Alfatihah.com – Dalam kehidupan, tidak semua hal dapat berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Ada usaha yang belum membuahkan hasil, doa yang belum menemukan jawaban, atau keadaan yang berubah di luar kendali manusia. Pada saat seperti itu, tawakal kepada Allah menjadi sikap penting yang perlu dimiliki seorang muslim.
Tawakal bukan berarti berhenti berusaha dan hanya menunggu pertolongan Allah. Tawakal adalah menyerahkan hasil kepada Allah setelah melakukan ikhtiar yang terbaik. Seorang muslim tetap berusaha, berdoa, dan mengambil langkah yang diperlukan, kemudian percaya bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya.
Allah SWT berfirman:
“Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS. Ali ‘Imran: 159)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa tawakal berjalan bersama dengan usaha dan keteguhan hati. Lalu, apa saja tanda seseorang yang benar-benar bertawakal kepada Allah?
Tawakal tidak hanya terlihat dari ucapan, tetapi juga tercermin melalui cara seseorang menghadapi usaha, hasil, dan berbagai keadaan dalam hidup.
1. Tetap berusaha sebelum menyerahkan hasil kepada Allah.
Orang yang bertawakal tidak meninggalkan ikhtiar. Ia melakukan apa yang mampu dilakukan dengan sungguh-sungguh, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Ia memahami bahwa manusia diperintahkan untuk berusaha, sementara hasil berada dalam ketetapan-Nya.
2. Tidak mudah berputus asa ketika hasil belum sesuai harapan.
Kegagalan atau hasil yang berbeda dari rencana dapat membuat seseorang kecewa. Namun, tawakal membantu hati untuk tidak berlarut-larut dalam keputusasaan. Ia tetap percaya bahwa ada hikmah dalam setiap ketetapan Allah.
3. Tidak berlebihan dalam mencemaskan masa depan.
Merencanakan masa depan merupakan bagian dari ikhtiar. Namun, seorang yang bertawakal tidak membiarkan kekhawatiran menguasai seluruh pikirannya. Ia berusaha mempersiapkan diri sambil menyadari bahwa masa depan tetap berada dalam pengetahuan dan ketetapan Allah.
4. Berserah diri setelah mengambil keputusan.
Setelah mempertimbangkan sesuatu dan melakukan usaha yang diperlukan, seorang muslim belajar menerima hasilnya. Ia tidak terus-menerus menyalahkan diri sendiri karena sesuatu yang berada di luar kendalinya.
5. Tetap tenang ketika menghadapi ujian.
Tawakal bukan berarti seseorang tidak merasa sedih atau takut. Perasaan tersebut merupakan bagian dari manusia. Namun, tawakal membantu seseorang untuk tetap memiliki tempat bergantung ketika menghadapi kesulitan, yaitu Allah SWT.
6. Percaya bahwa Allah memiliki ketetapan terbaik.
Salah satu bentuk tawakal adalah menjaga prasangka baik kepada Allah. Ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan, seorang muslim tetap berusaha percaya bahwa Allah mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya.
Terkadang tawakal disalahartikan sebagai sikap pasrah tanpa melakukan apa-apa. Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan antara usaha dan berserah diri.
Seseorang yang sedang mencari pekerjaan tetap perlu membuat lamaran dan meningkatkan kemampuan. Orang yang ingin menyelesaikan masalah tetap perlu mencari jalan keluar. Begitu pula dalam berbagai urusan kehidupan lainnya, manusia perlu melakukan bagian yang menjadi tanggung jawabnya.
Setelah itu, hasilnya diserahkan kepada Allah. Dengan demikian, tawakal bukan alasan untuk berhenti bergerak, melainkan cara menjaga hati agar tidak bergantung sepenuhnya kepada hasil usaha.
Tidak semua hal dalam kehidupan berada dalam kendali manusia. Ada keadaan yang dapat direncanakan, tetapi ada pula hasil yang hanya Allah yang menentukan.
Karena itu, belajar bertawakal dapat dimulai dari hal sederhana. Berusaha dengan sungguh-sungguh, berdoa sebelum mengambil keputusan, menerima hasil dengan lapang, dan tetap berprasangka baik kepada Allah merupakan bagian dari proses tersebut.
Tawakal membuat seseorang memahami bahwa tugas manusia adalah berusaha sebaik mungkin, sedangkan hasil akhirnya merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT.
Selain terus belajar tentang tawakal, jangan berhenti menambah ilmu agama agar hati semakin terarah dalam menjalani kehidupan. Temukan lebih banyak artikel Islami tentang akhlak, rezeki, doa, shalat, sedekah, zakat, Al-Qur’an, kisah teladan, parenting Islami, hingga inspirasi kehidupan muslim hanya di Alfatihah.com.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang senantiasa berikhtiar, bersabar dalam proses, dan bertawakal kepada-Nya dalam setiap urusan. Aamiin.
Penulis: Santi Puspita Ningrum