Mulianya Ibu dan Secuil Kisah Aisyah

Sosok perempuan yang tercipta sangat mulia dan istimewa, gelar tersebut patut kita hadirkan kepada sosok Ibu. Ibu adalah sosok yang memiliki cinta paling tulus kepada anak-anaknya. Karena pada hakekatnya, perempuan itu terlahir dengan hati yang  lembut dan tulus. Cinta ibu adalah cinta sejati, oleh sebab itu Allah memerintahkan kepada seluruh umat manusia supaya berbakti sepenuhnya pada seorang ibu.  Jasa ibu sangat besar pada anak-anaknya sehingga berbakti kepada orang tua terlebih  ibu merupakan keutamaan sikap yang mulia.

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu‘anhu, beliau  berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu’. Orang tersebut bertanya kembali, ‘kemudian siapa lagi’, Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Sosok ibu seringkali menyembunyikan  masalah seberat apapun yang dirasakan sehingga seolah tak akan pernah kelihatan mengeluh. Ibu selalu menunjukkan sikap kuat, tegar, dan semuanya berjalan seakan baik-baik saja. Bahkan, orang pertama yang melihat anaknya bahagia adalah ibu dan orang pertama yang merasakan sedih ketika anaknya sedang kecewa adalah ibu. 

Ibu adalah sosok paling berjasa dalam hidup. Beliau mengandung selama 9 bulan dan manakala berlangsungnya proses melahirkan beliau tanpa pamrih melewati kesakitan yang sangat besar. Beliau memiliki paras wajah yang cantik, matanya yang bulat, dan senyumnya yang candu. Beliau memiliki sifat yang membuat bangga. Kegigihannya, perjuangannya sangatlah mengispirasi dalam hidup. 

Teladan bagi seorang perempuan dalam menjalankan peran seorang Ibu salah satunya ialah istri baginda Nabi yaitu Aisyah. Sosok ibu yang cerdas dan penuh kesabaran, Aisyah memilih tinggal bersama Rasulullah SAW dengan meninggalkan harta dunia yang beliau punya sebagai upaya meyakinkan diri dalam bertahan hidup. Perempuan yang tidak dijanjikan kemudahan, menjadi sosoknya sangatlah istimewa karena kisah Aisyah tercantum dalam sejarah Al-Qur’an. 

Diriwayatkan dalam hadis Amr bin Ash ketika bertanya kepada Nabi Muhammad SAW : 

“Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling engkau cintai?”, Beliau menjawab, ” Aisyah”. “Kalau dari kalangan laki-laki?” tanya Amr lagi. Rasulullah menjawab: “Ayahnya (Abu Bakar)”, (H.R. Bukhari dan Muslim). 

Ibu dan Aisyah adalah salah satu gambaran sekaligus potret nyata betapa mulianya pengorbanan orang tua. Setiap hari adalah hari ibu, jadi sudahkah kamu menelepon orang tuamu hari ini ?

Penulis : Aulia Zulfa

Editor :  Restu Wardhani