Bolehkah Sedekah Subuh untuk Membayar Hutang? Yuk, Simak Jawabannya!

Ketika dalam kondisi ekonomi yang sempit, salah satu amalan yang bisa dilakukan adalah sedekah subuh. Namun, apakah boleh sedekah subuh untuk membayar hutang? Kemudian, apakah dengan melakukan sedekah subuh dapat menyelesaikan hutang?

Pasalnya, beberapa kaum Muslim menganggap bahwa dengan melakukan sedekah subuh dapat membuka rezeki lebih lebar. Lalu, manakah yang perlu diutamakan, sedekah subuh dulu atau membayar hutang? Jika penasaran simak ulasannya berikut ini:

Mengenal Sedekah Subuh

Sebelum mengetahui apakah boleh sedekah subuh untuk membayar hutang, sebaiknya pahami dulu apa itu sedekah subuh. Pada dasarnya, umat Islam memiliki beberapa amalan sedekah, salah satunya adalah sedekah subuh.

Sesuai namanya, sedekah subuh adalah berbagi kebaikan yang dilakukan pada waktu subuh, tepatnya adalah setelah subuh dan sebelum matahari terbit. Dalam Islam, melakukan sedekah subuh memiliki banyak keutamaan.

Pasalnya, pada waktu subuh malaikat turun ke bumi untuk mendoakan umat Islam yang sedang beribadah, termasuk yang sedang mengamalkan sedekah. Keutamaan sedekah subuh begitu beragam, misalnya didoakan malaikat, terkabulnya hajat, menghapus dosa, dan terhindar dari bala.

Kemudian, ada satu lagi keutamaan pada sedekah subuh yaitu terbukanya pintu rezeki, apalagi jika rajin mengamalkannya selama 40 hari berturut-turut. Hal ini, termaktub dalam Al-Qur’an Surat Saba’ ayat 39.

Inti dari surat tersebut adalah bagi umat Muslim yang memberikan sedekah, maka Allah akan menggantinya. Itulah mengapa muncul anggapan, jika cobalah untuk menunaikan sedekah subuh untuk membayar hutang.

Apalagi pada Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim mengatakan bahwa saat subuh, terdapat dua malaikat yang turun dari langit ke bumi. Kemudian, satu malaikat akan mendoakan agar kaum muslim yang sedang bersedekah subuh agar rezekinya senantiasa lancar.

Sedekah Atau Bayar Hutang, Manakah yang Harus Didahulukan?

Setelah mengenal lebih dalam soal sedekah subuh, kini saatnya membahas apakah bisa sedekah subuh untuk membayar hutang? Hal ini memang wajar, jika kebanyakan umat Muslim berpikiran serupa.

Pasalnya, dengan melakukan sedekah, harapannya mendapatkan pahala serta rezeki yang berkah dan lancar, meskipun memiliki hutang. Namun, perlu diketahui jika sedekah dan hutang adalah dua hal yang bertentangan.

Dalam Islam, diajarkan agar siapapun umat muslim yang memiliki hutang, wajib membayarnya. Sementara itu, menunaikan sedekah adalah hal yang sunnah. Jadi, membayar hutang adalah satu hal yang wajib untuk dilakukan.

Bahkan pada Hadits Riwayat Muslim menyatakan bahwa “Semua doa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang”. Dengan demikian, membayar hutang tentunya harus diprioritaskan dibandingkan dengan melakukan sedekah subuh.

Walaupun ketika ingin melakukan sedekah memiliki harapan agar dapat melunasi hutang. Namun, hal tersebut tidak dapat membebaskan seseorang tersebut dari kewajibannya untuk melunasi hutangnya.

Bersedekah Saat Mempunyai Hutang

Lalu, bagaimana jika ada seorang Muslim yang sedang memiliki hutang namun tetap ingin bersedekah subuh? Apakah sedekah yang ditunaikan tersebut sah? Para ulama telah membagi dua jenis hutang untuk menjawab pertanyaan tersebut, yaitu:

1. Hutang yang Melilit dan Membebani

Pada jenis hutang yang pertama ini dapat berarti ketika seseorang sama sekali tidak memiliki aset untuk melunasi hutangnya. Contohnya adalah jika ada seseorang yang memiliki modal hutang untuk merintis usahanya. Namun, sayangnya usaha tersebut bangkrut.

Pada kasus tersebut, maka penghutang tidak punya kemampuan untuk melakukan pembayaran hutang. Namun, hutang tersebut tetap wajib dibayarkan sebelum pemberi pinjaman memberikan pemutihan.

Karena hutang yang dimiliki tersebut sifatnya melilit dan membebani, maka seseorang tersebut tidak boleh melakukan sedekah subuh. Pasalnya, prioritas utamanya adalah melunasi hutang yang dimilikinya, setelah lunas baru boleh untuk melakukan sedekah subuh.

2. Hutang yang Tidak Membebani

Jika kategori pertama tidak diperbolehkan untuk sedekah subuh, namun pada kategori ini seseorang yang memiliki hutang tetap boleh bersedekah subuh. Contoh kasusnya adalah ketika ada seorang pengusaha yang sedang ingin memajukan usahanya lalu meminjam modal hutang.

Setelah melakukan perhitungan, pengusaha tersebut tetap memiliki kemampuan untuk melunasi hutangnya, apalagi usaha yang dirintis tersebut berjalan lancar. Kemudian, pengusaha tersebut memiliki pendapatan atas usaha yang dijalankannya.

Dengan begitu, seseorang tersebut dapat melakukan sedekah subuh karena memiliki kemampuan untuk melunasi hutang. Jadi, jika ingin melakukan sedekah subuh untuk membayar hutang tentu boleh saja asalkan nominal yang disedekahkan tidak memberatkan.

Bolehkah Sedekah Subuh untuk Membayar Hutang?

Dari penjelasan diatas, telah diketahui jika ada kondisi dimana seseorang boleh tetap melakukan sedekah subuh meskipun memiliki hutang. Untuk lebih jelas, rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Nominal yang diberikan untuk sedekah subuh tidak berpengaruh besar terhadap pembayaran hutang. Jadi, umat Muslim tetap dapat mendapatkan pahala karena mengamalkan sedekah subuh tanpa melalaikan kewajibannya untuk melunasi hutangnya.
  • Pembayaran hutang yang bersifat fleksibel sehingga seseorang tersebut dapat bersedekah meskipun nominalnya sedikit. Dengan begitu, tidak membebani untuk membayar hutang.
  • Uang yang dimiliki untuk melunasi hutang sifatnya tetap dan dibayar dalam jangka waktu tertentu. Dengan begitu, setiap bulannya dapat menyisihkan uang untuk bersedekah subuh walaupun masih mempunyai hutang.

Dari ulasan tersebut dapat diambil pelajaran, jika sedekah subuh untuk membayar hutang memang dapat dilakukan. Asalkan memiliki kemampuan untuk melunasi hutang dan tidak semakin membebani diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu harus baca
Chat WhatsApp
WhatsApp