyak hikmah dan pahala jika kita melakukannya dengan ikhlas.

Hikmah Merawat Orang Tua yang Sedang Sakit

Merawat orang tua yang sedang sakit dibutuhkan sebuah kesabaran dan ketelatenan. Terutama jika orang tua sakit membutuhkan pelayanan maksimal dan kita harus siap untuk melakukannya seperti mengambilkan makanan atau minuman, membantunya buang air, menjaganya saat tidur, dan lain-lain.

Rasulullah SAW bersabda,

وَمَا أُعْطِيَ أَحَدٌ عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنَ الصَّبْرِ

Artinya: “Tidaklah seseorang diberi pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (Hadist Riwayat Al-Bukhari no. 1469 dan Muslim no. 2421)

Berikut ini adalah hikmah merawat orang tua yang sedang sakit:

1. Lebih Dekat dengan Allah SWT

Hikmah merawat orang tua sedang sakit yang pertama adalah menjadikan diri kita menjadi semakin dekat dengan Allah SWT. Saat kita berdoa kepada Allah SWT agar orang tua disembuhkan dari penyakitnya dan dapat kembali sehat, disitu jarak kita dengan Allah SWT semakin dekat.

Doa tersebut juga menjadi sebuah pengingat bahwa kita harus bersyukur jika diberikan kesehatan oleh Allah SWT, dan ketika sakit, maka segala dosa-dosa juga akan Allah SWT hapuskan.

2. Semakin Dekat dengan Keluarga 

Hikmah merawat orang tua sedang sakit yang kedua adalah menjadikan kita semakin dekat dengan keluarga. Saat orang tua sedang sakit, keluarga merupakan sosok pendukung yang paling utama sehingga orang tua bisa kembali dan semangat berjuang untuk kesembuhannya.

3. Semakin Lebih Sabar

Hikmah merawat orang tua sedang sakit yang ketiga adalah membuat kita semakin lebih sabar. Sakit merupakan salah satu bentuk ujian dan musibah dari Allah SWT yang dimana jika kita ikhlas menerimanya maka kita akan mendapatkan pahala.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ

Artinya: “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn” (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).” (QS. Al-Baqarah: 156)

Sabar dalam merawat orang tua yang sedang sakit merupakan salah satu bentuk keridhaan terhadap takdir dari Allah SWT. 

4. Sebagai Bentuk Ibadah

Hikmah merawat orang tua sedang sakit yang keempat adalah sebagai salah satu bentuk ibadah. Dalam Islam, merawat orang tua yang sedang sakit juga dihitung dan dinilai sebagai ibadah.

Islam sangat menekankan seorang anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya dan mampu merawat orang tuanya saat sedang sakit dengan penuh kesabaran dan keikhlasan

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwasannya ikhlas dalam amal membuat hati seorang hamba menjadi bersih dan dekat dengan Allah. 

Sesuai dengan firman Allah SWT di dalam Al-Qur’an yang mewajibkan anak untuk berbakti kepada orang tua:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

Artinya: “Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra’: 23)

5. Menjadi Ladang Surga

Hikmah merawat orang tua yang sedang sakit kelima adalah menjadikannya sebagai ladang surga. Berbakti kepada orang tua adalah sebagai bentuk kewajiban. 

Inilah yang menyebabkan jika seorang anak merawat orang tua dengan ikhlas akan menjadi sebuah tabungan ketika di akhirat yaitu dijadikannya sebagai perantara ladang surganya kelak.

Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda,

رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ قِيلَ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدَهُمَا أَوْ كِلَيْهِمَا ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ

Artinya: “Sungguh merugi, sungguh merugi, sungguh merugi.” Ada yang bertanya, “Siapa, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, ”(Sungguh merugi) seorang yang mendapati kedua orang tuanya yang masih hidup atau salah satu dari keduanya ketika mereka telah tua, namun justru ia tidak masuk Surga.” (Hadist Riwayat Muslim no. 2551)

6. Sebagai Refleksi Kematian

Hikmah merawat orang tua yang sedang sakit keenam adalah sebagai sebuah refleksi kematian. Dengan melihat seseorang yang sakit akan menyadarkan kita bahwa sehat adalah sebuah rezeki yang tak ternilai harganya..

Setiap manusia akan merasakan yang namanya musibah tak terkecuali dengan sakit. Bahkan nafas yang kita hirup setiap harinya pun bukan milik kita karena nantinya kita akan kembali kepada Allah SWT ketika sudah dipanggil.

Sakit akan mengajarkan kita untuk bisa lebih sadar mengenai perihal kematian dan bekal ketika di alam kubur. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ

Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Siapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.” (QS. Ali-Imran: 185)

Itulah tadi mengenai hikmah merawat orang tua yang sedang sakit. Orang tua memiliki kedudukan yang sangat istimewa dan sudah seharusnya kita untuk berbakti kepadanya. Merawat orang tua yang sakit akan mengajarkan kita banyak hal terutama perihal kesabaran dan keikhlasan.

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia