5 Keutamaan Salat Sunnah Tasbih, Termasuk Salah Satunya Membuat Jiwa Menjadi Tenang

Alfatihah.com – Salat sunnah tasbih merupakan salat sunnah istimewa yang banyak mendatangkan keutamaan luar biasa. Berbeda dengan salat sunnah lainnya, salat sunnah tasbih yaitu disertai dengan membaca bacaan tasbih sebanyak 300 kali dalam tiap pelaksanaannya.

Tujuan salat sunnah tasbih adalah, memuji Allah SWT, memohon ampunan, serta mendekatkan diri pada Allah SWT. Pelaksanaan salat tasbih ini disarankan oleh Rasulullah SAW kepada pamaya, Abbas bin Abdul Muthalib karena dapat juga mengampuni segala dosa-dosa masa lampau, saat ini, dan yang akan datang.

Keutamaan Salat Sunnah Tasbih

Allah SWT menganjurkan manusia agar senantiasa bertasbih dalam keadaan apapun. Bertasbih juga merupakan salah satu bentuk dzikir yang sangat dianjurkan terutama melakukan salat sunnah tasbih.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

فَاصْبِرْ عَلٰى مَا يَقُوْلُوْنَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوْعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوْبِهَاۚ وَمِنْ اٰنَاۤئِ الَّيْلِ فَسَبِّحْ وَاَطْرَافَ النَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضٰى

Artinya: “Maka, bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) atas apa yang mereka katakan dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam. Bertasbihlah (pula) pada waktu tengah malam dan di ujung siang hari agar engkau merasa tenang.” (QS. Thaha: 130)

Rasulullah SAW pernah bersabda kepada pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا – أَنَّ «النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: ” يَا عَبَّاسُ! يَا عَمَّاهُ! أَلَا أُعْطِيكَ؟ أَلَا أَمْنَحُكَ؟ أَلَا أحبوكَ؟ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ؟ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ، غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ، قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ، خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ، صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ، سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ: أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً، فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ، قُلْتَ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً، ثُمَّ تَرْكَعُ، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوعِ، فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا، فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا، فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ، تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ، إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ، فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمْرِكَ مَرَّة

Artinya: “Wahai Abbas! Wahai pamanku! Tidakkah aku memberimu? Tidakkah aku memberitahumu? Tidakkah aku melakukan sesuatu untukmu? Sepuluh perkara, jika engkau melakukannya, Allah akan mengampuni dosa-dosamu; yang pertama dan yang terakhir, yang lama dan yang baru, yang dilakukan karena kesalahan dan yang disengaja, yang kecil dan yang besar, yang sembunyi-sembunyi dan yang terang-terangan. Lakukanlah shalat empat rakaat, pada setiap rakaat engkau membaca Al-Fatihah dan surat lainnya. Ketika engkau telah selesai membaca di rakaat pertama dan engkau masih dalam keadaan berdiri engkau ucapkan subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar lima belas kali. Kemudian engkau ruku’, ucapkan kalimat itu sepuluh kali saat kau ruku’. Kemudian engkau angkat kepalamu dari ruku’ (i’tidal), engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Kemudian engkau turun bersujud, kau baca kalimat itu sepuluh kali dalam bersujud. Kemudian engkau angkat kepalamu dari bersujud, egkau baca kalimat itu sepuluh kali. Kemudian engkau bersujud (yang kedua), engkau baca kalimat tu sepuluh kali. Kemudian engkau angkat kepala, engkau baca kalimat itu sepuluh kali. Itu semua ada tujuh puluh lima dalam setiap rakaat. Engkau lakukan itu dalam empat rakaat. Bila engkau mampu melakukannya setiap sehari sekali maka lakukanlah. Bila tidak maka lakukan setiap satu jum’at sekali. Bila tidak maka setiap satu bula sekali. Bila tidak maka setiap satu tahun sekali. Bila tidak maka dalam seumur hidupmu lakukan sekali.”

Keutamaan salat sunnah tasbih ada banyak sekali, Berikut ini beberapa keutamaannya:

1. Penghapus Dosa

Salat sunnah tasbih adalah sarana untuk menghapus segala dosa-dosa yang ada. Dengan melaksanakan salat sunnah tasbih secara rutin, diharapkan hal tersebut dapat membersihkan dosa yang ada diri umat muslim yang mengerjakannya.

2. Mendapatkan Pahala

Segala bentuk amalan ibadah yang dilakukan dengan niat karena Allah SWT akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda bagi siapa saja yang melakukannya tak terkecuali salat sunnah tasbih.

3. Menenangkan Hati dan Pikiran

Saat hati sedang lelah dan pikiran kacau, salat sunnah tasbih adalah sebuah solusi untuk menyembuhkannya. Salat sunnah tasbih akan membuat pikiran dan hati jauh lebih tenang karena banyak memuji Allah SWT. 

4. Menghindarkan Diri dari Perbuatan Maksiat

Melaksanakan salat sunnah tasbih akan melindungi diri kita dari segala bentuk perbuatan maksiat. Hati yang senantiasa memuji Allah SWT, akan memberikan sinyal peringatan ketika seseorang ingin melakukan perbuatan dosa yang merugikan karena Allah SWT telah melindunginya.

5. Memudahkan Urusan Dunia dan Akhirat

Seseorang yang rutin melaksanakan salat sunnah tasbih, maka segala urusan di dunia dan akhiratnya akan senantiasa Allah SWT mudahkan. Allah SWT akan memudahkannya ketika sakaratul maut, di alam kubur, sampai menuju surga. Kehidupannya di dunia pun selalu Allah SWT jamin dan bimbing.

Itulah tadi mengenai keutamaan salat sunnah tasbih. Salat sunnah ini harus senantiasa kita rutinkan agar dapat meraih cinta Allah SWT. Bukan hanya Allah SWT mudahkan kehidupan kita di dunia, melainkan juga di akhirat. 

Salat sunnah tasbih bukan hanya sebagai salah satu ritual ibadah semata, melainkan juga sebagai bentuk kita dalam mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. 

Penulis: Suci Wulandari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia