Alfatihah.com – Setiap manusia tidak akan pernah luput dari yang namanya kesalahan. Dalam Islam, saat seseorang menyadari kesalahannya maka dianjurkan untuk segera melakukan taubat nasuha. Taubat bukan hanya sekedar ucapan di lisan melainkan juga tekat dari dalam diri untuk berubah menjadi lebih baik.
Taubat nasuha dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Jangan menunggu untuk siap, tetapi paksakan diri untuk berubah. Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya. Cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanannya. Mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Tahrim: 8)
Seorang muslim perlu melakukan taubat nasuha. Taubat nasuha merupakan sebuah bentuk kesungguhan seorang hamba untuk memohon ampunan kepada Allah SWT.
كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Setiap anak Adam berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat.” (Hadist Riwayat Tirmidzi)
Inilah langkah-langkah taubat nasuha:
Seseorang yang ingin melakukan taubat nasuha harus menyadari kesalahannya. Mengakui semua kesalahan yang pernah diperbuat baik secara sengaja maupun tidak disengaja merupakan bagian utama dari langkah-langkah bertaubat.
Ketika ingin melakukan taubat nasuha, maka seseorang harus menyesali segala dosa-dosanya dan berhenti melakukannya. Dengan bertaubat, maka seseorang harus berjanji untuk berubah menjadi lebih baik lagi kedepannya.
Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:
لَهٗ مُعَقِّبٰتٌ مِّنْۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهٖ يَحْفَظُوْنَهٗ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
Artinya: “Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Ayat diatas menjelaskan, bahwa manusia harus berubah karena niat dan kemauannya sendiri. Jika dalam dirinya tidak ada rasa bersalah dan tidak ada niat untuk berubah menjadi lebih baik dari sebelumnya, maka Allah SWT juga tidak akan mengubah keadaannya.
Taubat nasuha tidak terlepas dari yang namanya memohon ampunan kepada Allah SWT. Seseorang yang berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama harus bisa ikhlas dalam memohon ampunan supaya Allah SWT memaafkan semua kesalahannya.
Itulah tadi mengenai langkah-langkah melakukan taubat nasuha. Pada dasarnya, Allah SWT akan mengampuni segala dosa-dosa hamba-Nya jika memang ia berusaha berubah menjadi lebih baik dan ikhlas mencari ridha Allah SWT.
Taubat bukan hanya sekedar ucapan di lisan, tetapi juga harus dibuktikan melalui perbuatan yang baik. Taubat nasuha bukan diniatkan mencari duniawi, namun semata-mata karena ingin memohon ampun kepada Allah SWT.
Penulis: Suci Wulandari