Alfatihah.com – Era yang kita tinggali sekarang adalah zaman dimana pengaruh fitnah dalam kehidupan sangat banyak. Ada banyak macam fitnah di kehidupan sekarang, seperti fitnah harta, jabatan, wanita, dan lain sebagainya.
Hal itu tak henti-hentinya terjadi di zaman sekarang. Seiring berjalannya waktu fitnah saat ini bukannya kian mereda, namun semakin banyak dan manusia seringkali lalai dengan fitnah-fitnah yang ada.
Bahkan ada juga yang membenarkan hingga menormalisasikan. Oleh karenanya, sebagai manusia yang beriman harus waspada menghadapi berbagai fitnah. Berikut pengertian lebih dalam mengenai fitnah dalam kehidupan saat ini.
Pengertian fitnah dalam kehidupan ini terbagi menjadi dua, yaitu yang berasal dari bahasa dan istilah. Dalam bahasa Arab, fitnah ( الْفِتْنَةُ) memiliki makna kembali kepada cobaan dan ujian.
Kata dalam bahasa Arab ini berasal dari ungkapan seseorang, yaitu:
فَتَنْتُ الذّهَبُ وَالْفِضَّةُ بِالنَّارِ
“Aku menguji emas dan perak dengan api” (Tahdzib al-Lughah karya al-Azhari (14/211), dan Lisan al-’Arab (13/317).
Makna secara tersirat dari ungkapan di atas adalah bahwa fitnah adalah cobaan atau ujian. Dimana ujian itulah yang menjadi pembeda (menentukan benar dan salah).
Setelah pengertian secara bahasa, fitnah dalam kehidupan juga memiliki setidaknya ada empat pengertian secara istilah, yaitu sebagai berikut:
1. Ujian
Fitnah memiliki pengertian secara istilah yang pertama, yaitu ujian. Dimana hal ini dijelaskan dalam QS. Al ‘Ankabut ayat 1-3, yang artinya:
“Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS. Al-‘Ankabut: 1-3)
2. Kondisi Tidak Stabil
Selanjutnya, pengertian secara istilah dari fitnah dalam kehidupan adalah menggambarkan kondisi yang tidak stabil. Maksudnya adalah situasi dimana dilanda kebingungan, ini juga termasuk ke dalam fitnah. Seperti dalam hadits:
“Dan datanglah fitnah yang menjadikan fitnah sebelumnya terasa ringan dibandingkan fitnah setelahnya. Ketika datang fitnah, orang-orang mukmin berkata, ‘Inilah yang membinasakanku’. Setelah hilang bencana tersebut, timbul pula fitnah yang lain. Dan orang mukmin berkata, ‘Ini… ini..!’.” (HR. Muslim No. 2867)
3. Syirik
Selain itu, fitnah juga dapat diartikan secara istilah yaitu dengan syirik. Dimana arti kata syirik ini seperti dalam firman Allah SWT:
“Dan fitnah (kekufuran) itu lebih berat dari pembunuhan.” (QS. Al-Baqarah: 191)
“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa fitnah (syirik) atau ditimpa azab yang pedih.” (QS. An-Nur: 63)
4. Membakar
Terakhir, fitnah dalam kehidupan secara istilah bermakna membakar. Dimana hal ini bisa dilihat dalam dua dalil, firman Allah SWT:
“(Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka dibakar di atas api neraka.” (QS. Adz-Dzariyat: 13)
“Sesungguhnya orang-orang yang membakar kaum mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” (QS. Al-Buruj: 10)
Demikianlah pengertian dari fitnah dalam kehidupan secara bahasa dan istilah, lengkap dengan dalilnya. Makna fitnah disini memanglah banyak, namun kembali lagi sumber fitnah adalah ujian.
Di era yang sudah mendekati akhir zaman ini, tentunya banyak fitnah yang bertebaran. Namun, kita sebagai orang yang beriman tidak bisa menyalahkan keadaan zaman. Seperti dalam dalil berikut:
Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian mencela zaman, karena Allah adalah Pencipta zaman.” (HR. Muslim No. 2246).
Imam Syafii berkata, “Kita mencela zaman, sedangkan aib itu ada pada diri kita. Tidak ada aib pada zaman kecuali kita.” (Diwan Al Imam Asy Syafi’i: 1/141).