Alfatihah.com – Banyak sekali orang yang beranggapan jika ruqyah hanya bisa dilakukan oleh alim ulama seperti seorang ustad, kyai, maupun ahli ruqyah karena memiliki kemampuan untuk mengusir jin dan gangguan lain. Padahal yang sebenarnya, kita juga bisa melakukan ruqyah mandiri untuk melindungi diri dari gangguan.
Ruqyah mandiri dapat dilakukan kapan saja dan dengan media yang telah dianjurkan agar prinsip syariat ruqyah terpenuhi. Jangan sampai yang tujuannya untuk menyembuhkan justru malah mengandung kesyirikan. Oleh karena itu kita harus bisa memahami tata cara melakukan ruqyah mandiri.
Berikut ini adalah tata cara melakukan ruqyah mandiri yang dapat dicontoh dirumah:
Ketika melakukan ruqyah mandiri awali dengan niat dan kemantapan hati serta ikhlas dan meyakini bahwa Allah SWT yang akan menyembuhkan segala macam penyakit. Kita wajib percaya dan berbaik sangka kepada Allah SWT.
Allah SWT menyukai kebersihan, dan sangat dianjurkan seorang hamba yang menghadap kepada Tuhan-Nya dalam keadaan yang suci dan bersih baik dari hadas besar maupun kecil. Hal ini juga akan membuat hati dan jiwa seseorang jauh menjadi lebih tenang.
Salat sunnah taubat dan hajat bukanlah suatu kewajiban yang harus dilakukan sebelum melakukan ruqyah mandiri. Namun lebih utamanya seorang hamba bisa mengakui kesalahan dan bertaubat dengan melakukan salat hajat kemudian memohon supaya hajatnya dapat terwujud dengan salat hajat.
Di dalam proses ruqyah pasti akan selalu dibacakan ayat-ayat tertentu sesuai dengan syariat Islam tak terkecuali dengan ayat Al-Qur’an. Awali dengan membaca bismillah, ayat kursi, surat al-fatihah, al-ikhlas, al-falaq, dan an-nass.
Rasulullah bersabda ketika Utsman bin Abil Ash mengadukan rasa sakit di badannya “letakkan tanganmu di atas tempat yang sakit dari tubuhmu”. (Hadist Riwayat Ibnu Hibban). Lalu Rasulullah mengajarkan doa doa di atas.
Jika ruqyah mandiri dilakukan untuk tujuan penyembuhan sakit, tambahkan doa ini:
“Hilangkan penyakit ini wahai penguasa manusia. Sembuhkanlah, Engkau maha penyembuh, tidak ada kesembuhan kecuali penyembuhan Mu, obat yang tidak meninggalkan penyakit”.
Hal tersebut pernah dilakukan oleh Nabi SAW ketika mengobati seseorang yang terkena bejana pada tangannya, beliau membacakan doa tersebut (Al Fathu Ar Rabbani 17/182).
Ruqyah mandiri juga dapat dilakukan dengan mengusap menggunakan tangan kanan lebih dianjurkan, hal ini berdasar hadist A’isyah Radhiyallahu ‘anha “Rasulullah SAW, tatkala dihadapkan pada orang yang mengeluh kesakitan beliau mengusapnya dengan tangan kanan”. (Hadist Riwayat Muslim Syarah An Nawawi (14/180).
A’isyah R.A ketika ditanya tentang tiupan Nabi SAW ketika meruqyah “seperti tiupan orang yang makan kismis, tidak ada air ludahya yag keluar”. (Hadist Riwayat Muslim kitab As Salam 14/182)
Ketika meniup, sambil dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang telah disebutkan sebelumnya.
Caranya yaitu sangat sederhana dengan menggunakan segelas air yang diletakkan di dekat mulut sambil membaca ayat-ayat ruqyah kemudian meminum air tersebut sampai habis.
Ruqyah mandiri dengan minyak zaitun merupakan media paling baik menurut Rasulullah, “makanlah minyak zaitun dan olesi tubuh dengan nya, sebab ia berasal dari tumbuhan yang penuh berkah”. (Hadist Hasan Shahihul Jami’ 2/4498).
Ruqyah mandiri dengan daun bidara juga dapat dicoba caranya yaitu dengan mencari 7 helai daun bidara atau kelipatannya kemudian ditumbuk sampai halus. Ketika sudah halus campurkan dengan air dan kemudian bacakan ayat-ayat ruqyah. Pakai air daun bidara tersebut untuk mandi atau di semprotkan pada dinding-dinding rumah.
Cara sederhana ketika ingin melakukan ruqyah mandiri bisa dilakukan sebelum tidur. Gabungkan kedua tangan kemudian bacakan surat an-nass, al-falaq, dan ikhlas kemudian usapkan ke seluruh bagian tubuh.
Ambil ludah diujung jari kemudian letakkan campuran ludah dan tanah di bagian luka sambil membaca doa yang telah disebutkan sebelumnya dan ditambahkan dengan doa berikut:
“Bismillah, dengan nama Allah, debu tanah kami dengan ludah sebagian kami semoga sembuh orang yang sakit dari kami dengan izin Rabb kami”. (Hadist Riwayat Bukhari)
Perkuat iman dan takwa kepada Allah SWT agar terhindar dari segala godaan dan gangguan jin dengan memperbanyak membaca dzikir pagi dan petang.
قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةًۗ قَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ اِلَّا رَمْزًاۗ وَاذْكُرْ رَّبَّكَ كَثِيْرًا وَّسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِࣖ
Artinya: “Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda (kehamilan istriku).” Allah berfirman, “Tandanya bagimu adalah engkau tidak (dapat) berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah pada waktu petang dan pagi hari.” (QS. Ali Imran: 41)
Itulah tadi tata cara melakukan ruqyah mandiri dirumah. Ruqyah mandiri bisa dilakukan dengan cara yang sederhana dan menggunakan media yang ada.
Ruqyah merupakan salah satu bentuk pengobatan terbaik untuk mengusir gangguan dan mengobati sakit yang sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Sebelum mempraktekannya, kita harus bertawakal dan yakin jika Allah SWT pasti akan memberikan kesembuhan.
Penulis: Suci Wulandari