2 Macam Fitnah dalam Kehidupan Menurut Imam Ibnu Qayyim

Alfatihah.com – Dalam kehidupan di dunia ini pasti ada saja fitnah yang dialami, baik itu pada diri sendiri maupun orang lain. Ada berbagai macam fitnah dalam kehidupan, yang bisa diketahui dalam setiap jenisnya.

Macam fitnah ini tergolong menjadi dua menurut Imam Ibnu Qayyim. Hal ini tertera pada Ighatsah al-Lahfan min Mashayid asy-Syaithan yang merupakan karya dari Imam Ibnu Qayyim.

2 Macam Fitnah Menurut Imam Ibnu Qayyim

1. Fitnah Syahwat

Syahwat adalah macam fitnah pertama yang biasanya terjadi dalam kehidupan. Fitnah syahwat merupakan semua fitnah yang berkaitan dengan kesenangan duniawi.

Contoh fitnah syahwat yaitu sebagai berikut:

a. Fitnah Harta

Contoh fitnah syahwat ini terjadi di setiap zaman. Dimana fitnah harta ini seringkali membuat lalai manusia pada Sang Pencipta.

Padahal, adanya limpahan harta yang diberikan Allah SWT untuk saling membantu dengan berbagi. Bukan hanya untuk kesenangan duniawi, apalagi memuaskan nafsu belaka. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي المَالُ

Artinya: “Sesungguhnya setiap umat itu memiliki fitnah dan fitnah umatku adalah harta.” (HR. At Tirmidzi No. 2336)

b. Fitnah Wanita

Macam fitnah ini juga biasa terjadi di setiap zaman. Fitnah wanita paling berbahaya bagi laki-laki, oleh karena itu banyak yang lalai akan hal tersebut.

Apalagi di zaman sekarang, dimana banyak wanita yang menampakkan atau menampilkan diri secara terbuka di sosial media. Dimana wanita dijadikan tontonan pada suatu konten atau iklan.

Dan sangat sulit bagi umat muslim untuk menundukan pandangannya di zaman sekarang. Karena hampir semua lini kehidupan yang dihiasi oleh wanita. Nabi Muhammad SAW bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Artinya: “Aku tidak meninggalkan suatu fitnah yang paling berbahaya bagi laki-laki sepeninggalku melebihi fitnah wanita.” (HR. bukhari No.5096)

c. Fitnah Keturunan

Fitnah keturunan ini dimaksudkan pada anak-anak. Anak-anak juga bisa menjadi fitnah bagi orang tuanya.

Maksud pernyataan di atas adalah dimana orang tua bisa saja terjebak dalam berbagai macam kesalahan yang dibuat anak-anaknya. Hal ini seperti dalam QS. Al Anfal: 28, yang berbunyi:

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Artinya: “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al Anfal: 28)

d. Fitnah Jabatan

Fitnah jabatan juga sangat marak terjadi di era saat ini. Dimana seseorang yang mempunyai jabatan lebih tinggi, akan lebih terlihat sombong dan tamak pada kekuasaan yang digenggamnya. Nabi SAW bersabda:

إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ القِيَامَةِ

Artinya: “Nanti kalian akan begitu tamak pada kekuasaan. Namun kelak di hari kiamat, engkau akan benar-benar menyesal.” (HR. Bukhari No. 7061)

e. Fitnah Kezaliman

Kezaliman masuk ke dalam macam fitnah syahwat. Dimana contoh-contohnya seperti menghina, menyindir, bahkan sampai pada pembunuhan. Rasulullah SAW bersabda:

يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ، وَيَنْقُصُ العَمَلُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ، وَتَظْهَرُ الفِتَنُ، وَيَكْثُرُ الهَرْجُ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّمَ هُوَ؟ قَالَ: القَتْلُ القَتْلُ

Artinya: “Zaman akan menjadi semakin dekat, amal saleh semakin berkurang, kebakhilan merajalela, fitnah (maksiat) dinyatakan secara terang-terangan, dan banyak al-harj.” Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, apa itu al-harj?’ Nabi menjawab ‘Pembunuhan-pembunuhan’.” (HR. Bukhari No. 7061)

2. Fitnah Syubhat

Macam fitnah yang kedua adalah fitnah syubhat. Dimana fitnah ini pengertiannya adalah semua yang berasal dari pemikiran atau perkara dan menjadikan seseorang tersebut paham akidahnya.

Contoh fitnah syubhat ini, ada berbagai macam yaitu:

a. Syirik

Syirik adalah salah satu contoh dari macam fitnah syubhat. Dimana syirik adalah fitnah terbesar, karena menyekutukan Allah SWT.

Akidah orang yang berbuat syirik biasanya telah goyah dan keluar dari pemahaman agama Islam. Ia telah meninggalkan bahkan meremehkan Sang Pencipta, naudzubillahi mindzalik.

b. Syubhat Ateis

Syubhat ateis ini juga terjadi di zaman sekarang, dimana orang-orang yang melakukan ini akan mengajak pada kekufuran. Akidah islam bagi orang ateis biasanya telah lenyap, dan meragukan keberadaan Sang Pencipta.

c. Syubhat Bid’ah

Sedangkan syubhat bid’ah ini dilakukan dimana seseorang melakukan berbagai macam ibadah buatan. Ibadah-ibadah ini dibuat dengan pemahamannya sendiri, tanpa pernah dicontohkan pada zaman dulu atau menurut Al Quran dan Hadits.

d. Fitnah Dajjal

Macam fitnah syubhat yang terkahir adalah fitnah dajjal. Dimana fitnah ini yang paling dahsyat nantinya yang akan dialami oleh orang-orang yang hidup di hari akhir.

Fitnah dajjal ini bisa menyesatkan orang muslim hingga keluar dari agama Islam, dan mengikuti bahkan mengakui dajjal sebagai Tuhan, naudzubillah. Oleh karenanya, agar dijauhi fitnah ini berusahalah untuk lebih rajin beribadah dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Itulah dua macam fitnah dalam kehidupan menurut Imam Ibnu Qayyim. Semoga kita sebagai orang yang beriman bisa mengatasi segala fitnah dari pertolongan-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Admin Saskia