Bahaya Sering Overthinking, Tanda Khawatir dengan Ketetapan Allah?

Alfatihah.com – Hampir setiap orang sering merasa overthinking terhadap sesuatu yang sebenarnya hal tersebut belum tentu akan terjadi. Overthinking merupakan salah satu perasaan normal yang dialami setiap orang.

Bahaya sering overthinking terhadap sesuatu bisa sangat berdampak pada kesehatan fisik bahkan kejiwaan yang tanpa orang sadari akan membawa pengaruh buruk yang dapat merusak kondisi tubuh maupun mental.

Terutama bagi gen z, sering overthinking sudah seperti teman sendiri yang seringkali datang terutama di malam hari. Tak jarang, kerapkali kita memikirkan masa lalu, kesalahan yang sudah lewat, bahkan kejadian yang belum tentu datang.

Apa itu Overthinking?

Sering overthinking merupakan salah satu kecenderungan yang dialami sebagian besar orang dengan cara memikirkan segala sesuatu secara berlebihan khususnya terhadap hal-hal yang cenderung ke arah negatif.

Bukannya fokus mencari solusi terhadap permasalahan yang dialami, overthinking justru membuat seseorang terjebak dalam hal yang tidak pasti sehingga membuat seseorang  semakin terhambat produktivitasnya.

Alasan Harus Mengurangi Overthinking

Sering overthinking merupakan hal yang tidak baik karena overthinking merupakan salah satu tanda khawatir terhadap ketetapan Allah SWT padahal Allah telah menakdirkan semua hal yang terbaik kepada tiap hamba-Nya.

Sering overthinking akan membuat perasaan takut, emosional, dan rasa tidak percaya diri yang berlebihan dan hal tersebut bisa berdampak pada kehidupan sehari-hari. Alasan seorang muslim harus mengurangi overthinking adalah percaya dengan ketetapan dari Allah SWT.

Meskipun tidak semua hal sesuai dengan yang direncanakan, tapi yakinlah bahwa pemberian dari Allah selalu yang terbaik dan indah. Bukan tidak diberikan sesuai dengan apa yang kita mau, tetapi Allah memberikan sesuai apa yang kita butuhkan.

Terkadang bukan diberikan saat ini juga, melainkan butuh usaha lebih keras dan sabar yang lebih luas. Kalau bukan sekarang pasti Allah SWT akan tunda dan diberikan di waktu yang tepat dan kita telah siap. 

Allah SWT menyakinkan hamba-Nya untuk senantiasa yakin terhadap ketetapan-Nya. Hal tersebut dijelaskan dalam ayat dan hadist dibawah ini:

 لَا تَحْزَنْ اِنَّ اللّٰهَ مَعَنَاۚ

Artinya: “Janganlah kamu bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah: 40)

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyanyang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Sebenarnya hal yang paling berbahaya sering overthinking adalah dapat memberikan efek yang tidak baik dalam diri. Allah memerintahkan hamba-Nya agar senantiasa berhusnudzon terhadap setiap ketetapan-Nya sesuai dengan hadist dibawah ini:

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ )) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku disuatu kumpulan, aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (HR. Bukhari, Nomor 6970 dan Muslim, Nomor 2675).

Itulah tadi pengertian mengenai overthinking dan alasan harus mengurangi overthinking. Sering overthinking bisa diatasi dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memanfaatkan waktu dengan hal-hal yang diridhai oleh Allah SWT.

Sebagai seorang hamba yang mempunyai iman, kita harus senantiasa mempercayai takdir dari Allah SWT adalah yang terbaik bagi setiap hamba-Nya sehingga rasa overthinking tersebut akan berkurang dengan sendirinya.

Baca Juga: Ini Dia 5 Tips Hidup Tenang Dalam Pandangan Islam

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia