5 Tipe Pemimpin yang Tidak Perlu Kamu Ikuti Menurut Pandangan Islam

Alfatihah.com – Pemimpin bukan hanya seseorang yang mempunyai jabatan atau kekuasaan. Seorang pemimpin merupakan seseorang yang mempunyai amanah besar yang nantinya akan diminta pertanggungjawabannya dihadapan Allah SWT.

Perlu untuk kita memperhatikan hal itu, terkait layak atau tidaknya seseorang tersebut untuk diikuti dan ditaati. Islam telah memberikan perintah untuk kita mentaati pemimpin yang berlaku dalam hal yang baik dan benar bukan dalam keburukan.

5 tipe pemimpin yang tidak kamu ikuti menurut pandangan Islam 

Pemimpin merupakan seseorang yang mampu mengarahkan suatu kelompok untuk mencapai suatu tujuan. Pemimpin juga seseorang yang menjadi teladan untuk dikagumi dan dicontoh. Namun ada juga yang tidak layak diteladani karena caranya yang buruk.

1. Memerintahkan Maksiat

Tidak patut diikuti untuk seseorang yang menyuruh rakyat atau anggotanya melakukan dosa. Perintah yang diperintahkan merujuk pada dosa seperti berbohong, meminta menindas orang lain, menghalalkan korupsi, melarang ibadah tanpa alasan syar’i.

Perintah yang seperti itu boleh untuk kita tentang dan langgar, bukan maksud membangkang kepada pemimpin tapi untuk menghindar dari jalan yang sesat. Mengikuti perintah atasan diperbolehkan dengan syarat tidak bertentangan dengan perintah Allah.

2. Zalim dan Menindas Rakyat

Seorang pemimpin atau atasan yang bertindak semena-mena, merampas hak anggotanya, serta memperkaya diri sendiri diatas penderitaan rakyat atau anggotanya, tidak pantas untuk diikuti dan diteladani. Seperti dalam firman Allah berikut ini

وَلَا تَرْكَنُوْٓا اِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُۙ وَمَا لَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ مِنْ اَوْلِيَاۤءَ ثُمَّ لَا تُنْصَرُوْنَ

Artinya: “Janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim sehingga menyebabkan api neraka menyentuhmu, sedangkan kamu tidak mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.” (QS. Hud: 113)

Dalam ayat tersebut ditegaskan untuk kita sebagai orang Islam dilarang untuk membela kezaliman, termasuk mendukung atasan yang zalim. Terlebih lagi jika hal zalim tersebut dianggap sebagai hal yang wajar.

3. Korup dan Tidak Amanah

Korupsi menjadi tanda jika seseorang tersebut tidak amanah. Seseorang yang melakukan suap, memanipulasi anggaran, menyalahgunakan jabatan merupakan orang yang tidak layak untuk diikuti. Apa yang telah dilakukannya itu merupakan hal yang merusak kepercayaan dan keadilan. Allah SWT berfirman:

 اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِۗ اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًا ۢ بَصِيْرًا

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada pemiliknya. Apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu tetapkan secara adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang paling baik kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58)

Seseorang yang korupsi termasuk orang yang mengkhianati amanah, selain itu juga menyengsarakan rakyat dan anggotanya, menyebarkan ketidakadilan. Orang yang seperti ini tidak baik secara moral dan agama.

4. Menghalalkan yang Haram dan Mengharamkan yang Halal

Orang yang tidak perlu diikuti selanjutnya yaitu orang yang mengubah-ubah hukum Allah demi kepentingan politik atau ekonomi. Sebagai orang Islam maka tinggalkanlah seorang pemimpin yang mengizinkan zina, riba, dan minum-minuman keras. Buruk bagi orang yang melarang anggotanya untuk ibadah tanpa alasan darurat.

5. Fasik Terang-Terangan

Orang yang menyimpang secara terang-terangan dari agama baik secara sengaja maupun tidak, orang tersebut tidak layak untuk menjadi panutan. Orang yang secara terang-terangan melakukan dosa besar tidak layak menjadi panutan, apalagi untuk menjadi seorang pemimpin, karena seorang atasan haruslah mempunyai wibawa keteladanan. 

Itulah pembahasan tentang 5 tipe pemimpin yang tidak patut untuk diikuti. Islam tidak mengajarkan kekacauan. Memberontak tidak dibenarkan dalam Islam, namun perlu diingat untuk kita agar tidak taat pada keburukan. 

Penulis: Lintang Suryaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia