Masjid Agung Tuban: Saksi Bisu Perkembangan Islam Nusantara!

ALFATIHAH.COM – Masjid Agung Tuban tak hanya indah dalam hal arsitekturnya saja. Masjid ini ternyata menyimpan sejarah yang panjang. Seakan bangunan ini menjadi saksi perkembangan islam sejak era Kerajaan Majapahit.

Salah satu bukti keberhasilan penyebaran dakwah islam Sunan Bonang adalah dengan berdirinya Masjid Agung Tuban ini. Masjid ini berada di Jalan Bonang, Kutorejo, Tuban, Jawa Timur.

Sejarah Era Kerajaan Majapahit

Tuban merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Kota ini dikenal sebagai wilayah pertama yang menjadi tempat penyebaran islam di nusantara.

Wilayah ini kerap kali mendapat julukan kota wali, yang mana kota ini menjadi saksi penyebaran islam ke nusantara. Dahulu masjid ini hanyalah bangunan kuno yang kini mengalami beberapa renovasi pembaruan.

Masjid Agung Tuban menjadi ikon wisata religi yang terletak di Alun-Alun Kota Tuban, Jawa Timur. Letaknya tidak jauh dari kompleks makam Sunan Bonang dan Museum Kembang Putih yang menyimpan benda bersejarah seperti Al-Qur’an kuno yang terbuat dari kulit.

Dahulu Sunan Bonang menyebarkan islam di daerah Tuban. Ia memanfaatkan kesenian gamelan dan wayang sebagai media dakwah agar mudah diterima masyarakat sekitar.

Bangunan makam Sunan Bonang pun dibuat cukup unik. Untuk bisa masuk ke tempat pemakamannya dibuat membungkuk dengan tujuan menghormati ulama di zamannya.

Masjid Agung Tuban ini didirikan pada masa pemerintahan Adipati Raden Ario Tedjo atau yang dikenal dengan Syekh Abdurrahman. Diperkirakan masjid ini berdiri pada abad ke-15, sekitar tahun 1401-1419. 

Pada masa Kerajaan Majapahit, Tuban memiliki peran penting sebagai bandar perdagangan internasional. Kota ini menjadi banyak dikunjungi pedagang dari penjuru dunia yang hendak menyebarkan islam di nusantara.

Kabupaten Tuban menjadi wilayah pertama yang bupatinya memeluk islam. Dalam perkembangannya masjid ini terus diperluas hingga saat ini dikenal sebagai Masjid Agung Tuban. 

Sebelum tahun 1880, Masjid Agung Tuban mengusung arsitektur khas Jawa dengan atap limas bertumpang. Konstruksi masjid kala itu lebih dominasi oleh bahan dasar kayu. 

Masjid ini dikelilingi oleh pagar dan memiliki pintu masuk melalui gapura putih yang khas. Kemudian Masjid Agung Tuban mengalami beberapa kali renovasi dengan bermacam konsep. 

Pada tahun 1894, masjid ini menggunakan konsep arsitektur Belanda. Selanjutnya direnovasi ulang dengan konsep bangunan seperti Masjid Hagia Sophia di Turki.

Pada 1985 masjid ini mengalami perluasan. Hingga pada tahun 2004 mengalami renovasi total. Mulai dari pengembangan satu lantai menjadi tiga lantai hingga mengadopsi beberapa bahan arsitektur dari berbagai masjid terkenal. 

Karakteristik Masjid Agung Tuban

Tampilan luarnya menggunakan konsep Masjid Imam di Kota Isfahan, Iran. Seakan bangunan masjid ini dibuat tampak memancarkan pesona 1001 malam dengan permainan cahaya.

Masjid ini dibuat dengan gaya arsitektur menggunakan pola lengkungan, sehingga menghasilkan pola ruang dengan kolom-kolom. Masjid Agung Tuban ini mengambil konsep dari Masjid Cordoba di Spanyol.

Gaya arsitektur khas nusantara juga dapat ditemui pada pintu dan mimbar dengan ornamen ukiran khas Jawa. Di sayap mihrab juga terdapat tangga dari bahan kuningan yang menggambarkan ciri khas ornamen gaya klasik.

Masjid Agung Tuban menggunakan perpaduan gaya arsitektur corak Timur Tengah, India, Eropa. Masjid ini memiliki arcade atau bangunan dengan atap gang beratap, dilengkapi dengan tiga kubah dan enam menara.

Transformasi dari masa ke masa tidak hanya menambahkan nilai estetika bagi Masjid Agung Tuban, namun juga mencerminkan perjalanan yang panjang dan berharga. Seakan masjid ini menjadi saksi bisu perubahan zaman.

Kini Masjid Agung Tuban ini bukan sekadar tempat ibadah, namun telah menjadi jantung spiritual dan simbol semangat religius masyarakat Tuban. Masjid ini ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati keindahan Masjid Agung Tuban.

Hingga kini Masjid Agung Tuban juga difungsikan sebagai pusat syiar islam. Yang mana masjid ini rutin mengadakan aktivitas keagamaan dan penyiaran islam, seperti pengajian dan beberapa peringatan hari besar islam.

Untuk kamu seorang pelajar atau pekerja yang tinggal di Tuban atau hendak berkunjung ke Tuban, Masjid Agung Tuban ini bisa jadi salah satu destinasi wisata yang bisa dikunjungi! Semoga artikel ini menambah wawasan baru dan bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Chat WhatsApp
Hubungi Kami