Perbedaan Anak Yatim dan Piatu, Sering Dianggap Sama Oleh Banyak Orang!

Alfatihah.com – Sering mendengar istilah anak yatim piatu? Banyak yang menganggap hal ini adalah satu arti atau makna, padahal hal tersebut berbeda.

Apa yang membedakan anak yatim dan piatu? Hal ini kerap kali tertukar atau bahkan menganggapnya sama, karena anak telah ditinggal oleh orang tua.

Dalam definisinya anak yatim dan piatu memiliki arti yang berbeda. Namun disini, Allah SWT tetap memuliakan keduanya, baik anak yatim maupun piatu.

Perbedaan Anak Yatim dan Piatu

1. Pengertian Anak Yatim

Yang pertama, hal yang akan dibahas adalah anak yatim. Pengertian dari anak yatim sendiri dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yaitu anak yang tidak memiliki ayah dikarenakan telah meninggal dunia.

Sedangkan dalam Islam, memiliki arti yang lebih dalam. Dimana anak yatim merupakan seorang anak yang belum baligh, lalu kemudian ditinggal wafat oleh ayahnya.

2. Pengertian Anak Piatu

Kedua, pengertian anak piatu dalam KBBI merupakan anak yang tidak memiliki orang tua, tidak bersanak saudara, dan seorang diri. Namun dalam Islam lebih detail lagi penjelasannya, yaitu anak yang ditinggal wafat oleh ibunya dalam keadaan belum baligh.

Jadi, perbedaan anak yatim dan piatu dalam segi pengertiannya sangat terlihat jelas. Dimana yatim adalah anak yang tidak mempunyai ayah, sedangkan piatu yang tidak mempunyai ibu.

3. Pengertian Anak Yatim Piatu

Kemudian ketiga, muncul juga istilah anak yatim piatu yang dimana memiliki pengertiannya sendiri. Pengertian anak yatim piatu dalam KBBI adalah anak yang sudah tidak berayah dan beribu dikarenakan telah meninggal dunia.

Menurut Islam, pengertian anak yatim piatu adalah yang belum baligh namun telah ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya. Dari ketiga pengertian itu telah jelas mengenal apa perbedaan pengertian dari anak yatim, piatu, dan yatim piatu.

Namun, sejatinya dalam Islam tidak ada perbedaan dalam cara memperlakukan ketiganya. Karena ketiganya sama-sama dimuliakan oleh ajaran Islam dan di mata Allah SWT.

Karena anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya pasti akan mengalami kesulitan. Oleh karenanya, sebagai sesama Muslim tugas untuk memberi dukungan dan bantuan kepada anak yatim, piatu, dan yatim piatu adalah sesuatu yang dianjurkan.

Itulah beberapa perbedaan pengertian dari anak yatim dan piatu. Hal ini seringkali di salahpahami dan dianggap sama oleh banyak orang.

Penulis: Ghina Shelda Aprelka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia