KELAS KARYAWAN ; MENGGALI ULANG KONSEP CRITICAL THINKING DAN PROBLEM SOLVING

Semarang 6/11: Sebagai sebuah lembaga yang menaungi banyak sumber daya manusia dalam beberapa bentuk divisi, Rumah Tahfidz Alfatihah (RTA) pastinya juga dihadapkan pada problematika serta permasalahan yang melibatkan persoalan internal maupun eksternal antar komponennya. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pimpinan sekaligus founder Rumah Tahfidz Alfatihah yaitu Satrio Wibowo memiliki cara tersendiri. Sebagai pimpinan,Mas Bowo sapaan akrab beliau menjelaskan bahwa perlu adanya kesinambungan dan integrasi yang sukses antar semua komponen pendukung agar sebuah perusahaan atau lembaga dapat terus menjaga tujuannya.

Melalui acara rutin berupa kelas karyawan yang  kembali diselenggarakan pada Sabtu, 6 November 2021 di Kantor Pusat RTA, Mas Bowo menguraikan bahwa nilai juang dari sumber daya manusia di sebuah perusahaan atau lembaga dapat dipupuk dari nilai totalitas serta loyalitasnya. Mas Bowo juga mengingatkan bahwa semakin maju serta berkembangnya suatu zaman tuntutan  kemampuan seorang karyawan atau pegawai yang professional juga silih berganti. Sebagai contoh, pada tahun 2025 diperkirakan bahwa skill atau kompetensi yang akan dibutuhkan berpusat pada kompetensi problem solving atau pemecahan masalah.

Gambar : Mas Bowo sedang memaparkan materi di Kelas Karyawan

Kompetensi problem solving sendiri dapat didefinisikan secara singkat sebagai sebuah penyelesaian atau pemecahan masalah sebagai rangkaian dari proses berpikir.Secara singkat, problem solving mengajak seseorang untuk dapat memecahkan sebuah masalah serta mewujudkan bagaimana solusinya. Menurut Mas Bowo, kompetensi ini dapat dipelajari dan dilatih melalui ketertarikan akan hal baru serta daya tahan terhadap masalah. Mas Bowo juga mengajak para karyawan untuk merenungkan ulang bahwa setiap orang pasti memiliki masalahnya sendiri. Beliau kemudian menceritakan perjuangannya mendirikan Alfatihah beserta cerita-cerita unik didalamnya sebagai refleksi atas definisi masalah-masalah yang mengitari dalam kehidupan manusia sehari-hari.

Hal ini mengingatkan kita pada firman Allah SWT dalam Surat Al Baqarah ayat 286 :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”.

Gambar : Para Karyawan Tengah Khidmat Menyimak Materi

Selain keterampilan untuk memiliki kompetensi problem solving, Mas Bowo juga mengisyaratkan ada keterampilan lain yang juga harus dipelajari yaitu kompetensi critical thinking atau berpikir kritis. Kompetensi ini penting untuk dimiliki sebagai bekal menangani masalah yang ditemukan untuk kemudian diolah menjadi informasi yang  tidak hanya relevan, valid dan terpercaya namun juga dapat menghasilkan pemaknaan.

Terakhir, Mas Bowo mengajak para karyawan untuk merenungkan kembali akan kemana Alfatihah berlabuh setelah berjalan kurang lebih selama tiga tahun berdinamika bersama rangkaian program untuk umat.Beliau berpesan bahwa tidak ada jalan juang yang mudah ketika berdiri tegak untuk meneruskan banyak kebaikan.

Gambar : Sesi Refleksi Tentang Cita-Cita Bersama Menguatkan Alfatihah

Rencananya, kelas karyawan ini akan rutin terus digelar setiap hari Sabtu selain untuk membantu menumbuhkan semangat juga digunakan sebagai upaya belajar bersama menumbuhkan knowledge  seluruh karyawan. Kelas Karyawan ini ditujukan untuk semua karyawan pada divisi yang ada di Alfatihah untuk membangun bonding, culture yang baik serta karakter teladan. (WD/2021)

Kelas Karyawan RTA : Kajian Merangkul Doa Versi Kawula Muda

Semarang 30/10 : Ada yang berbeda dari agenda rutin kelas karyawan Rumah Tahfidz Alfatihah (RTA) pada Sabtu, 30 Oktober 2021. Jika pada agenda-agenda sebelumnya materi kelas karyawan berkutat pada tips dan materi mengenai kepegawaian serta sejarah RTA, maka kemarin momentum kelas karyawan dibuat berbeda. Agenda kelas karyawan diisi dengan materi kajian yang dikemas  kekinian melalui pembahasan topik favorit kawula-kawula muda yaitu mengenai jodoh dan pernikahan.

Kelas karyawan diisi oleh Ustaz Agus Santoso, seorang ustaz dari Semarang yang juga terkenal dengan nama Ustaz Abu Iqbal. Bertempat di aula kantor Rumah Tahfidz Alfatihah, acara dimulai pada pukul 09.00 WIB.  Ustaz Abu Iqbal membuka acara dengan membacakan kalam suci Al’Quran surat Al Furqon ayat 74 untuk menyongsong kajian yang bertema “Memilih Pasangan Hidup yang Tepat Dunia Akhirat” untuk para karyawan-karyawan.

Sebagai pembuka, Ustaz Agus menyampaikan bahwa terdapat tiga kriteria utama untuk memilih calon pasangan hidup yaitu seorang laki-laki pemberani, adil, sabar, dan yang senantiasa menjaga kehormatan. Ustaz Agus juga menyampaikan bahwa salah satu jalan menuju dipertemukan dengan jodoh impian ialah dengan senantiasa berbuat baik dan menjaga pandangan.

Tak lupa, Ustaz Agus juga memberi wejangan bahwa selain berbuat baik dan berikhtiar untuk tiap-tiap mimpi dan keinginan, kunci yang tidak boleh terlupa adalah berdoa. Terakhir, Ustaz Agus menyampaikan bahwasanya kriteria pendamping terbaik tidak hanya dilihat dari harta dan rupa namun yang utama ialah agamanya.  Wah, Masyaallah . Semoga pembaca sekalian yang sedang sama-sama berikhtiar menyempurnakan sunnah Rasul segera bisa dipertemukan dan dimudahkan oleh Allah , Aamiin

Kelas karyawan ini merupakan agenda rutin untuk memperkuat bonding, membuka wawasan kepegawaian, juga mempertajam keilmuan para karyawan. Insyallah kelas karyawan akan selalu rutin digelar setiap pekan pada hari Sabtu.  (WD/2021)

KELAS KARYAWAN RTA 2021 :BERKENALAN LEBIH DEKAT DENGAN GUS NANA

 

 

Semarang 23/10 : Salah satu kunci sukses sebuah lembaga adalah manajemen sumber daya manusia yang terkelola dengan baik. Selain, produktivitas yang harus terus berjalan  motivasi, rasa nyaman, dan semangat teamwork yang terjaga solid juga menjadi point penting.

Termasuk di Rumah Tahfidz Alfatihah (RTA) sebagai sebuah lembaga yang mengedepankan semangat humanisme dan kebersamaan dalam bekerja. Terhitung sejak Sabtu,16 Oktober 2021 sudah terselenggara kegiatan kelas sharing dan mentoring bersama para jajaran managemen dan pengurus inti Rumah Tahfidz Alfatihah untuk membantu mewujudkan suasana positif dalam pemaknaan kegiatan bekerja sehari-hari untuk umat .

Pada 23 Oktober 2021 bertepatan dengan hari Sabtu  telah kembali terselenggara kegiatan kelas karyawan di ruangan serbaguna milik Rumah Tahfidz Alfatihah . Episode kelas  hari ini dihadiri karyawan dari seluruh divisi. Kelas karyawan hari ini bertajuk kegiatan sharing dan mentoring bersama salah satu top management RTA, yaitu Gus Nana. Kegiatan ini dimaksudkan selain untuk membangun kedekatan antar jajaran juga sebagai metode untuk membangun semangat sekaligus mindset positif para karyawan RTA agar senantiasa produktif sekaligus sehat secara mental.

Kelas Karyawan dibersamai oleh Gus Nana yang menceritakan perjuangannya selama delapan tahun menjajal “kawah candradimuka” dunia media di Jawa Pos. Beliau juga menceritakan masa kecilnya dimana beliau dahulu pernah tinggal di Jawa Timur. Gus Nana juga menuturkan bahwa salah satu guru terbaik yang membentuknya seperti sekarang ialah bersikap pantang menyerah selama bekerja di media Jawa Pos.

Kita semua harus belajar menemukan passion kita sehingga kemudian dapat mencintai pekerjaan kita.” Ucap Gus Nana.

Gus Nana juga memberikan sedikit pengantar materi mengenai kiat-kiat dasar menjadi seorang pengusaha. Beliau  juga menceritakan bahwa sudah banyak usaha yang dilakoninya mulai dari persewaan buku semasa kanak-kanak hingga usaha depot makanan. Hingga pada akhirnya,Gus Nana sukses mendirikan PT Cakrawala Handricaft Utama, sebuah perusahaan kerajinan tangan yang sudah mampu menembus pasar internasional hingga Negeri Kincir Angin Belanda. Dari kisah ini,  Gus Nana kemudian memberikan sesanti kepada para karyawan agar tidak antipati terhadap sebuah kegagalan

Gus Nana juga menceritakan bahwa yang menghantarkannya menuju “titik kulminasi” kehidupan adalah dengan memiliki semangat belajar yang tinggi, senantiasa menjaga kejujuran, serta pantang menyerah. Terbukti, kini beliau telah sukses dengan mendirikan sembilan perusahaan sekaligus telah tersetifikasi menjadi pakar marketing digital Google Ads di Indonesia.

Sesi kelas karyawan kemudian ditutup dengan kalimat motivasi dari Gus Nana yang menyatakan bahwa tidak ada cobaan berat yang Allah limpahkan kepada hambaNya kecuali Allah telah menakar bahwa manusia tersebut akan lulus dari cobaan yang datang. Masyaallah,semoga kita semua dapat selalu dikuatkan oleh Allah SWT .

Rencananya kelas karyawan akan rutin digelar setiap hari Sabtu dengan tema-tema menarik seputar dunia kerja, etos kerja, management keuangan, hingga cara investasi yang aman dan terbarukan tentunya menguntungkan. (WD/2021)