Mengapa Dunia Disebut Sementara? Ada 5 Cara Islam Mengajarkan Manusia Memahaminya

Alfatihha.com – Pernahkah kita menyadari betapa cepatnya waktu berlalu? Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, lalu tanpa terasa bertahun-tahun telah dilewati. Banyak hal yang dahulu kita miliki mungkin sudah berubah, termasuk usia, keadaan, pekerjaan, hingga orang-orang di sekitar kita.

Hal tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia memang bersifat sementara. Islam tidak mengajarkan manusia untuk meninggalkan dunia, tetapi mengajarkan cara memandangnya dengan bijak agar kehidupan tidak membuat kita melupakan akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan.” (QS. Al-Hadid: 20)

Lalu, bagaimana Islam mengajarkan manusia memahami dunia yang sementara?

1. Mengingat Bahwa Setiap Kehidupan Akan Berakhir

Tidak ada manusia yang hidup selamanya. Allah SWT berfirman:

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (QS. Ali ‘Imran: 185)

Mengingat kematian bukan berarti membuat seseorang berhenti menikmati kehidupan. Justru, kesadaran bahwa hidup memiliki batas dapat membuat kita lebih menghargai waktu.

Kesempatan untuk beribadah, meminta maaf, membantu orang lain, dan melakukan kebaikan tidak selamanya tersedia. Karena itu, waktu yang ada sebaiknya digunakan dengan sebaik-baiknya.

2. Tidak Menjadikan Harta sebagai Tujuan Utama

Harta merupakan nikmat yang boleh dimiliki dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Namun, Islam mengingatkan agar hati tidak bergantung sepenuhnya kepada apa yang dimiliki.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kaya hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kekayaan bukan hanya tentang banyaknya kepemilikan. Hati yang mampu bersyukur dan merasa cukup juga merupakan bentuk kekayaan. Dengan begitu, seseorang dapat menikmati rezeki tanpa menjadikan dunia sebagai pusat kehidupannya.

3. Menjadikan Dunia sebagai Tempat Mengumpulkan Amal

Dunia memang sementara, tetapi bukan berarti tidak penting. Justru, dunia merupakan tempat manusia mengumpulkan bekal untuk kehidupan berikutnya.

Allah SWT berfirman:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari dunia.” (QS. Al-Qashash: 77)

Bekerja mencari nafkah, belajar, merawat keluarga, membantu sesama, dan bersedekah dapat menjadi amal kebaikan apabila dilakukan dengan cara yang benar.

4. Tidak Berlebihan dalam Mengejar Kesenangan

Kesenangan dunia boleh dinikmati, tetapi jangan sampai membuat manusia lalai. Apa yang dimiliki hari ini bisa berubah kapan saja.

Harta dapat berkurang, jabatan dapat berakhir, dan keadaan hidup dapat berganti. Karena itu, seorang Muslim perlu belajar bersyukur ketika memperoleh nikmat dan bersabar ketika kehilangan sesuatu.

Sikap tersebut membantu hati tetap tenang dan tidak terlalu bergantung kepada keadaan dunia.

5. Mengingat Bahwa Akhirat adalah Tujuan Akhir

Dunia hanyalah bagian dari perjalanan manusia. Setelah kehidupan dunia berakhir, manusia akan menghadapi kehidupan akhirat.

Allah SWT berfirman:

“Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui.” (QS. Al-‘Ankabut: 64)

Kesadaran ini membuat manusia lebih berhati-hati dalam menjalani hidup. Apa yang dilakukan hari ini bukan hanya tentang hasil yang terlihat sekarang, tetapi juga tentang bekal yang akan dibawa setelah kematian.

Dunia Sementara, Jangan Sampai Lupa Tujuan

Memahami bahwa dunia bersifat sementara bukan berarti harus menjauhi kehidupan. Kita tetap boleh bekerja, memiliki cita-cita, menikmati rezeki, dan membangun kehidupan yang baik.

Namun, semua itu sebaiknya ditempatkan sebagai sarana untuk melakukan kebaikan, bukan sebagai tujuan akhir. Sebab, dunia akan berlalu, sedangkan amal menjadi bagian dari bekal menuju kehidupan akhirat.

Selain terus belajar tentang makna kehidupan dunia dan akhirat, jangan berhenti menambah ilmu agama agar kehidupan semakin terarah. Temukan lebih banyak artikel Islami tentang akhlak, rezeki, doa, shalat, sedekah, zakat, Al-Qur’an, kisah teladan, parenting Islami, hingga inspirasi kehidupan muslim hanya di Alfatihah.com.

Semoga Allah membantu kita menjalani dunia dengan bijaksana, memperbanyak amal kebaikan, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat. Aamiin.

Penulis: Santi Puspita Ningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia