Alfatihah.com – Qorin, istilah yang tidak asing dan kerap dibahas dalam islam dan menjadi perbincangan masyarakat. Banyak yang meyakini jika qorin merupakan jin yang selalu membersamai manusia dan menjadi saksi hidup manusia tersebut. Ada juga yang menganggap jika dia merupakan jin yang berperan besar untuk menyesatkan manusia.
Banyak peramal, indigo, paranormal, dan semacamnya, meyakini jika jin ini sudah ada sejak manusia itu lahir, dan berdiam diri dalam diri manusia tersebut. Ada anggapan bahwa jin ini dapat meniru suara hati manusia hingga menyerap emosi manusia. Banyak yang percaya jika jin tersebut menjadi tidak patuh atas kematian yang tidak sempurna seperti bunuh diri.
Qorin secara bahasa mempunyai arti teman, pendamping, atau sesuatu yang selalu membersamai. Biasa digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang erat. Dalam Islam, jin ini ditugaskan untuk menyertai manusia selama hidupnya. Perannya untuk menyesatkan manusia, menjerumuskan manusia, serta menghalangi ketaatan manusia kepada Allah.
Seperti telah Allah firmankan dalam QS. Az-Zukhruf ayat 36:
وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ
Artinya: “Siapa yang berpaling dari pengajaran (Allah) Yang Maha Pengasih (Al-Qur’an), Kami biarkan setan (menyesatkannya). Maka, ia (setan) selalu menemaninya.”
Ayat tersebut telah menjelaskan jika seseorang berpaling dari Allah SWT, maka konsekuensi yang didapat adalah setan yang akan selalu menemani serta menyertainya. Penjelasan dari ayat tersebut mengatakan jika jin tersebut sebagai ujian atau hukuman, karena nantinya akan terus memberikan bisikan keburukan untuk menjauhkan manusia dari kebenaran.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits
“Tidak ada seorang pun dari kalian kecuali telah ditugaskan kepadanya seorang qorin dari kalangan jin.” Para sahabat bertanya, “Termasuk engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Termasuk aku, hanya saja Allah menolongku sehingga qorinku masuk Islam, maka ia tidak memerintahkan ku kecuali kepada kebaikan.”
(HR. Muslim)
Hadits tersebut menegaskan bahwa setiap manusia dibersamai seorang qorin dari kalangan jin. Namun perlu diketahui jika pengaruh jin tersebut tergantung dengan tingkat keimanan kita kepada Allah. Jin ini hanya ditugaskan untuk memberi bisikkan bukan untuk mengendalikan.
Ini juga terkandung dalam QS. Ibrahim ayat 22:
وَقَالَ الشَّيْطٰنُ لَمَّا قُضِيَ الْاَمْرُ اِنَّ اللّٰهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدْتُّكُمْ فَاَخْلَفْتُكُمْۗ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍ اِلَّآ اَنْ دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِيْۚ فَلَا تَلُوْمُوْنِيْ وَلُوْمُوْٓا اَنْفُسَكُمْۗ مَآ اَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ اَنْتُمْ بِمُصْرِخِيَّۗ اِنِّيْ كَفَرْتُ بِمَآ اَشْرَكْتُمُوْنِ مِنْ قَبْلُۗ اِنَّ الظّٰلِمِيْنَ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ
Artinya: “Setan berkata ketika urusan (hisab) telah diselesaikan, “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar dan aku pun telah menjanjikan kepadamu, tetapi aku mengingkarinya. Tidak ada kekuasaan bagiku sedikitpun terhadapmu, kecuali aku (sekadar) menyeru mu, lalu kamu mematuhi seruanku. Oleh karena itu, janganlah kamu mencercaku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menjadi penolongmu dan kamu pun tidak dapat menjadi penolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sesungguhnya orang-orang zalim akan mendapat siksaan yang sangat pedih.”
Setiap manusia memang memiliki qorin, tapi bukan berarti tidak ada jalan keluar agar manusia terhindar dari bisikan jin tersebut. Perlindungan yang bersifat supranatural yang dilakukan melalui:
Berdzikir dan membaca Al-Quran dapat menjadi benteng ruhani. Jika hati dan lisan telah terpenuhi oleh Allah, maka qorin tidak ada ruang untuk mendekat. Dengan membaca Al-Quran dapat menjadikan hati tenang dan terhindar dari bisikan buruk.
Mendekatkan diri dengan Allah juga dapat melalui shalat. Seperti yang terkandung dalam QS. Al-’Ankabut ayat 45:
اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِۗ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
Artinya: “Bacalah (Nabi Muhammad) Kitab (Al-Qur’an) yang telah diwahyukan kepadamu dan tegakkanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Sungguh, mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya daripada ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Terdapat doa atau bacaan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang dapat menjadi tameng dari gangguan setan, yaitu membaca ayat kursi beserta surah Al-Falaq dan An-Nas.
Maksiat dapat menjadi pintu masuk untuk setan dan qorin. Semakin sering melakukan maksiat maka semakin kuat bisikan setan dalam hidupnya.
Rasulullah pernah bersabda jika Al-Baqarah dapat menjadi pelindung rumah beserta penghuninya dari gangguan setan. Oleh karena itu bacalah surah ini agar qorin tidak betah untuk tinggal di tempat tersebut.
Itulah pembahasan terkait qorin: jin yang menemani manusia sejak lahir, serta penjelasannya dalam Islam. Kedekatan kepada Allah dapat menjadi benteng dari pengaruh qorin dan setan.
Penulis: Lintang Suryaningrum